Bukti apa saja yang diperlukan dalam transaksi piutang?

By On Wednesday, September 21st, 2022 Categories : Tanya Jawab

Bukti apa saja yang diperlukan dalam transaksi piutang? – Pa kabar tante dan om semua, Selamat datang di website Trend Wisata ini. Sore ini, kami dari web Trend Wisata ingin berbagi tips yang oke banget yang mengulas Bukti apa saja yang diperlukan dalam transaksi piutang?. Ini dia Agan menonton berikut ini:

Selain buku besar pembantu utang, perusahaan dagang juga membutuhkan buku besar pembantu piutang. Apalagi, untuk perusahaan dagang yang telah memiliki banyak transaksi, adanya buku besar pembantu piutang akan sangat diperlukan. Buku besar pembantu piutang adalah buku besar umum yang akan sangat membantu perusahaan dagang dalam memberikan kemudahan informasi tentang adanya piutang.

Jadi, fungsi buku besar pembantu piutang yang paling utama adalah untuk memberikan informasi tentang adanya piutang usaha. Selanjutnya, buku besar pembantu piutang tersebut akan menjadi informasi yang penting untuk mengambil keputusan dengan menghimpun data-data lain dari buku besar umum milik perusahaan dagang.

Buku besar pembantu piutang adalah buku besar umum yang akan sangat membantu perusahaan dagang dalam memberikan kemudahan informasi tentang adanya piutang.

Menyusun buku besar pembantu piutang tidak jauh berbeda dengan cara menyusun buku besar pembantu utang. Perbedaannya hanya terletak pada objeknya saja. Pada buku besar pembantu piutang dibutuhkan bukti-bukti berupa faktur penjualan, bukti penerimaan kas untuk bukti penerimaan tagihan atau piutang, dan nota debit atau kredit. Berikut ini, akan dibahas secara bertahap cara menyajikan buku besar pembantu piutang.

Mengumpulkan Catatan Transaksi

Tahap pertama yang perlu diperhatikan saat akan menyajikan buku besar pembantu piutang adalah mengumpulkan catatan transaksi. Catatan transaksi tersebut meliputi data piutang debitur, transaksi yang sedang berlangsung, dan penerimaan piutang dari debitur. Transaksi tersebut dikumpulkan dan disajikan dalam bentuk tabel seperti contoh berikut ini:

Keterangan gambar di atas : Tabel Data piutang kepada debitur atau pihak penjamin pada tanggal 1 Juli 2020

Keterangan gambar di atas :  Penerimaan piutang dari para debitur

Dari data di atas, diperoleh piutang usaha pada tanggal 1 Juli 2020 senilai Rp 12.100.000. Piutang tersebut dicatat pada posisi debit dengan nama akun piutang usaha dalam buku besar. Sementara untuk rincian atas transaksi piutang akan dicatat di dalam buku besar pembantu piutang.

Seluruh faktur penjualan yang dicatat di dalam buku jurnal dengan nama akun piutang usaha senilai Rp 500.000 pada tanggal 31 Juli 2020. Dalam pencatatan transaksi, setiap jenis faktur penjualan harus dicatat ke dalam buku pembantu piutang dengan mendebit terlebih dahulu rekening debitur yang menjadi piutang dagang atau piutang usaha.

Setiap bukti penerimaan kas dari debitur harus dicatat dalam buku jurnal penerimaan kas. Dari data di atas, pada tanggal 31 Juli 2020 akun piutang usaha pada buku jurnal tersebut berada pada posisi kredit karena akan mengurangi piutang usaha sebesar Rp 17.700.000. Setiap bentuk bukti penerimaan juga harus dicatat pada masing-masing bukti penerimaan kas.

Menyusun Transaksi dalam Buku Besar

Setelah setiap transaksi dicatat maka selanjutnya bisa menyusun transaksi tersebut ke dalam buku besar terlebih dahulu. Bentuk penyajiannya bisa seperti pada contoh berikut ini:

Dari tabel buku besar di atas, terdapat kolom referensi (Ref) untuk mencantumkan jenis jurnal atas setiap transaksi. JPn-1 artinya buku jurnal penjualan pada halaman 1 dan JKM-1 artinya buku jurnal penerimaan kas pada halaman 1.

