Apa fungsi tes kebugaran jasmani penjasorkes di tingkat SMA sebutkan

By On Friday, September 9th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa fungsi tes kebugaran jasmani penjasorkes di tingkat SMA sebutkan – Halo Agan dan sista semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke blog Trend Wisata ini. Kali ini, kita dari situs Trend Wisata akan memberikan Q&A yang cool yang menampilkan tentang Apa fungsi tes kebugaran jasmani penjasorkes di tingkat SMA sebutkan. Ayo tante dan om tonton berikut ini:

Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) sebagai bentuk tes yang dipergunakan dalam kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menentukan tingkat kebugaran jasmani siswa. Untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang dapat dipergunakan berbagai bentuk tes kebugaran jasmani, antara lain: tes 2,4 km, tes multi tahap, Harpas Stip test dan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia.

Sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu materi Kebugaran Jasmani yang telah kami bagikan sebelumnya, agar lebih memahami macam-macam bentuk rangkaian tes kebugaran jasmani.

a. Pengertian Tes Kebugaran Jasmani

Tes kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk menilai atau mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmaninya dan mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya.

b. Fungsi dan Manfaat Tes Kebugaran Jasmani

Fungsi tes kebugaran jasmani antara lain sebagai berikut:

  • Berguna untuk mengukur kemampuan fisik seseorang.
  • Hasilnya berguna untuk acuan seseorang meningkatkan kebugaran jasmaninya.
  • Berguna untuk mengukur kemampuan seseorang dalam hal jasmaninya.
  • Untuk mengetahui perkembangan kebugaran jasmani seseorang.
  • Sebagai bahan untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmaninya.
  • Sebagai bahan masukan dan memberikan nilai pelajaran pendidikan jasmani.

Sedangkan, manfaat tes kebugaran jasmani adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung.
  • Peningkatan dalam segi kekuatan, kelentukan stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.
  • Ekonomi gerakan yang lebih baik pada waktu latihan.
  • Pemulihan lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

c. Jenis/Macam Tes Kebugaran Jasmani untuk SMA

1. Tes Denyut Nadi Maksimal (DNM)

DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan DNM = 220 – UMUR. Upaya untuk meningkatkan Denyut Nadi, latihan harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, jika dalam minggu ini ingin mencapai training zone 70% , untuk minggu selanjutnya harus ditingkatkan 75% dan seterusnya.

2. Harvard Step Test

Harvard step test adalah pengukuran daya tahan jantung dan paru-paru. Cara melakukan harvard step test adalah dengan melakukan gerakan naik-turun kursi. Untuk putra, tinggi kursi = 45 cm dalam waktu 5 menit.
Untuk putri, tinggi kursi = 40 cm dalam waktu 4 menit. Dalam 1 menit melakukan gerakan naik-turun kursi sebanyak 30 kali. Setelah itu, istirahat selama 45 detik, dan deyut nadi dihitung dalam waktu 30 detik. Kemudian, setelah 2 dan 3 menit diulang lagi. Standar perhitungan denyut nadi:
>91 = baik sekali
81-90 = baik
71-80 = cukup
61-70 = sedang
51-60 = kurang
<50 = kurang sekali

3. Tes lari cepat 60 meter

Tujuan: untuk mengukur kecepatan. Alat dan fasilitas yang digunakan adalah:

  • lintasan lari sepanjang 60 meter,
  • stopwatch,
  • peluit.

Caranya:

  1. Peserta berdiri dibelakang garis start 
  2. Pada aba-aba “siap”, peserta mengambil sikap berdiri dan bersiap untuk lari.
  3. Pada aba-aba “ya”, peserta lari secepat mungkin menuju garis finish, menempuh jarak 30 meter untuk putra dan 40 meter untuk putri.

Lari diulang apabila pelari mencuri start, tidak melewati garis finish, dan pelari terganggu dengan pelari lain. Pengukuran waktu dilakukan dari saat bendera diangkat sampai pelari tepat melintasi garis finish. Hasil yang dicatat adalah yang capai oleh pelari untuk menempuh jarak 30 meter untuk putra dan 40 meter untuk putri, dalam waktu satuan detik.

