Apa itu just in time

By On Saturday, November 19th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa itu just in time – Hi teman-teman semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke situs TrendWisata dotcom ini. Sore ini, saya di web Trend Wisata pengen membagikan tanya jawab yang wokeh yang mengulas Apa itu just in time. Langsung saja Agan dan sista menyimak dibawah ini:

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Salah satu jenis perusahaan yang gencar menerapkan Just In Time adalah perusahaan makanan dengan layanan pesan antar seperti Domino’s Pizza

Dalam industri, metode tepat waktu
merupakan suatu sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, menekan biaya, dan mencapai waktu penyerahan seefisien mungkin dengan menghapus seluruh
jenis pemborosan yang terdapat dalam proses produksi sehingga perusahaan mampu menyerahkan produknya (baik barang maupun jasa) sesuai kehendak konsumen tepat
waktu.[1][2] Untuk mencapai sasaran dari sistem ini, perusahaan hanya memproduksi sebanyak kuantitas yang dibutuhkan atau diminta konsumen dan pada saat dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan maupun menekan
kemungkinan kerusakan atau kerugian akibat menimbun barang.[1][2] Sasaran utama metode tepat waktu adalah meningkatkan produktivitas sistem produksi atau operasi dengan cara menghilangkan segala macam kegiatan yang tidak
memiliki nilai tambah pada produk tersebut.[3]

Sistem ini dirintis oleh Toyota Motor Corporation dan dikenal juga dengan Sistem Produksi Toyota, yang kemudian dikenal juga dengan istilah
Sistem Produksi Ramping (Lean Production System) dan sistem kanban.[4]

Keuntungan[sunting | sunting sumber]

Keuntungan penerapan metode
tepat waktu pada berbagai sektor industri khususnya manufaktur antara lain adalah mampu mengurangi waktu pengadaan barang di gudang, meningkatkan aliran barang dari gudang ke produksi, pemanfaatan tenaga kerja yang menguasai berbagai keahlian digunakan secara lebih efisien, penjadwalan produk dan jam kerja karyawan dapat diatur lebih konsisten, serta adanya peningkatan hubungan dengan
pemasok.[5]

Referensi[sunting |
sunting sumber]

  1. ^ a
    b
    Masaaki Imai. 1998. Genba Kaizen: Pendekatan Akal Sehat, Berbiaya Rendah Pada Manajemen. Jakarta, Pustaka Brinaman Pressindo.
  2. ^ a
    b
    Karen Martin, Mike Osterling. 2007. The Kaizen Event Planner: Achieving Rapid Improvement in Office, Service, and Technical Environments. New York, Productivity Press.
  3. ^ Suwondo 2013, hlm. 131.
  4. ^ Hitoshi Takeda. 2006. The Synchronized Production System:
    Going Beyond Just-in-Time Through Kaizen. London, Kogan Page London and Philadephia.
  5. ^ Suwondo 2013, hlm. 135.

Daftar
pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Suwondo, Chandra (2013). Manajemen Produksi
    dan Operasi. Jakarta Barat: halaman Moeka Publishing. ISBN 9786022690177.

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • A.P., Wisnu (2013). Meraup Keuntungan Dengan Lean Manufacturing. Jakarta: Elex Media Komputindo. ISBN 9786020427997.
  • Liker, Jeffrey (2006). The Toyota Way (terjemahan). Jakarta: Erlangga. ISBN 9789797813772.
  • Purwanggono, Cuk Jaka (2021). Konsep Dasar Manajemen Strategi. Jakarta: Bintang Pustaka Madani. ISBN 9786236372739.
  • Cheng, T.C. (1996). Just-in-Time Manufacturing An Introduction. Springer Netherlands. ISBN 9780412735400.
  • Purwanggono, Cuk Jaka (2021). Konsep Dasar Manajemen Strategi. Jakarta: Bintang Pustaka Madani. ISBN 9786236372739.
  • Gaspers, Vincent (2005). Production Planning and Inventory Control (terjemahan). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789796059256.
  • Lai, Kee-hung (2012). Just-in-Time Logistics. Ashgate Publishing Limited. ISBN 9781409458494.
  • Dear, A.D. (1988). Working Towards Just-in-Time. Springer. ISBN 9781850916505.
  • Home
  • article
  • Mengenal Sistem Just-In-Time

