Apakah jurusan pendidikan Matematika sulit

By On Tuesday, August 9th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Apakah jurusan pendidikan Matematika sulit – Hi kawan-kawan semua, Selamat datang di web site TrendWisata ini. Malam ini, kita dari web site TrendWisata mau share tanya dan jawab yang cool yang membahas Apakah jurusan pendidikan Matematika sulit. Sebaiknya sista dan agan cek di bawah ini:

Saat ini Anda menggunakan browser yang tidak mendukung halaman kami.

Mozilla Firefox

Google Chrome

Safari Browser

Matematika telah menjadi momok yang mengerikan bagi banyak siswa. Mata pelajaran ini memang memerlukan perhitungan yang akurat dalam pengerjaannya. Tidak hanya itu, kamu juga dituntut untuk teliti pada setiap proses pengerjaannya agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.

Nggak heran kalau Jurusan Matematika kurang diminati di jenjang perguruan tinggi. Anggapan mengenai Matematika itu rumit dan tidak menyenangkan mungkin adalah pertimbangan kebanyakan siswa untuk tidak memilihnya. Tapi, apakah benar kalau belajar di Jurusan Matematika itu akan sama sulitnya sewaktu di SMA?

Bagaimana jika kamu menyukai Matematika tapi tidak percaya diri dengan kemampuan yang ada. Apakah Jurusan Matematika masih cocok dengan kamu? Daripada galau, ada baiknya mencari tahu informasi mengenai Jurusan Matematika lebih jauh.

Quipper Video Blog kali ini berhasil mewawancarai Meta Nur Cahyaning Hidayah (Mahasiswa Matematika UGM 2011) untuk menjawab pertanyaan kamu mengenai seperti apa sih belajar Matematika saat di bangku kuliah.

“Saya suka Matematika tapi nggak terlalu menonjol saat di kelas,” Gimana nih dengan pemikiran siswa yang seperti ini?

Gapapa, justru rasa suka terhadap Matematika lebih penting dan lebih dibutuhkan di bangku kuliah untuk bisa bertahan. Tapi kamu harus tahu bahwa belajar Matematika di SMA dengan perguruan tinggi itu berbeda. Jadi, banyak-banyak cari informasi tentang Jurusan Matematika akan lebih membantu kamu nantinya.

Yuk Persiapkan UN Kamu dengan Les Matematika Online!

Berdasarkan pengalaman kamu, streotype apa saja yang salah mengenai kuliah di Jurusan Matematika?

Bahwa kalau kuliah di Jurusan Matematika itu isinya Cuma ngehitung angka doang. Matematika di SMA dibandingkan dengan di bangku kuliah is really whole different thing.

Di Jurusan Matematika kamu akan lebih dibentuk dalam berfikir logis dan sistematis, nggak kaya di SMA yang cuma ngitung masukin rumus. Ngehapalin rumus? Nggak ada hafalan rumus di Jurusan Matematika, semuanya harus dipahami dan diuraikan secara logis, sebab-akibat.

Selain itu, ada juga anggapan kalau lulusan Jurusan Matematika cuma bisa jadi guru. Di Jurusan Matematika kamu bakal mempelajari berbagai macam Matematika yang diterapkan di cabang-cabang ilmu lain, seperti: Matematika Keuangan, Matematika Terapan, Matematika Biologi, Matematika Fisika, Matematika Kimia, dll.

Ada juga mata kuliah pilihan yang mempelajari tentang saham, akuntansi aktuaria, mikro-makro ekonomi, dan sebagainya.

Dan ada juga mata kuliah yang mempelajari mengenai bagaimana cara membentuk persamaan-persamaan untuk mencari solusi dari masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi intinya, karena di Jurusan Matematika belajar mengenai banyak hal maka lulusan Jurusan Matematika bila flexible ke mana aja, tergantung masing-masing individunya.

Karena kebiasaan berpikir logis selama belajar materi kuliah jadi melatih kita dalam menghadapi masalah di kehidupan sehari-hari, nggak asal aja gitu nyelesainnya. Selain itu, mahasiswa Matematika juga bisa dibilang lebih cepat dalam mencerna hal-hal yang baru.

Kalau untuk suasana belajar dan teman-temannya bagaimana? Apa saja hal yang menyenangkan yang kamu rasakan terkait hal itu?