Sesuai data, akun piutang usaha pada tanggal 31 Juli 2020 memperlihatkan saldo debit sebesar Rp 9.900.000. Jumlah tersebut harus sama dengan jumlah piutang pada buku pembantu piutang.

Membuat Buku Besar Pembantu Piutang Usaha

Setelah penyajian transaksi di buku besar selesai, selanjutnya setiap transaksi piutang kreditur bisa dipindahkan ke dalam buku pembantu piutang usaha. Adapun contoh dari buku pembantu piutang usaha tersebut yaitu:

Baca Juga : Cara Membuat Buku Besar Format T dan Lengkap dengan Contohnya

Baca Juga: Neraca Saldo : Pengertian Lengkap, Jenis Dan Contoh Praktisnya

Informasi piutang dagang maupun piutang usaha dari kreditur Anda harus termuat dalam buku besar dan buku pembantu piutang. Tujuannya adalah supaya Anda dapat mengontrol piutang usaha dan kinerja keuangan Anda. Maka dari itu, pastikan Anda selalu membuat buku besar pembantu piutang.

Saat ini, membuat buku besar pembantu piutang tidaklah sulit. Anda bisa memanfaatkan software akuntansi Harmony yang bisa membuat berbagai macam bentuk buku jurnal, buku besar, buku umum, neraca, dan laporan keuangan.

Cara menggunakannya software ini juga tergolong mudah karena bisa dioperasikan bagi pemula tanpa keahlian IT khusus. Coba GRATIS 30 Hari, software akuntansi Harmony dengan  melakukan pendaftaran di sini. Selanjutnya, follow dan like akun Facebook, Instagram dan LinkedIn Harmony untuk terus mendapatkan penawaran dan info terupdate setiap hari.

Ingin terima beres laporan keuangan perusahaan Anda? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan Harmony Accounting Service yaitu jasa pembuatan laporan keuangan dengan harga terjangkau yang dikerjakan oleh profesional berpengalaman dalam bidang akuntansi.

Kenapa mengatur hutang piutang sangat penting didalam suatu perusahaan, baik kita akan perumpamakan piutang sebagai perahu kecil sedikit celah yang bocor dan hutang kita umpamakan perahu kecil yang memiliki banyak celah bocor, menurut anda perahu mana yang akan cepat menyebrangi sungai ? ya pasti anda akan memilih perahu yang memiliki sedikit celah bocor, begitu juga suatu perusahaan, perusahaan yang berpikir maju pasti akan memikirkan cara agar perusahaan melaju dengan cepat dan bergerak maju.

Laporan hutang dan piutang ini berperan sangat amat penting didalam suatu perusahaan, disini saya sebagai penulis akan mengajarkan mengatur hutang dan piutang yang mudah dan benar, mungkin bagi seorang pembisnis yang sudah lama bergelut dengan perusahan dan mengerti Accounting mengatur hutang dan piutang mudah tetapi bagi anda yang baru bergerak dibidang bisnis dan belum mengerti Accounting pasti cara ini sangat membantu anda dalam menjalankan bisnis.

Dokumen apa saja yang digunakan dalam pencatatan piutang ke dalam kartu piutang diantaranya sebagai berikut :

  1. Faktur penjualan
    Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan timbulnya piutang dari transaksi penjualan kredit. Dokumen ini juga dilampiri dengan surat muat [bill of lading] dan surat order pengiriman sebagai dokumen pendukung untuk mencatat transaksi penjualan kredit.
  2. Bukti Kas Masuk
    Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur. Dasar pencatatan ke dalam kartu piutang digunakan surat pemberitahuan [remittance advice] sebagai dokumen sumber.
  3. Memo Kredit
    Dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan retur penjualan. Memo kredit dikeluarkan oleh bagian order penjualan dan jika dilampiri dengan laporan penerimaan barang yang dibuat oleh bagian penerimaan, merupakan dokumen sumber untuk mencatat transaksi retur penjualan.
  4. Bukti Memorial [Journal Voucher]
    Dokumen ini merupakan dokumen sumber untuk dasar pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum, yang dikeluarkan oleh fungsi kredit yang memberikan otorisasi penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih lagi. Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan penghapusan piutang.