4. Tes gantung siku tekuk (pull up)

Tujuan: untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan serta ketahanan otot bahu. Alat dan fasilitas yang digunakan:

  • Palang tunggal
  • Stopwatch.

Caranya:

  1. Palang tunggal dipasang di atas kepala peserta. 
  2. Peserta berdiri di bawah palang tunggal.
  3. Kedua tangan berpegangan pada palang tunggal selebar bahu.
  4. Pegangan telapak tangan menghadap ke belakang.
  5. Dengan bantuan tolakan kaki, peserta melompat ke atas hingga mencapai sikap bergantung, dagu berada di atas palang tunggal.

Sikap tersebut dipertahankan selama mungkin, hasil yang dicatat adalah waktu yang dicapai oleh peserta untuk mempertahankan sikap tersebut dalam satuan detik (30 detik untuk putri, dan 60 detik untuk putra).

5. Tes baring duduk (sit up)

Tujuan: untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut. Alat yang digunakan adalah stopwatch. Caranya:

  1. Berbaring terlentang di lantai, kedua lutut ditekuk.
  2. Kedua jari-jari tangan ditautkan ke belakang kepala.
  3. Kedua pergelangan kaki bisa dipegang peserta lain agar kaki tidak terangkat.
  4. Saat terdengar aba-aba “ya”, peserta mengambil sikap duduk sampai kedua sikunya menyentuh kedua paha, kemudian kembali ke sikap permulaan,
  5. Lakukan berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat selama 60 detik.

Hasil yang dihitung dan dicatat adalah jumlah gerakan baring duduk yang dapat dilakukan dengan sempurna selama 60 detik.

d. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk usia 10-12 tahun (SD)

Sesuai dengan buku Tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk usia 10-12 tahun, komponen tes yang tercakup didalamnya antara lain:

Penggunaan: 

Tes ini diperuntukan untuk anak atau siswa yang telah dibagi sesuai dengan kelompok-kelompoknya, kelompok umur 6-9 tahun, 10-12 tahun. 13-15 tahun dan 16-19 tahun.

Peralatan:

  • Lintasan lari atau lapangan yang datar dan tidak licin.
  • Stopwatch
  • Bendera start
  • Tiang pancang
  • Nomor dada
  • Palang tunggal
  • Papan berskala untuk lompat tengah
  • Serbuk kapur
  • Formulir tes
  • Peluit

Pelaksanaan: a. Tes Kebugaran Jasmani Indonesia ini merupakan satu rangkaian tes. Oleh karena itu semua butir tes harus dilaksanakan secara terus-menerus dan tidak terputus-putus. b. Urutan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Pertama: lari 30 meter
Kedua: gantung angkat tubuh untuk putra dan gantung siku tekuk untuk putri.
Ketiga: baring duduk
Keempat: loncak tegak
Kelima: lari 600 meter untuk putra dan putri. Adapun urutan rangkaian tes kebugaran jasmani adalah sebagai berikut:

1. Lari cepat

Tujuan: untuk mengukur kecepatan, jarak tempuh berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin untuk siswa umur 10-12 tahun dengan jarak 30 meter. (usia siswa kelas 5 dan 6 SD) baik putra maupun putri.

2. Gantung siku tekuk/gantung angkat tubuh

Tujuan: untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot lengan dan bahu. Pencatatan dilakukan selama 60 detik.

3. Baring duduk 

Untuk mengukur kekuatan dan ketahanan otot perut. Waktu pencatat dan perhitungan kelompok umur 10-12 tahun selama 30 detik.

4. Loncat tegak

Tujuan: untuk mengukur tenaga eksplosif, ukuran papan berskala 20×150 cm, jarak antara garis dan papan skala 1 cm, jarak titik nol skala kelantai 150 cm, loncatan dilakukan 3 kali berturut-turut. Hasil: selisih raihan loncatan tertinggi dikurangan raihan tegak (sikap awal).