Jujur aja ya, suasana belajar di Jurusan Matematika yang aku alamin bisa dibilang lebih serius dibandingin dengan jurusan lain. Kalau teman-temannya sih nggak ada masalah, tetap suka main kayak anak muda pada umumnya. Jadi, jangan ber-streotype kalau anak-anak Jurusan Matematika itu serius-serius dan nggak bisa diajak becanda, kita tetep youngsters pada umumnya kok.

Yuk Belajar Mencintai Matematika Agar Kamu Siap Menghadapi UN 2017!

Kalau lulus nanti, jurusan Matematika itu kerjaannya di mana dan ngapain aja, ya?

Seperti yang aku bilang di jawaban pertanyaan sebelumya, lulusan Jurusan Matematika bisa dibilang sangat flexible ke mana aja. Hal tersebut dikarenakan lulusan Matematika banyak mempelajari cabang-cabang ilmu lainnya semasa kuliah.

Saran dari kamu untuk adik-adik yang masih galau untuk milih jurusan Matematika?

Banyak-banyak cari informasi aja, sampai dengan kurikulum di Jurusan Matematika, baca dan pahami baik-baik setiap mata kuliah yang ditawarkan. Dari situ bisa dibilang sangat membantu dalam memberi gambaran Jurusan Matematika itu seperti apa.  

Gimana Quipperian? Apakah masih galau untuk memilih Jurusan Matematika saat di bangku kuliah? Semoga jawaban dari wawancara di atas menambah referensi kamu mengenai serba-serbi Jurusan Matematika, ya.

Agar Quipperian semakin mahir dalam mengerjakan soal Matematika saat UN ataupun SBMPTN, kamu bisa ikut Les Matematika Online yang ada di Quipper.

Penulis: Laenelson

Banyak banget teman dan saudara yang suka nanya gimana rasanya belajar matematika dan jadi anak matematika. Ya gitu aja sih, dari yang senang sampai susah, bahagia sampai terpuruk, pasti ada aja. Tapi kebanyak orang tuh pada nanyanya, apa matematika itu kerjaannya ngitung doang, atau gimana. Ya enggak sih, kalau udah kuliah dimulai dari menghitung, membuktikan, bahkan menganalisis. Nah, dibalik kerjaannya yang doyan membuktikan dan menganalisis ini, pasti ada suka dan duka yang dirasakan. Bahkan setelah selesai belajar dan harus mengajarkan ke orang, tetap aja bakal ada suka dan dukanya.

Sukanya:

  1. Serasa memiliki ilmu raja dari segala raja. Ilmu selain matematika apa sih yang gak ada matematikanya? Bahkan agamaku aja ada perhitungan zakat dan pembagian warisan misalnya, yang pakai matematika. Atau bahkan bahasa Indonesia, misalnya jumlah paragraf, jumlah kata, jumlah bait, dan lain-lain.
  2. Belajar matematika itu bukan sekedar belajar materi, tapi juga belajar menganalisis dan mengkonstruksi konsep. Biar kata kepala botak berasap dipakai mikir, yang jelas melatih otak. Kamu akan stress membangun dan menysun ide matematika, tapi ketika menemukannya, kamu bakal jingkrak-jingkrak sampai salto. Dijamin. Ada kepuasan tersendiri ketika belajar matematika.
  3. Merasa keren kalau bisa mengajarkan matematika ke siswa, apalagi membuat siswa suka matematika. Rasanya tuh bangga bisa menunjukkan ke siswa kalau matematika itu menyenangkan, bukan susahnya doang.
  4. Melalui matematika, kita dipaksa belajar. Karena matematika itu gak cukup cuma dibaca, tapi ditulis ulang, dikerjakan, dan dilatih. Kalau siswa udah bisa memaksakan diri belajar matematika yang katanya susah, kebanyakan mereka akan bisa memaksakan diri belajar pelajaran yang lain juga.
  5. Semakin tinggi tingkatan kita belajar matematika, semakin sadar juga kalau selama ini kita gak tau apa-apa. Namanya aja MaTeMaTiKa, akronim dari Makin Tekun Makin Tidak Karuan. Semakin digali, semakin gila, semakin sadar kalau ternyata matematika itu bukan urusan ngitung doang. Kalau udah begini, semakin rendah hati-lah kita, karena semakin belajar semakin sadar kalau diri kita itu tak ada apa-apanya. Sama halnya kayak belajar Astronomi, gak tau batasnya sampai mana. Yang kita tau, kita cuma makhluk kecil.
  6. Kesempatan karir lebih terbuka lebar karena semua bidang butuh matematika. Tapi memang biasanya kalau udah masuk matematika pendidikan, karirnya ya ke pendidikan matematika lagi, jadi guru atau dosen. Yang paling kemana-mana itu matematika murni. Tapi semua itu balik lagi ke orangnya, bisa atau enggak membawa ilmunya ke dunia luar sana yang syungguh gannaazzz..