Pada dasarnya pembuatan laporan Hutang dan Piutang bertujuan piutang bertujuan untuk mencatat mutasi hutang piutang perusahaan , yang terjadi karena transaksi penjualan kredit, retur penjualan, penerimaan kas dari piutang, dan penghapusan piutang, dan sistem akuntansi utang meliputi prosedur pencatatan distribusi pembelian berupa pengembalian barang yang dibeli kepada pemasok yang bersangkutan.

Dokumen sumber untuk dasar pencatatan mutasi piutang adalah faktur penjualan, memo kredit, dan bukti memorial, sedangkan untuk dokumen sumber untuk pencatatan utang karena adanya pengembalian barang adalah memo debit dan laporan pengiriman barang.

Metode pencatatan piutang ke dalam buku pembantu piutang terdiri dari metode konvensional, posting langsung ke dalam kartu piutang atau pernyataan piutang, metode pencatatan tanpa buku pembantu, sedangkan untuk metode pencatatan utang dilakukan dengan metode account payable procedure dan voucher payable.

Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang adalah jurnal penjualan, jurnal retur penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal umum, dan kartu piutang dagang. Untuk catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat mutasi utang dalam account payable procedure adalah kartu utang, jurnal pembelian, dan jurnal pengeluaran kas.

Contoh laporan hutang yang mudah dan baik pada program Zahir Accounting

Contoh laporan piutang yang mudah dan baik pada program Zahir Accounting

Mudah bukan untuk membuat laporan Hutang – Piutang, dengan menggunakan Software Akuntansi  Zahir Accounting Semua Menjadi Mudah.

Penulis : M Zerra Haqsah

Di dalam sebuah bisnis, baik kecil maupun besar, transaksi adalah suatu hal yang lazim terjadi. Suatu kejadian bisa disebut sebagai transaksi apabila telah terjadi perubahan pada faktor finansial di bisnis tersebut. Perubahan ini bisa dalam bentuk berkurang atau bisa juga bertambah nilainya. 

Perubahan yang terjadi saat terjadinya transaksi ini sangat berpengaruh terhadap kondisi keuangan sebuah bisnis atau perusahaan. Beberapa contoh kegiatan transaksi di dalam sebuah bisnis, antara lain: menjual produk, membeli bahan produksi, membayar gaji, serta membayar beberapa tanggungan bisnis lainnya. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] transaksi adalah bentuk persetujuan jual-beli dalam kegiatan perdagangan antar pihak pembeli dan juga pihak penjual. Di mana, objek pengukurannya dapat dinilai dengan nilai mata uang, serta dapat memengaruhi laporan keuangan yang dibuat dalam sistem akuntansi. Pencatatan atas kegiatan transaksi tersebutlah yang biasanya dikenal dengan bukti transaksi. 

Pengertian Bukti Transaksi 

Bukti transaksi adalah bukti tertulis yang mencatat atau merekap seluruh kegiatan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan atau sebuah bisnis. Bukti transaksi memiliki peran penting dalam mencegah munculnya permasalahan dalam hal keuangan di waktu yang akan datang.

Bukti transaksi yang sudah dicatat adalah pegangan untuk mempermudah tim akuntan perusahaan atau sebuah bisnis dalam menyusun laporan keuangan. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari adanya pencatatan bukti transaksi secara urut dan rutin. Selain bisa untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab dalam sebuah transaksi yang sudah terjadi, bukti transaksi juga bisa mencegah terjadinya kesalahan dalam penghitungan finansial sebuah bisnis atau perusahaan.

Tujuan Bukti Transaksi

Adanya pencatatan transaksi dalam bentuk sebuah bukti transaksi bukan tanpa tujuan. Ada beberapa tujuan dari pencatatan transaksi, antara lain: 

  • Untuk memberikan informasi yang rinci dan detail mengenai perubahan pada sumber finansial sebuah bisnis atau perusahaan yang terjadi akibat adanya aktivitas usaha yang disebut transaksi.

  • Untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan sumber-sumber finansial, modal perusahaan, serta kewajiban yang harus dibayarkan.

  • Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat membantu perusahaan untuk memperkirakan potensi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan kedepannya.

  • Untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan yang relevan kepada pengguna laporan keuangan.

  • Untuk menghindari terjadinya selisih atau kesalahan dalam pencatatan keuangan sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam hal ini, seluruh bukti transaksi yang ada harus disimpan dengan rapi. 

Manfaat Bukti Transaksi

Selain memiliki beberapa tujuan tertentu, pencatatan kegiatan transaksi dalam sebuah bukti transaksi juga memiliki manfaat dan fungsi yang berperan penting dalam sebuah bisnis yang sedang dijalankan. Secara umum, manfaat dari bukti transaksi adalah:

  • Dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan atau selisih dalam pencatatan akuntansi dengan cara menyatakan transaksi dalam bentuk tulisan.

  • Berfungsi sebagai dasar untuk pencatatan akuntansi,

  • Menghindari duplikasi pada pengumpulan data keuangan.

  • Dapat diketahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi.

  • Bisa menjadi media yang berisikan data informasi keuangan.

Jenis-jenis Bukti Transaksi

Secara garis besar, bukti transaksi terbagi menjadi dua kategori, yaitu bukti transaksi internal dan bukti transaksi eksternal.

Bukti transaksi internal adalah bukti transaksi yang berasal dari dalam perusahaan atau sebuah bidang bisnis. Transaksi yang terjadi biasanya dilakukan oleh pihak personalia perusahaan untuk keperluan internal. Transaksi yang dibuat maupun transaksi yang dikeluarkan semuanya berasal dan berdasarkan kebutuhan perusahaan. 

Contoh dari bukti transaksi internal, misalnya memo dari pimpinan perusahaan kepada karyawan kantor, atau adanya perubahan nilai finansial karena penyusutan aset perusahaan, bisa juga kebutuhan perlengkapan kantor di berbagai divisi yang ada dalam perusahaan. 

Bukti transaksi eksternal adalah bukti pencatatan transaksi yang berlangsung antara pihak perusahaan dengan pihak dari luar perusahaan. 

Contoh bukti transaksi eksternal ada bermacam-macam, misalnya kuitansi, faktur, cek, nota kredit, nota debet, dan lain sebagainya.

Macam-macam Bukti Transaksi

Macam-macam bukti transaksi ada banyak, berikut ini adalah contoh bukti transaksi baik dari transaksi internal dan juga eksternal.

Memo

Memo adalah suatu tulisan atau catatan yang singkat, padat, jelas serta mudah dipahami. Memo biasanya hanya terdiri dari maksimal sepuluh baris kata dan tidak boleh lebih. Memo termasuk dalam contoh bukti transaksi internal.

Memo biasanya hanya berisi pesan–pesan sederhana yang langsung ke topik pembicaraan. Beberapa unsur yang umumnya terdapat dalam penulisan memo, antara lain:

  • Nomor memo

  • Tanggal

  • Nama Pengirim

  • Nama Penerima

  • Subjek memo

  • Isi memo

Unsur-unsur yang ada di sebuah memo secara umum hampir mirip dengan unsur-unsur yang dimiliki dalam penulisan surat resmi. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah kata yang mengimplikasikan bahwa memo memiliki jauh lebih sedikit kata jika dibandingkan dengan surat resmi.

Contoh dari memo misalnya adalah pesan dari  atasan kepada pihak akuntan mencatat dan mempersiapkan gaji pegawai yang masih harus dibayar pada akhir periode.

• Nota Kredit

Nota kredit adalah sebuah dokumen yang digunakan oleh seseorang dalam membuktikan telah terjadinya pengurangan piutang usaha. Penurunan piutang usaha ini biasanya terjadi disebabkan oleh pengembalian barang dagang dari pembeli atau akibat adanya penurunan harga.

