Apabila seorang peloncat melakukan kesempatan loncatan dan menyentuh mistar maka dinyatakan

By On Monday, August 22nd, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apabila seorang peloncat melakukan kesempatan loncatan dan menyentuh mistar maka dinyatakan – Hallo kawan kawan semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke web site TrendWisata ini. Di hari yang cerah ini, kita di web www.trendwisata.com akan sharing info yang wokeh tentang Apabila seorang peloncat melakukan kesempatan loncatan dan menyentuh mistar maka dinyatakan. Kami persilakan ibu dan bapak menyimak berikut ini:

LOMPAT TINGGI
Lompat Tinggi merupakan satu nomor lompat yang dipertandingakan dalam atletik.

Yang perlu diperhatikan dalam lompat tinggi yaitu :

a)      Lari awalan

b)      Tolakan

c)      Pada saat  melayang

d)     Pendaratan

Terdapat beberapa gaya lompat tinggi, yaitu

1.      gaya gunting

2.      gaya timur

3.      gaya guling barat

4.      gaya pelana

5.      gaya Fosbury Flop

Cara melakukan lompat jauh

a) Gaya gunting Pelompat menuju ke palang secara bersudut dan melonjak dengan kaki yang berada diluar dari palang. Semasa melepasi palang, pelompat berada dalam keadaan duduk berlunjur.

b) Gaya Timur Pelompat menuju ke palang secara lurus dari hadapan 90 derajat. Semasa melonjak,kaki bebas dihayun secara tegak ke hadapan badannya dan pelompat melepasi palang secara mengiring.

c) Gaya guling barat Penujuan ke palang secara bersudut seperti dalam gaya gunting.Pelompat melonjak dengan kaki yang lebih dekat dengan palang.Kaki lonjakan berada dalam keadaan bengkok semasa pelompat ‘ berguling’ selari dengan palang untuk membuat pelepasan.

d) Gaya pelana Gaya ini hampir sama dengan gaya fuling barat.Pelompat menuju ke palang secara bersudut. Ketika melepasi palang, muka pelompat memandang ke bawah dan keadaan badannya seolah-olah meniarap di atas palang.

e) Gaya Fosbury Flop Gaya yang paling popular dan berkesan pada masa kini ialah gaya Fosbury Flop  gaya ini pelompat menuju ke palang dengan membelakangi mistar.

LOMPAT TINGGI DENGAN GAYA GULING PERUT

            Perbedaan gay straddle dengan gaya yang lainnya terletak pada  pelaksanaannya , yaitun pada saat melewati mistar yang mengharuskan kaki di buka lebar samapi sebelum pendaratan kedua kaki telah di buka lebar atau kangkang . kaki tolak yang di gunkan pada gaya straddle adalah kaki terdekat (kaki yang lebih dekat ke matras )dan mendarat dengan kaki ayun (terjauh).

a.       Lapangan dan peralatan lompat tonngi

Dalam pelaksanaan lompat tinggi di perlukan  alat khusus yaitu mistar yang dapat turun naik dan matras tebal untuk pendaratan .ukuran perlengkapan dan bahan yang di gunakan harus sesuai standar yang telah di tetapkan oloeh PASI , yaitu :

1.      Mistar di buat dari logam atau kayu yang berbentuk bulat atau segi tiga dengan diameter 25 mm samapai 30 mm permukaan mistar harus datar atau halusdan kedua ujung harus persegi agar bias dki topang tiang mistar panjang mistar tidak kurang dari 4 m dengan berat 2,3 kg

2.      Lintasan untuk awalan sepanjang 18 m

3.      Tiang mistar harus di buar dari logam atau kayu yang kuat dan kokoh. Ketinggian mistar du naikan setiap 2-10 cm

4.      Tempat mendarat minimal berukuran 4×5 meter ytang berupa matras atau karet busa\yang di tutup plastic atau kain .

b.      Teknik dasar lompat tinggi gaya straddle

Unsure dasar yang dapat mempengaruhi hasil lompatan yaitu awalan ,tolakan sikap melewati mistar , dan mendarat , selain itu ketepatan melakukan lompatan ,kekuatan tungkai ,gaya ledak dari otot tungkai dan kelenturan dari tubuh pelompat juga turut mempengaruhi .

1.      Awalan (apporoach)

a)      Arah

Arah awalan di lakukan dengan sudut antara 35o samapai 45o terhadap letak mistar panjang awalan delapan langkah 4 langkah terakhir lebih lkebar dari 4 langkah pertama aagar selalu bertumpu pada titik tumpu yang tepat di anjurkan menggunakan tanda kalau trumpuan di lakukan dengan kaki kiri , maka awalan di lakukan di sebelah kiri bak lompatdengan kecepatan tinggi .

Ada beberapa alas an mengapa arah lompatan harus di buat miring

·         Memberikan jarak yang cukup untuk mengayunkan kaki ayun pada say take off sehingga tidak menendang matras atau mistar .

