Apa yang harus dilakukan ketika bab berdarah

By On Monday, November 21st, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa yang harus dilakukan ketika bab berdarah – Hallo sista dan agan semua, Thanks dah mau datang ke website www.trendwisata.com ini. Siang ini, saya dari situs trendwisata.com mau memberikan ulasan yang cool yang menampilkan tentang Apa yang harus dilakukan ketika bab berdarah. Kami persilakan om dan tante menonton dibawah ini:

Munculnya darah pada feses dapat menandakan adanya perdarahan di saluran pencernaan. Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena bisa mengindikasikan penyakit serius. Untuk membantu Anda memahaminya, simak berbagai penyebab BAB berdarah dan cara mengatasinya.

Jenis BAB berdarah

Ada dua jenis perdarahan di saluran pencernaan yang umumnya menjadi penyebab berak darah, yaitu hematochezia dan melena.

Keduanya dibedakan dari warna
darah dan lokasi perdarahannya.

Hematochezia ditandai dengan warna darah yang merah terang. Kondisi ini terjadi ketika usus besar mengalami perdarahan.

Usus besar letaknya tidak jauh dari anus sehingga darah yang keluar masih segar. Sementara itu, darah dapat tercampur dengan feses ataupun terpisah.

Dibandingkan
dengan melena, hematochezia cenderung menyebabkan perdarahan kecil.

Melena mengakibatkan feses berwarna hitam legam seperti tinta pulpen dan bertekstur lembek. Di samping itu, feses yang keluar bisa terlihat dan terasa lengket.

Darah menjadi gelap karena harus berjalan lebih jauh melalui saluran pencernaan. Ketika sampai pada anus, darah telah terdeoksigenasi dan warnanya berubah menjadi gelap.

Apa penyebab BAB berdarah?

Penyebab BAB berdarah cukup beragam, mulai dari yang ringan hingga berat. 

Wasir adalah penyebab feses berdarah yang paling sering terjadi. Selain itu,
ada berbagai kondisi lain yang bisa memicu masalah ini.

1. Kerusakan pada saluran pencernaan atas

Penyebab pup berdarah yang pertama adalah kerusakan atau masalah lain yang menyerang lambung atau kerongkongan.

Bila ini kasusnya, darah yang keluar dapat terlihat lebih hitam karena perjalanannya menuju anus cukup jauh.

Sebelum memberikan obat-obatan atau melakukan penanganan, dokter perlu mencari tahu dulu hal apa yang menyebabkan kerusakan pada saluran
pencernaan atas.

2. Fisura ani

Fisura ani adalah robekan pada dinding anus. Kondisi ini biasanya disebabkan konstipasi atau karena mengeluarkan feses berukuran besar dan keras.

Cara untuk meredakan gejala dan sakit fisura ani dapat dilakukan dengan menggunakan krim pereda sakit.

Selain itu, Anda bisa minum obat pelunak feses agar BAB tidak berdarah. 

Secara umum, robekan fisura ani bisa sembuh dengan sendirinya.

3. Polip

Salah satu alasan kenapa BAB berdarah adalah tumbuhnya polip atau daging tumbuh di bagian dubur dan usus besar. Polip adalah jaringan abnormal yang bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh.

Walau tidak bersifat kanker, sebagian polip dapat berkembang menjadi ganas.

Pada kebanyakan kasus, dokter dapat menggunakan alat khusus melalui prosedur kolonoskopi atau sigmoidoskopi fleksibel
untuk menghilangkan polip pada usus besar.

Setelah itu, dokter akan memeriksa polip tersebut untuk melihat apakah ada kanker atau tidak.

4. Wasir

Seperti yang sebelumnya disinggung, wasir atau ambeien adalah salah satu penyebab BAB bercampur darah yang paling sering terjadi.

Ambeien adalah pembengkakan pembuluh darah vena di anus yang dapat menimbulkan
rasa gatal dan perih.

Apabila darah pada feses diakibatkan ambeien, maka darah yang keluar dapat berwarna merah segar.