Sedangkan penurunan harganya sendiri bisa terjadi akibat dari ketidaksesuaian atau kerusakan barang serta kualitas yang berbeda dari ekspektasi awal pembeli. 

Nota kredit adalah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh penjual dan berfungsi sebagai alat persetujuan dari penjual atas permohonan pengurangan harga yang diminta oleh pembeli karena barang yang diterima mengalami kerusakan atau tidak sesuai dengan apa yang dipesan oleh pembeli. Untuk itulah, nota kredit semestinya ditandatangani oleh penjual untuk mengurangi piutang usaha yang nantinya akan ditagihkan kepada pembeli.

• Nota Debet

Nota debet adalah bukti transaksi dalam bentuk permintaan pengurangan harga kepada pihak penjual atau bukti yang berisi informasi yang menyatakan tentang pengiriman kembali barang yang tidak sesuai dengan pesanan [rusak]. 

Nota debet merupakan dokumen bukti terjadinya suatu pengurangan utang usaha yang disebabkan oleh adanya pengembalian barang dagang atau penurunan harga yang dibuat oleh pembeli.

Biasanya nota debet memiliki 2 salinan. Satu lembar dipegang oleh pembeli dan lembar yang lain dipegang oleh penjual. Nota debet hanya akan dikembalikan saat barang sudah kembali pada pembeli.

• Nota Kontan

Nota kontan sebagai bukti transaksi adalah bukti atau dokumen pembayaran yang dikeluarkan oleh penjual pada pembeli atas penjualan barang secara tunai. Berbeda dengan nota kredit dan debit yang berhubungan dengan utang piutang antara kedua belah pihak, nota kontan adalah contoh bukti transaksi yang dikeluarkan oleh penjual setelah pembelinya melakukan pelunasan atas barang yang dibeli melalui pembelian langsung. 

Nota kontan juga biasanya dibuat dengan menggunakan salinan minimal dua rangkap. Nota asli diberikan kepada pembeli, sementara salinannya disimpan oleh penjual untuk catatan atau arsip.

Faktur

Faktur atau invoice adalah berkas tertulis mengenai barang yang dijual, baik jumlah dan harganya. Faktur biasanya dikeluarkan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli. Faktur berfungsi sebagai bahan pertimbangan pembeli untuk meneliti barang-barang yang dibelinya. 

Ciri utama faktur pada umumnya adalah memuat informasi detail mengenai nama dan alamat penjual, nomor faktur, nama dan alamat pembeli, tanggal pesanan, syarat pembayaran, keterangan mengenai barang seperti jenis barang, harga satuan, kuantitas barang dan jumlah harga.

Fungsi utama faktur sebagai bukti transaksi adalah dengan menjadi media pencatatan bagi setiap barang atau produk yang dideskripsikan dengan benar serta sesuai dengan kondisi yang ada, lengkap, dan tidak rancu. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplain ketika terdapat ketidaksesuaian barang yang diterima oleh pembeli.

• Kuitansi

Kuitansi adalah salah satu dari macam-macam bukti transaksi yang dibuat hanya pada saat penerimaan sejumlah uang. Berbeda dengan faktur yang merupakan bukti transaksi antara penjual dan pembeli, kuitansi adalah bukti tanda terima uang atau bukti bahwa telah diterimanya sejumlah uang. 

Kuitansi biasanya dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang untuk kemudian diserahkan kepada pihak yang telah melakukan pembayaran.

Kuitansi terdiri dari dua rangkap, satu rangkap dari kuitansi akan dipegang pembeli/pihak yang membayar dan satunya lagi dipegang oleh penjual/yang menerima pembayaran. 

Cek

Contoh bukti transaksi berikutnya adalah cek. Cek merupakan sebuah perintah pembayaran yang dibuat oleh pihak yang mempunyai rekening di suatu bank, dengan maksud agar bank tersebut membayarkan sejumlah uang yang tertulis kepada si pembawa cek tersebut. 