5. Lari jarak sedang 

Tujuan: untuk mengatur daya tahan jantung, peredaran darah dan pernapasan. Jarak tempuh berdasarakan kelompok umur dan jenis kelamin. Untuk umur 10-12 tahun, 600 meter untuk putra dan putri.

e. Tes Kebugaran Jasmani untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

  1. Lari cepat 50 meter
  2. Pull up (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putra)
  3. Sit up 60 detik
  4. Vertical jump (loncat tegak)
  5. Lari 800 meter untuk putri dan 1000 meter untuk putra.

Baca juga: Kebugaran Jasmani: Pengertian, Komponen Unsur, Bentuk Latihan, Manfaat, Fungsi [Lengkap]

Demikianlah artikel hari ini tentang Tes Kebugaran Jasmani (Pengertian, Macam/Jenis, Fungsi, Manfaat. Semoga bermanfaat bagi anda. Untuk membantu blog ini agar berkembang, kami mohon untuk share dan komentar ya. Sekian dan terima kasih.

Referensi: cabang-olahraga-olahraga.blogspot.com/2013/04/tes-kebugaran-jasmani-untuk-siswa.html

ensiklopediasli.blogspot.com/2016/06/tes-kebugaran-jasmani.html
digilib.unila.ac.id/13801/3/bab%202.pdf





Tes Kebugaran Jasmani – Terdapat serangkaian langkah tes yang bisa kita lakukan dengan tujuan mengukur tingkat kebugaran jasmani masing-masing.

Fungsinya agar kita bisa menganalisa apakah gaya hidup kita baik atau tidak, jika hasilnya tidak maka kita seharusnya memperbaiki pola hidup.

Kami harap kamu sudah membaca artikel Kebugaran Jasmani yang pernah dibahas di blog ini sebelumnya, agar lebih paham mengenai macam-macam rangkaian tes kebugaran jasmani yang akan dilakukan.

A. Pengertian Tes Kebugaran Jasmani

Tes kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmani nya dan mengetahui tingkat kebugaran jasmani nya.
Yang perlu kamu tahu:

International Committee on the Standardization of Physical Fitness Test (I.C.S.P.F.T) adalah organisasi internasional yang sasaran kegiatannya menyusun dan membakukan atau memberi standar berbagai bentuk tes kesegaran jasmani.

Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Tes (A.C.S.P.F.T) adalah anak dari I.C.S.P.F.T

B. Hal Yang Harus Diperhatikan

Sebelum melakukan tes kebugaran jasmani, kamu perlu memperhatikan petunjuk umum kebugaran jasmani yaitu:

  • Tes dilakukan secara berurutan dan sesuai petunjuk pelaksanaan.
  • Harus benar-benar dalam keadaan sehat dan siap melaksanakan tes
  • Peserta tes harus cukup istirahat pada malam sebelum tes dan minimal makan sedikitnya 2 jam sebelum pelaksanaan tes sudah makan.
  • Peserta tes  harus paham dan mampu melakukan teknik pelaksanaan tes tersebut secara baik.
  • Identitas peserta tes harus tercatat lengkap, seperti umur, tinggi badan, dan berat badan.

Selain petunjuk umum yang harus dilaksanakan, ada juga ketentuan khusus yang mesti dipatuhi:

  • Peserta tes (testee) harus memakai pakaian olahraga lengkap. Menggunakan sepatu yang bersol karet (sepatu jogging)
  • Peserta tes harus memahami benar tes yang akan dilakukan dan menguasainya, dan sudah melakukan pemanasan sebelumnya.
  • Peserta yang mengikuti tes, tetapi tidak bisa melaksanakan tugas maka hasilnya ditulis dengan angka nol (0)

Penilaian Kesegaran Jasmani dari ICSPFT:

  • Merupakan rangkaian (battery) tes yang terdiri dari 8 jenis (item) tes.
  • Diperuntukkan bagi putra dan putri yang berumur 6 sampai 32 tahun.

Tidak lupa juga Yuksinau.id sertakan rangkaian tes kebugaran jasmani dilengkapi dengan apa saja alat dan perlengkapan yang diperlukan serta bagaimana cara melakukan tes nya.