·         Agar memungkinkan untuk mengerakan bagian tubuh yang lain melewati mistar sebelum titik berat mencapai titik tertinggi

b)      Kecepatan (speed)

Kecepatan awalan lompat tinggi hanya dli perlukan untuk member momentum terhadap badan ketika melewati mistar . sebagai patokan semakin tinggi mistar yang harus di lewati, kecepatan awalan harus semakin tinggi .

c)      Jarak (distance)

Semakin besar kecepatan yang di perlukan semakin panjang jarak awalnya .

2.      Tolakan (take off)

Tolakan adalah proses mengubah momentum horizontal dari awalan menjadi momentum yang di gunakan untuk melewati mistar .Dalam gaya straddle kekuatan vertical yang di perlukan di peroleh dari kecondongan tubuh kebelakang yang nyata sebelum take offdi ikuti oleh gerakan kaki ayun dan tangan ke atas . Sikap badan yang agak menengandah menyebabkan sudut tumpuan yang besar sehingga akan mem[ermudah gerakan mengayun kaki yang juga membantu gerakan ke atas .

3.      Melewati mistar

Setelah mencapai titik tinggi maksimum , berat badan di putar kekiri penuh dengan kepala mendahului melewati mistar ,perut dan dada menghadap ke bawah . kaki yang semula bergantung di tarik dalam sikap kangkang . pada saat ini9n kaki kanan sudah turun dan tangan sudah siap-siap untuk mendarat .(sumber : nandocitis.blogspot.com/2011/10/materi-lompat-tinggi.html)

                                        Peraturan Dalam Lompat Tinggi (High Jump)

Peraturan Perlombaan

1.      Semua
peserta lompat tinggi harus bertolak menggunakan satu kaki.

2.      Seorang
pelompat dinyatakan gagal apabila :

a.       Menjatuhkan
bilah lompat (dari tiangnya)

b.      Menyentuh
tanah termasuk daerah pendaratan dibalik bidang vertikal yang dibatasi oleh
kedua tiang yang dibatasi oleh kedua tiang lompat dan perluasan bidang vertikal
tersebut. Diluar kedua tiang lompat. Dimaksud disini menyentuh dengan setiap
bagian tubuh, tanpa terlebih dahulu melewati bilah lompat (dengan bersih/tanpa
menyentuhnya)

3.      Urutan
peserta melakukan percobaanya (trial) ditentukan dengan cara undian, lihat
pasal 143 ayat 7

4.      Sebelum
perlombaan dimulai juri lompat tinggi akan mengumumkan ketinggian pertama yang
dipasang, berapa cm kenaikan bilah lompat berikutnya (pada ahir tiap giliran)
sekali perlombaan dimulai seorang peserta tidak diperbolehkan menggunakan
daerah awalnya atau tempat bertolaknya untuk maksud mengadakan latihan.

5.      Semua
peserta diberikan kredit terhadap semua lompatanya yang berhasil.

6.      Seorang
pelompat dapat memulai melompat pada ketinggian yang ia sukai diatas tinggi
minimum yang ditentukan dan akan melompat sesuka hatinya pada ketinggian
berikutnya.

Tiga
kali kegagalan berturut-turut pada ketinggian mana saja bila terjadi pada
seorang pelompat, dia dinyatakan gugur untuk melakukan lompatan selanjutnya.

Catatan
: pengaruh dari peraturan ini bahwa seorang pelompat dibenarkan melewatkan
kesempatan melompat ke 2 dan ke 3 pada ketinggian tertentu (sesudah gagal
sekali atau kedua kali) dan masih boleh melompat pada ketinggian berikutnya.

7.      Setiap
pengukuran bagi suatu ketinggian baru harus dilakukan sebelum para pelompat
mencoba melompatinya. Dalam hal ada kasus pemecahan rekor juri lompat harus
memeriksa ukuran ketinggian yang sebenarnya sesudan dengan berhasil dilewati /
dilompati seorang peserta.

Catatan
: jika harus mengenali betul letak bilah lompat yang bagian bawah dan bagian
depan dalam kedudukan yang benar, dan dipasang lagi sehabis jatuh harus
dipasang seperti sediakala. Tidak setiap kali merobah yang besar kemungkinannya
tingginya bilah lompat berbeda pula.

8.      Sekalipun
seluruh peserta sudah jatuh/ gugur seorang pelompat masih berhak melompat
sampai dia kehilangan haknya untuk meneruskan berlomba dalam hal ini ketinggian
mana bilah lompat dinaikan harus ditentukan sesudah berkonsultasi dengan
peserta bagaimana kehendaknya.(sumber : arifinbaraja.blogspot.com/…./peraturan-dalam-lompat-tinggi-high-jump.html)

Gaya Lompat Tinggi 

Sama seperti lompat jauh, di dalam cabang atletik lompat tinggi dikenal juga beberapa gaya yang didasarkan pada gaya sang atlit saat ia bergerak melayang di udara. Untuk dapat mempraktekan gaya-gaya dalam lompat tinggi dapat dijelaskan sebagai berikut. 

1. Gaya Gunting atau eastern form

Untuk dapat melakukan lompat tinggi Gaya Gunting ini cukup mudah yaitu sebagai berikut. 