Just-In-Time atau yang dikenal dengan JIT merupakan suatu strategi manajemen yang digunakan untuk menyelaraskan pesanan bahan baku dari pemasok langsung sesuai dengan jumlah yang dikehendaki melalui jadwal produksi. Tujuan dari penerapan JIT ini untuk meningkatkan efisiensi dan menghindari terjadinya kelebihan atau kekurangan jumlah barang yang diproduksi serta
mengurangi pemborosan dengan menerima barang hanya yang mereka butuhkan disaat tersebut untuk proses produksi, dengan begitu dapat mengurangi biaya persediaan perusahaan. Selain itu, dengan penerapan JIT maka tidak diperlukannya gudang sehingga biaya penyimpanan dapat berkurang. Sistem JIT juga mengurangi limbah dengan cara mengurangi risiko persediaan barang tidak terjual yang tersimpan dan mengetahui lebih cepat apabila terjadi cacat produksi agar lebih mudah diperbaiki sehingga mengurangi
biaya scrap.

Konsep JIT dapat mengurangi persediaan dengan menerapkan:

  • Proses produksi dilakukan secara berdekatan sehingga mengurangi waktu perpindahan barang work-in-process.Pengiriman dilakukan dengan jumlah sekecil mungkin sesuai dengan pesanan agar menghilangkan persediaan barang baku.
  • Pemesanan bahan baku dari sumber lokal yang berdekatan dengan lokasi produksi agar pengiriman dapat datang tepat waktu memenuhi kebutuhan
    produksi.
  • Menggunakan pemasok yang bersertifikasi sehingga pengiriman dapat langsung ke tempat produksi dan tidak membiarkan barang menumpuk ketika menunggu untuk diperiksa

Tidak luput dari segala kelebihan yang ada, berikut merupakan kekurangan dari penerapan JIT, yaitu:

  • Potensi gangguan dalam rantai pasokan seperti pemasok bahan baku yang mengalami masalah sehingga dapat mengakibatkan keterlambatan pada penerimaan barang
    dari pemasok dapat membuat waktu produksi tertunda. Selain itu juga pesanan barang yang tiba-tiba tanpa diduga harus melewati beberapa waktu untuk produksi sehingga dapat menunda pengiriman produk hingga ke pembeli. Oleh karena itu, perlu mencari pemasok yang bisa diandalkan agar dapat mengurangi risiko terjadinya penundaan barang bahan baku atau barang lainnya yang dikirim.
  • Terlalu sering mengirim stok dapat meningkatkan emisi karbon sehingga dapat merusak citra dan nama
    baik perusahaan karena dianggap perusahaan tersebut tidak ramah lingkungan.
  • Tekanan waktu karena jadwal yang tidak diketahui secara pasti serta jaminan perusahaan akan selalu mendapat harga terjangkau untuk bahan baku dari pemasok sehingga dapat meningkatkan harga pokok penjualan.
  • Kurang tepat dalam memprediksi permintaan aktual menyebabkan berkurangnya produksi penjualan atau kemacetan pada fasilitas produksi karena sistem produksi tidak dapat
    beradaptasi secara langsung terhadap perubahan tak terduga dalam permintaan.

Referensi:

-https://www.investopedia.com/terms/j/jit.asp

-https://www.netsuite.com/portal/resource/articles/inventory-management/just-in-time-inventory.shtml

-https://kumparan.com/titin-pattimahu/pentingnya-just-in-time-untuk-kelancaran-produksi-1v0vhbvtKaN/full

Apa yang dimaksud dengan just in time berikan contohnya?

Jadi, dengan istilah lain, pengertian just in time adalah suatu perusahaan atau bisnis yang baru memproduksi barang/ jasa ketika ada order dari pelanggan. Jika tidak ada order, maka perusahaan tidak akan memproduksi atau membuat produknya.

Apa itu penerapan just in time?

Just In Time merupakan suatu filosofi operasi manajemen, yaitu sumber daya, termasuk material personel, dan fasilitas yang digunakan dalam keadaan tepat waktu. Just in Time adalah sebuah filosofi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa yang mendukung produksi yang ramping (lean).

Apa itu just in time | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x