Alat dan fasilitas untuk TKJI:

Lintasan lari, bendera start, nomor dada, stopwatch, palang tunggal yang bisa di naik turunkan, tiang pancang/kun, papan berskala, penghapus, peluit, formulir tes dan alat tulis, serbuk kapur, dll.

8 Jenis tes kebugaran jasmani meliputi:

  1. Lari cepat 50 m (dash/sprint)
  2. Lompat jauh tanpa awalan (standing broad jump)
  3. Bergantung angkat badan (pull up) untuk putra umur 12 tahun keatas, dan bergantung siku tekuk (flexed arm hang) untuk putri dan putra umur kurang dari 12 tahun
  4. Kekuatan peras (grip strength)
  5. Lari hilir-mudik (shutttle run) 4 X 10 m
  6. Baring duduk (sit up) selama 30 detik
  7. Lentuk togok ke muka (forward flexion of trunk)
  8. Lari jauh:
    • 600 m (putra dan putri kurang dari 12 tahun)
    • 800 m (putri 12 tahun ke atas)
    • 1000 m (putra 12 tahun ke atas)

Sedangkan berikut ini tes kesegaran jasmani yang dilakukan berdasarkan kategori masing-masing, yaitu:

Tes Kesegaran Jasmani A.C.S.P.F.T untuk Sekolah Dasar:

  1. Lari cepat 50 meter.
  2. Lompat jauh tanpa awalan.
  3. Ada 2 jenis berbeda:
    • Gantung angkat badan untuk putra umur 12 tahun ke atas.
    • Gantung siku tekuk untuk putri 12 tahun ke atas, serta putra dan putri kurang dari 12 tahun
  4. Lari hilir mudik 4 x 10 m.
  5. Baring duduk 30 detik.
  6. Lentuk togok ke muka.
  7. Lari:
    • 1000 m untuk putra 12 tahun ke atas.
    • 800 m untuk putri 12 tahun ke atas.
    • 600 m untuk putra dan putri kurang dari 12 tahun.

Tes Kesegaran Jasmani A.C.S.P.F.T Untuk Siswa SLTP/STLA/Mahasiswa/Taruna:

  1. Lari cepat 50 m.
  2. Lompat jauh tanpa awalan.
  3. Ada 2:
    • gantung angkat badan untuk putra
    • gantung siku tekuk untuk putri
  4. Lari hilir mudik 4×10 m
  5. Baring duduk 30 detik
  6. Lentuk togok ke muka
  7. Lari jauh:
    • 1000 m untuk putra.
    • 800 m untuk putri.

Fungsi tes kebugaran jasmani diantaranya:

  1. Hasilnya bisa digunakan sebagai acuan seseorang untuk meningkatkan kebugaran jasmani nya.
  2. Berguna untuk menilai kemampuan fisik seseorang.
  3. Untuk mengukur kemampuan seseorang dalam jasmani nya.
  4. Untuk mengetahui sejauh mana kondisi atau perkembangan kebugaran jasmani seseorang tersebut.
  5. Bahan untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmani.

Adapun manfaat kebugaran jasmaa megani sebagai berikut:

  1. Peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung sehingga mencegah penyakit jantung.
  2. Peningkatan dalam kekuatan, stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.
  3. Ekonomi gerakan yang lebih baik pada waktu latihan.
  4. Pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.
  5. Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.
  6. Mencegah dan mengatur penyakit diabetes.
  7. Meningkatkan kualitas hormon.
  8. Menurunkan tekanan darah.
  9. Memberi banyak energi.

Sehingga hakikat nya kebugaran jasmani bisa diperoleh apabila seseorang latihan secara teratur sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Karena latihan jasmani sangat berdampak pada tubuh, seperti manfaat yang diuraikan diatas. Sehingga kami mengajaktingkat kebugaran jasmani. agar kita semua memperhatikan tingkat kebugaran jasmani.

Apa fungsi tes kebugaran jasmani penjasorkes di tingkat SMA sebutkan | admin | 4.5