Cara mengobati BAB berdarah secara alami akibat wasir adalah memperbanyak asupan serat dan air putih. Anda juga bisa minum obat-obatan wasir yang dijual bebas di apotek.

Akan tetapi, dokter dapat menyarankan operasi jika berbagai pengobatan alami tidak membuahkan hasil, kasusnya tergolong darurat (perdarahan hebat), atau benjolannya sudah terasa nyeri dan
mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga

  • Kenali Penyebab Sering Demam yang Harus Diwaspadai
  • 7 Penyebab Air Liur Kental dan Mual secara Bersamaan
  • 9 Makanan Penghilang Alergi Kulit yang Bisa Anda Coba

5. Angiodisplasia

Jika tidak ada gangguan organ pencernaan yang secara jelas menjadi penyebab BAB berdarah, kemungkinan pemicunya adalah angiodisplasia.

Angiodisplasia adalah kelainan pembuluh darah di saluran cerna. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyakit ginjal dan
penyakit von Willebrand. 

Cara mengatasi BAB berdarah yang disebabkan angiodisplasia bisa dilakukan dengan terapi hormon, transfusi darah rutin, dan pemberian suplemen zat besi.

Untungnya, pada kebanyakan kasus, perdarahan karena angiodisplasia bisa berhenti dengan sendirinya. 

6. Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan kronis pada saluran pencernaan.

Jenis IBD yang paling sering terjadi adalah penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Untuk meringankan gejalanya, dokter dapat menyarankan penggunaan steroid atau
obat yang meningkatkan kekebalan tubuh.

Pada kondisi yang lebih parah, penderita IBD mungkin harus menjalani operasi. 

7. Penyakit divertikular

Penyakit divertikular terbagi dalam dua jenis, yaitu divertikulosis dan divertikulitis. Keduanya bisa menjadi penyebab BAB keluar darah.

Divertikulosis adalah kondisi terbentuknya kantung-kantung di usus
besar karena dinding usus besar yang lemah. Jika kantung-kantung ini terinfeksi, kondisinya disebut divertikulitis.

Obat buang air besar berdarah yang bisa dikonsumsi untuk menangani divertikulitis adalah antibiotik.

Namun, penderita divertikulitis juga bisa dirawat di rumah sakit.

8. Kolitis iskemik

Tahukah Anda kalau kolitis iskemik merupakan salah satu penyebab BAB keluar tetesan darah?

Kondisi ini terjadi saat aliran darah ke usus besar
berkurang atau tersumbat. Hampir 90 persen penderitanya adalah orang lanjut usia (lansia).

Di samping itu, kolitis iskemik juga bisa menimbulkan diare, sulit menahan BAB, sakit perut, dan muntah. 

Kabar baiknya, kondisi ini tergolong cepat sembuh dan bisa membaik dengan sendirinya.

Meski
demikian, ada juga kasus parah di mana penderitanya harus dirawat di rumah sakit. Sekitar 20 persen dari mereka bahkan membutuhkan tindakan operasi. 

9. Kanker kolorektal

Sekitar 3,4 persen kasus BAB berdarah dapat terjadi karena kanker kolorektal. Kanker kolorektal adalah istilah untuk kanker di usus besar dan
dubur.

Saat tumor muncul akibat kanker ini, mereka membutuhkan pembuluh darah untuk berkembang.

Masalahnya, pembuluh darah di usus besar dianggap rapuh dan bisa robek sehingga menyebabkan perdarahan. 

Kanker kolorektal umumnya ditangani dengan operasi. Di samping itu, terapi radiasi dan kemoterapi juga bisa direkomendasikan dokter.

Perlu diketahui, terdapat beberapa hal yang berpotensi memicu BAB berdarah tapi tidak sakit, misalnya pigmen atau pewarna pada makanan
yang berwarna merah.

Ada pula makanan penyebab BAB berdarah. Biasanya, masalah ini terjadi pada orang-orang yang memiliki alergi terhadap makanan dan minuman tertentu.

Makanan dan minuman tersebut dapat mengakibatkan dinding usus iritasi sehingga menimbulkan peradangan dan perdarahan.