Umumnya cek terdiri dari 2 bagian yaitu bagian sebelah kiri buku cek sebagai bukti arsip pihak yang mengeluarkan dan menandatangani cek tersebut. Sedangkan sebelah kanan cek adalah bagian yang diberikan kepada pihak yang menerima pembayaran cek tersebut. 

Salah satu fungsi lain dari cek itu adalah untuk mengambil uang di rekening giro serta sebagai nilai tukar selain mata uang.

• Bilyet Giro

Bilyet giro termasuk dalam salah satu contoh bukti transaksi eksternal. Bilyet Giro adalah surat perintah untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah suatu bank ke rekening penerima yang namanya disebutkan dalam bilyet giro pada bank yang sama atau bank lain.

Seringkali bilyet giro dianggap sebagai kebalikan dari cek karena fungsinya yang berbeda dan bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya.

• Bukti Setoran Bank

Bukti transaksi lainnya adalah bukti setoran bank. Bukti setoran bank merupakan catatan transaksi berupa lembar slip setoran yang disediakan oleh pihak bank untuk digunakan pada saat melakukan setoran uang ke bank, seperti untuk tabungan atau investasi.

• Bukti Kas Masuk

Bukti transaksi yang satu ini adalah dokumen tertulis terkait penerimaan uang [kas] yang disertai oleh buktinya. Bukti tersebut biasanya hanya digunakan oleh pihak internal perusahaan sekaligus sebagai data pengarsipan. 

Kas yang masuk di sini bisa berasal dari uang tunai yang dibayarkan oleh konsumen dalam bentuk cicilan, bunga, jenis investasi, dan sebagainya. 

• Bukti Kas Keluar

Bukti transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas atau pembayaran disebut bukti kas keluar. Kas dikeluarkan untuk membayar biaya perlengkapan, peralatan, dan segala hal yang dibutuhkan oleh kantor. 

Contoh bukti transaksi kas ini berisi keterangan lengkap, mulai dari tanggal, nama, keterangan kegiatan, dan ditandatangani oleh pihak yang memiliki otoritas keuangan di perusahaan. Bukti tersebut dapat digunakan oleh pihak akuntan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan dalam jumlah kecil. 

• Rekening koran

Rekening koran adalah bukti mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk para nasabahnya dan dipakai untuk dasar penyesuaian pencatatan antara saldo kas menurut perusahaan dan saldo kas menurut bank. 

Penutup

Setelah kamu mengetahui pengertian dari transaksi sekaligus bukti transaksi serta peran pentingnya dalam perjalanan sebuah bisnis, maka selayaknya kamu juga mulai untuk mencoba mencatat seluruh transaksi yang terjadi dalam bisnis kamu dengan rapi dan detail. 

Pada umumnya, sebuah perusahaan atau bisnis memerlukan tenaga akuntan untuk membantu melakukan pencatatan transaksi tersebut dan mengumpulkan serta menyimpan seluruh bukti transaksi yang ada. Termasuk juga menggolongkan mana yang merupakan bukti transaksi internal dan mana yang bukti transaksi eksternal. 

Namun, keperluan akan adanya tenaga akuntan ini cukup menghabiskan biaya bagi perusahaan. Apalagi bagi bisnis yang masih masuk dalam skala kecil. 

Kabar baiknya, saat ini perusahaan atau bisnis yang kamu miliki bisa menggunakan bantuan aplikasi akuntansi online yang akan membantu melakukan pencatatan kapanpun dan dimanapun transaksi terjadi. Aplikasi keuangan seperti Majoo ini memiliki fitur lengkap yang membuat kamu seolah-olah memiliki tenaga akuntan yang berkualitas tinggi tapi dengan bayaran yang sangat minim.

Kamu cukup mengunduh aplikasinya dan mulai berlangganan, maka seluruh kemudahan pencatatan transaksi beserta bukti transaksi akan bisa kamu kendalikan dengan mudah dan praktis. Lalu, tunggu apa lagi? Segera berlangganan majoo sekarang juga, ya! 

Video yang berhubungan

Bukti apa saja yang diperlukan dalam transaksi piutang? | admin | 4.5