Dukanya:

  1. Suka baper kalau ada yang merendahkan matematika, misal omongan ‘Matematika itu ilmu pembantu’ atau ‘Matematika itu kuno’, dan lain sebagainya. Kayak bapakku tuh, suka berantem sama aku kalau dia suka ngeledek ‘Matematika itu ilmu pembantu Fisika’, mentang-mentang dia orang fisika. Dianya ngomong asal jeplak sambil ketawa-ketiwi, akunya jadi baper khaaannn wkwkwkwk.. Maaf ya, matematika itu ilmu inti yang kalian tak bisa apa-apa tanpa kami. Kalian aja kali yang ngiri kami ada di puncak teratas kebutuhan segala ilmu wkwk. Jangan baper ya, aku cuma nimpa-nimpa mereka yang suka ngeledekin matematika. Kalau gak merasa ngeledekin, biasa aja ya hahaha. Semua ilmu itu saling membutuhkan dan saling terikat demi membangun kehidupan guys, gak ada yang lebih unggul atau lebih rendah. Matematika menurutku bukan ilmu paling unggul, tapi ilmu yang jangkauannya paling luas. Kalaupun ada yang harus lebih unggul sedikit, dia adalah ilmu Bahasa. Karena tanpa bahasa, kita takkan bisa berbuat apa-apa dan memahami apa-apa.
  2. Suka disebut perhitungan, hemat, irit, pedit (pelit), medit (melit), bahkan gak punya perasaan gara-gara kesehariannya berpikir pakai logika melulu wkwk. Tapi memang benar loh, kalau udah bergaul di lingkungan heterogen, kebanyakan akan kelihatan siapa-siapa yang dulunya kuliah jurusan matematika atau jurusan yang belajarnya kaya akan ilmu matematika. Sering banget aku ditanya sama teman-teman yang dulunya belum kenal asal-usul pendidikanku, kayak misal “Orangmatematika biasanya itungan”. Atau “Ih kamu jurusan matematika ya kuliahnya? Dominan logika daripada hati.”, eaaaaaa. Ya karena matematika itu berkutat tentang logika ide, bukan logika cinta, karena cinta itu tidak pakai logika duhai sahabat-sahabatku (halllaaaahhh..). Cinta ini!~ Kadang-kadang tak ada logika!~ Eaaaaaaa langsung nyanyi lagu Agnes lengkap dengan koreografinya. Yap, matematika adalah Logika cuy, sudah kodratnya, terima saja wkwk.
  3. Merasa gagal sebagai guru matematika kalau lihat siswa bengong setelah kita menjelaskan. Siswa bengong, aku ikut bengong, mikirin mereka bengong emang paham atau nge-blank. Pas ditanya katanya ngerti, pas ditanya balik materinya, gak bisa jawab. Hyaaaaa seketika ingin jeduk-jedukin kepala ke tembok. Tolong aku ayaaahhh wkwk. Dalam hati, “Haduh, segini susah kah matematika itu buatmu nak? Ibu salah ngajarnya ya?”, dan kegalauan lain yang mendadak muncul.
  4. Suka kesel sendiri ketika berjam-jam gak nemu ide konsep matematika. Ini perasaan campur aduk yang tak terkalahkan. Udah mah matematika itu abstrak, ditambah gak ada ide, makin abstrak. Bukan abstrak lagi namanya, tapi kusut hahaha. Apalagi kalau stuck-nya pas lagi ada tugas atau ujian, bersiap pasrah dan tinggal mengangkat tangan untuk berdoa semoga Tuhan memberi belas kasihan.

Itu dia suka dan duka yang aku rasakan sebagai mahasiswa matematika, khususnya pendidikan. Jadi kalau bilang matematika itu keren, ya gimana yang menjalaninya. Tapi kalau bilang matematika itu gak ada apa-apanya, ya gak juga. Toh segala ilmu itu pasti ada plus minus yang bisa dirasakan pembelajar dan penggelutnya. Yang jelas, matematika itu ilmu yang perlu dipelajari. Memangnya matematika itu ilmu? Ada yang bilang ya, ada yang bilang bukan. Topik matematika sebagai ilmu itu pernah dibahas di perkuliahanku. Intinya, balik lagi ke perspektif setiap orang.

Apakah jurusan pendidikan Matematika sulit | admin | 4.5