Apa yang harus dilakukan saat bayi sesak nafas?

By On Thursday, October 6th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apa yang harus dilakukan saat bayi sesak nafas? – Apa khabar tante dan om semua, Selamat datang di web TrendWisata dotcom ini. Pagi ini, saya di situs TrendWisata pengen membagikan tips yang bagus yang mengulas Apa yang harus dilakukan saat bayi sesak nafas?. Sebaiknya Agan lihat setelah ini:

Mendengar bunyi napas grok-grok pada Si Kecil kerap membuat orang tua merasa khawatir. Biasanya suara napas ini akan semakin jelas terdengar ketika Si Kecil sedang tidur. Apakah ini berbahaya dan bisa membuat ia sesak napas? Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Umumnya napas berbunyi pada Si Kecil terjadi akibat adanya penumpukan lendir di saluran
pernapasan. Kondisi ini memang umum terjadi, terutama pada bayi baru lahir, karena saluran pernapasannya belum berkembang sempurna. Namun seiring bertambahnya usia Si Kecil, keluhan tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Selain itu, napas berbunyi juga bisa menandakan adanya gangguan pada saluran pernapasan Si Kecil. Penyebabnya bisa karena peningkatan produksi lendir di saluran napas atau penyempitan saluran napas akibat peradangan.

Tipe
Napas Berbunyi pada Si Kecil

Pada anak-anak, ada beberapa tipe napas berbunyi yang dapat orang tua kenali dari suara yang dikeluarkan, yaitu:

  • Suara siulan
    Bunyi napas seperti ini disebabkan oleh penyumbatan ringan di saluran pernapasan Si Kecil atau akibat saluran napasnya menyempit.
  • Suara
    melengking dan bernada tinggi
    Bunyi napas melengking bisa muncul akibat penyempitan pada saluran pernapasan bagian atas, khususnya pada bayi dan anak-anak yang masih kecil. Kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia anak. Namun hati-hati, bunyi napas melengking juga bisa menandakan serangan asma.
  • Suara serak ketika batuk dan menangis
    Bunyi napas ini terjadi akibat adanya iritasi, peradangan, atau sumbatan lendir pada kotak
    suara (laring) di tenggorokan.

Ketiga jenis napas berbunyi di atas sering ditemui pada anak-anak, dan umumnya dapat hilang sendiri. Namun jika keluhan napas berbunyi disertai dengan napas tersengal-sengal dan cepat, demam, atau batuk terus-menerus, bisa jadi Si Kecil mengalami pneumonia, asma,
bronkitis, atau sumbatan saluran napas oleh benda asing. Kondisi-kondisi ini sering berlanjut menjadi sesak napas.

Mengenali Gejala Sesak Napas pada Anak

Sesak napas pada anak perlu dikenali sesegera mungkin. Ada tiga hal penting yang harus Ibu perhatikan
untuk mengenali sesak napas pada Si Kecil, yaitu frekuensi pernapasan, penampilan fisik, dan warna kulitnya.

Pada tahap awal, Si Kecil yang mengalami sesak napas akan menunjukkan gejala berupa meningkatnya frekuensi pernapasan (napas menjadi cepat), gelisah, rewel, menangis terus-menerus, tidak mau makan dan minum, sulit tidur nyenyak, serta kulit telapak tangannya terlihat pucat. Jika penyebabnya adalah infeksi, ia bisa mengalami
demam tinggi.

Sementara pada kondisi yang lebih parah, Si Kecil yang mengalami sesak napas dapat bernapas lebih dari 60 kali dalam 1 menit, cuping hidung anak melebar, serta otot di dada dan lehernya menegang atau terlihat tertarik saat bernapas.

Jika dibiarkan, bibir Si Kecil bisa tampak kebiruan, terlihat semakin lemah, dan akhirnya berhenti bernapas. Itulah sebabnya,
Si Kecil yang mengalami sesak napas harus segera dibawa ke dokter agar dapat diberikan pertolongan secepatnya.