Baca Juga

  • Daftar Buah Penambah Darah yang
    Bermanfaat untuk Pengidap Anemia
  • 3 Syarat yang Perlu Anda Tahu Jika Ingin Tes GeNose Saat Puasa
  • 9 Cara Mengatasi Rabun Jauh alias Mata Minus di Rumah

Apakah BAB berdarah bisa sembuh sendiri?

BAB berdarah sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Kebanyakan kasus BAB berdarah pada orang berusia paruh baya dan lansia terjadi akibat wasir.

Di sisi lain, 95 persen kasus darah yang keluar bersama feses dapat berhenti tanpa pengobatan. Namun, bukan berarti kondisi yang jadi penyebanya sembuh.

Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mencari tahu kondisi yang menyebabkan munculnya
darah pada feses.

Dengan demikian, penanganan terbaiknya dapat diberikan sehingga Anda bisa segera pulih.

Kapan harus ke dokter?

Darah pada feses dapat menjadi pertanda dari kondisi darurat. Segera kunjungi rumah sakit jika salah satu dari dari gejala ini muncul.

  • Kulit dingin dan lembap
  • Merasa bingung
  • Perdarahan dari dubur yang terus-menerus
  • Pingsan dan pusing
  • Kram perut yang terasa
    menyakitkan
  • Napas cepat
  • Nyeri dubur yang parah
  • Rasa mual yang parah
  • Muntah darah.

Cara mendiagnosis BAB berdarah

Untuk mendiagnosis BAB berdarah, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti kapan Anda menyadari adanya darah pada tinja, apa saja gejala yang menyertai, dan warna dari darahnya.

Setelah itu, dokter dapat melakukan salah satu dari tes berikut ini.

Dokter akan melakukan peeriksaan fisik pada bagian tubuh yang terdampak dari kondisi BAB berdarah.

Dengan menggunakan sarung tangan yang sudah dilumasi, dokter akan memasukkan jarinya ke dalam dubur untuk melihat apakah ada sesuatu yang tidak normal, contohnya wasir.

Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan teropong tipis dan fleksibel yang dilengkapi kamera ke dalam anus untuk melihat area tersebut
secara seksama.

Pemeriksaan darah lengkap dapat membantu menilai tingkat perdarahan dan menunjukkan apakah pasien menderita anemia.

Pemeriksaan feses dapat membantu dokter mendeteksi perdarahan yang tidak terlihat.

  • Bilas lambung (gastric lavage)

Apabila gangguan pada lambung dicurigai sebagai penyebab feses
berdarah, dokter dapat melakukan bilas lambung dengan cara memasukkan selang melalui hidung hingga masuk ke dalam lambung.

Setelah itu, isi lambung akan dibilas sehingga dokter dapat melihat apakah ada perdarahan.

Tes pencitraan berupa pemindaian atau X-ray dapat dilakukan. Kemungkinan dokter juga akan melibatkan zat kontras, seperti barium.

Cara mencegah BAB berdarah

Supaya risiko BAB berdarah dapat dihindari, lakukan berbagai tips berikut ini.

  • Rutin mengonsumsi makanan berserat tinggi (kecuali tidak diizinkan dokter).
  • Berkonsultasi mengenai obat pelunak feses kepada dokter atau apoteker (untuk diminum).
  • Berolahraga secara teratur untuk mencegah sembelit.
  • Menjaga kebersihan area dubur.
  • Meminum air putih secara rutin agar tubuh tetap terhidrasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar penyebab BAB
berdarah, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Apakah BAB berdarah bisa sembuh dengan sendirinya?

Biasanya darah yang keluar warnanya merah terang. Namun, kamu tidak perlu khawatir karena perdarahan ini akan cepat berhenti dan sembuh sendiri dalam beberapa pekan.

Apa penyebab keluar darah saat buang air besar?

Warna darah merah terang bisa menjadi tanda terjadi pendarahan di usus besar, rektum, atau anus. Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya, seperti wasir, fistula ani, polip usus, kanker usus, infeksi usus, peradangan pada usus, divertikulitis, hingga penyakit menular seksual.

Apa yang harus dilakukan ketika bab berdarah | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x