  • Pelompat mengambil awalan dari tengah.
  • Melompat dengan bertumpu menggunakan kaki yang terdekat dengan mistar. Jika bertumpu dengan kaki kiri, maka pada saat mendarat dengan kaki kiri terlebih dahulu.
  • Di udara, badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.

2. Gaya Guling Perut atau Straddle
Gaya Guling Perut yaitu sebuah gaya yang dimulai dengan cara menikung dengan cepat. Tujuan awalan pada gaya ini adalah untuk mempersiapkan tolakan, mempersiapkan sudut lepas landas serta menciptakan arah horizontal yang kemudian akan diubah menjadi kecepatan bertikal atau ke atas. Pada proses tolakannya, gaya ini menekankan pada penggunaan 1 kaki yang paling kuat. Adapun tujuan tolakan pada gaya ini adalah untuk memperoleh saat tepat memutar untuk bisa melewati mistar, untuk merubah gerak datar atau horizontal menjadi arah atas atau vertikal.  

Rangkaian gerakan dalam lompat tinggi gaya guling perut terdiri dari awalan, tolakan,  sikap badan ketika berada di atas mistar, dan mendarat. Untuk lebih jelasnya dapat dijekaskan  sebagai berikut :

a. Awalan

  • berlari dengan kecepatan yang disesuaikan,
  • awalan dari samping kira-kira bersudut 30°/40° dengan tiang lompat,
  • berlari agak serong dari mistar.

b. Tolakan

  • bertumpu dengan kaki yang terdekat dengan mistar.
  • sesaat akan bertumpu, badan merebah sedikit atau condong ke belakang,
  • kaki tumpu menolak ke atas, sehingga lutut lurus dan kedua lengan diayun ke depan atas.
  • kaki yang lain diayunkan dengan kuat, lurus ke depan atas,

c. Sikap badan di atas mistar

  • tidur telungkup terus ber guling, serta badan dan kepala diturun kan,
  • pada saat badan mulai turun, lutut segera diluruskan ke belakang.

d. Mendarat
Bila menggunakan tumpuan kaki kiri maka mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan gerakan berguling.

3. Gaya Flop
Cara melewati mistar dengan gaya ini merupakan kebalikan dari gaya straddle. Lompatan straddle berguling di atas mistar dengan perut menghadap ke bawah (ke arah mistar). Lompatan flop melewati mistar dengan punggung yang menghadap ke bawah.


Rangkaian gerakan dasar lompat tinggi gaya flop yaitu:

a. Awalan
Berbeda dengan straddle, awalan pada flop arahnya dari depan, dilakukan dengan sangat cepat, dengan cara sedikit melingkar atau menikung, dan tegak lurus menghadap letak mistar. Awalan dari depan menuju tiang sandaran mistar sebelah kanan (bila bertumpu pada kaki kiri). Pada langkah-langkah terakhir mengubah arah serong ke kiri, tidak lagi tegak lurus pada mistar.
b. Tolakan
Gerakan saat menolak yaitu:

  • jika bertumpu dengan kaki kanan, kaki kanan menumpu dengan kuat,
  • kaki kiri diangkat dengan lutut ditekuk sambil memutar badan ke arah awalan,
  • badan membelakangi mistar,
  • disusul dengan gerakan melintang melewati mistar dengan punggung melengkung.

c. Sikap badan di atas mistar
Sikap badan di atas mistar merupakan gaya dalam lompat tinggi. Sikap badan gaya flop adalah:

  • kepala paling dulu melewati mistar,
  • diikuti dengan badan yang telentang,
  • punggung menghadap mistar.
  • setelah mencapai titik ketinggian maksimal dan pantat melewati mistar, kedua kaki diayun ke atas untuk dapat melewati mistar seluruhnya.
  • Dagu ditarik ke bagian dada dan punggung atlit diusahakan ada di atas mistar dengan menyerupai busur yang melintang.

c. Mendarat
Anggota tubuh yang mendarat terlebih dahulu adalah punggung. Sikap tubuh telentang saat mendarat. Oleh karenanya, gaya lompat tinggi ini hanya mungkin dilakukan di atas busa. Jangan mencoba gaya flop di bak pasir.

Dalam melakukan lompat tinggi, poin paling penting bagi atlit adalah membuat lompatan setinggi mungkin dengan tidak membiarkan salah satu anggota tubuh meyentuh mistar dan membuat ia berubah tempat, sebab hal tersebut akan dianggap gagal. Hal lain yang patut dihindari adalah gerak lari pada awalan yang terlampau cepat, saat hendak menolak, kaki terlalu lurus ke depan, gerakan kombinasi pada kaki atlit kurang sempurna, badan yang condong dan terlampau mendekati mistar, atlit melewati mistar namun dalam posisi seperti duduk, membuat sebuah lengkungan badan yang terlalu dini, dan gerak yang terlambat di akhir. (sumber : mastugino.blogspot.com > penjas)


Page 2

Apabila seorang peloncat melakukan kesempatan loncatan dan menyentuh mistar maka dinyatakan | admin | 4.5