Penanganan Awal Napas Berbunyi dan Sesak Napas pada Si Kecil

Jika Si Kecil mengalami napas berbunyi dan sesak napas, Ibu harus tetap tenang dan tidak boleh panik. Sebelum membawanya ke dokter, lakukan penanganan awal berikut ini untuk membantu melegakan pernapasannya:

1. Bimbing Si Kecil untuk bernapas dengan mulutnya

Bila
Si Kecil sudah cukup besar, Ibu bisa memintanya untuk bernapas melalui mulut. Bila perlu, berikan contoh. Teknik pernapasan ini dapat meringankan sesak napas yang dialami Si Kecil, serta membantunya untuk bernapas lebih dalam dan lebih efektif.

2. Posisikan Si Kecil duduk dengan sedikit membungkuk

Posisi ini dapat membantu Si Kecil bernapas lebih mudah, selain juga membuat tubuhnya lebih rileks.

3. Longgarkan
pakaian

Longgarkan pakaian Si Kecil dengan cara melepaskan kancing bajunya, terutama pada bagian leher dan dada. Bila perlu, ganti dengan pakaian yang lebih longgar. Selain itu, penting untuk menjauhkan Si Kecil dari asap rokok agar sesaknya tidak bertambah parah.

4. Oleskan balsam

Selain cara-cara di atas, Ibu juga bisa mengoleskan
balsam ke dada, punggung, dan leher Si Kecil untuk melegakan pernapasannya dan membuatnya lebih nyaman. Untuk bayi dan anak-anak, sebaiknya pilih balsam dengan bahan alami.

Salah satunya adalah balsem dengan bahan dasar eucalyptus dan ekstrak chamomile. Bahan ini dipercaya membantu meringankan gangguan pernapasan Si Kecil yang disebabkan oleh
hidung tersumbat.

Napas berbunyi dan sesak napas pada Si Kecil tidak boleh dianggap sepele. Ibu perlu mengetahui penyebab dan gejalanya untuk mengenali kondisi yang berbahaya. Bila Si Kecil mengalami sesak napas, lakukan langkah penanganan awal di atas dan segera periksakan ke dokter untuk
mendapatkan pengobatan yang tepat.

Gimana cara mengatasi sesak nafas pada bayi?

Penanganan Awal Napas Berbunyi dan Sesak Napas pada Si Kecil.

Bimbing Si Kecil untuk bernapas dengan mulutnya. Bila Si Kecil sudah cukup besar, Ibu bisa memintanya untuk bernapas melalui mulut. … .

Posisikan Si Kecil duduk dengan sedikit membungkuk. … .

3. Longgarkan pakaian. … .

4. Oleskan balsam..

Bagaimana ciri ciri bayi sesak nafas?

Beberapa ciri bayi sesak napas yang dapat diamati adalah sebagai berikut:.

Napas tidak teratur. Ciri bayi sesak napas dapat ditandai dengan napas cepat atau pendek dan tidak teratur. … .

2. Retraksi. … .

3. Lubang hidung melebar. … .

Mengi. … .

Mendengus. … .

6. Batuk. … .

7. Kulit membiru..

Apa penyebab bayi seperti sesak nafas?

Penyebab bayi sesak nafas karena asma
Alergi hidung (demam) atau eksim (ruam kulit alergi). Riwayat keluarga dengan asma atau alergi. Sering mengalami infeksi pernapasan. Berat badan lahir rendah.

Kapan anak harus dibawa ke RS saat sesak nafas?

Untuk sesak napas bisa lihat saturasi oksigen anak. Jika saturasinya 95 ke bawah, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit. Jika tidak ada saturasi, menurutnya bisa dengan melihat pola nafas anak, apakah anak bernapas lebih cepat dari biasanya. Orang tua bisa menghitung tarikan napas anak.

Apa yang harus dilakukan saat bayi sesak nafas? | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x