Daerah yang masih mendapat pengaruh gaya gravitasi adalah

By On Sunday, September 18th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Daerah yang masih mendapat pengaruh gaya gravitasi adalah – Apa kabar bapak dan ibu semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke halaman blog Trend Wisata ini. Di hari yang cerah ini, saya dari blog Trend Wisata ingin sharing saran yang menarik yang menunjukkan pada anda mengenai Daerah yang masih mendapat pengaruh gaya gravitasi adalah. Sebaiknya sobs menonton dibawah ini:


1) Jarak sama dengan perpindahan 2) Jarak dapat lebih besar daripada perpindahan 3) Perpindahan merupakan perubahan posisi benda 4) Jarak merupakan be


sarnya lintasan yang ditempuh Berdasarkan pernyataan di atas, pernyataan yang benar adalah…. a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 1), 2), dan 4) d. 2), 3), dan 4)​


sebuah pegas panjangnya 0,2m di gantungi beban di bagian ujungnya 20n tentukan konstanta pegas jika pegas bertambah panjang 0,1m​


Sebuah batang dengan diameter 4mm, jika panjang awal 500mm dan mengalami beban dengan pertambahan 2mm. Berapa gaya tarik F yang harus diberikan jika m


emiliki modulus elastisitas 200Gpa


2 Perhatikan gambar benkut! A 1.5 meter Jika massa benda A yaitu 6 kg dan percepatan gravitasi bumi 10 m/s². besarnya energi potensial benda A adalah​


klo mau membantu..membantu yg bener..​


5 Sebuah benda bergerak dengan kecepatan 4 m/s hingga memiliki energi kinetik sebesar 64 Joule Tentukan besarnya massa benda tersebut!​


Sebuah sepeda bermassa 40 kg bergerak dengan kecepatan 4 m/s. Hitunglah energi kinetik dari sepeda tersebut!​


mula-mula pegas ditarik dengan 1 gaya sehingga mengalami pertambahan panjang sebesar P jika kemudian tarikan pegas diperpanjang sejauh 2p Tentukan ene


rgi potensial pegasnya sekarang​


1. Diberikan 3 buah vektor F₁ = 10 N, F₂ = 25 N, 15 N seperti gambar berikut. Resultan ketiga vektor adalah …. dan F3 F3 = 15 N 5,3° = F₁ = 10 N 37


F₁ = 25 N A. √20 N B. √√30 N C. √40 N D. E. √50 N √60 N 4. A. B. с J C​


Buah kelapa yang bermassa 2 kg jatuh dan ketinggian 5 m. Jika percepatan gravitasi 10 m/s², besarnya energi potensial benda tersebut adalah​

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.Morbi adipiscing gravdio, sit amet suscipit risus ultrices eu.Fusce viverra neque at purus laoreet consequa.Vivamus vulputate posuere nisl quis consequat.

Create an account

Lihat Foto

ilustrasi Bumi

KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihatkan tentang perbedaan kekuatan gravitasi di bumi ramai diperbincangkan warganet di media sosial Twitter.

Video itu diunggah akun @semestasains pada Kamis (5/11/2020).

Dalam keterangan video, akun tersebut menyebut jika beberapa zona di bumi memiliki kekuatan gravitasi yang berbeda-beda. 

Perbedaan kekuatan gravitasi di tiap zona ditandai dengan warna berbeda. Merah untuk menunjukkan gravitasi kuat, kuning untuk gravitasi sedang, dan biru untuk gravitasi lemah.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Kembaran Bulan Bumi di Dekat Planet Mars

Gravitasi di wilayah Indonesia kuat

Lihat Foto

Screenshot video Twitter @semestasains

Wilayah Indonesia memiliki gravitasi kuat.

Dalam video itu, wilayah kepulauan Indonesia, terlebih pulau Jawa, ditandai dengan warna merah yang menunjukkan gravitasi tergolong kuat.

Terkait dengan video tersebut, Guru Besar Fisika Teori FMIPA IPB, Husin Alatas, menjelaskan kekuatan gravitasi dipengaruhi oleh konsentrasi massa sebuah benda.

Semakin besar konsentrasi massa sebuah benda, kata dia, maka semakin besar medan gravitasi yang dihasilkan.

“Gaya gravitasi merupakan gaya tarik-menarik antara dua buah benda bermassa meski tidak bersentuhan. Di sekitar sebuah benda bermassa terdapat medan gravitasi, yang apabila terdapat benda lain di sekitarnya maka benda di dekatnya tersebut akan mendapatkan gaya gravitasi,” kata Husin saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Ilmuwan Temukan Dua Planet Melakukan ‘Tarian Gravitasi’

Husin mengatakan, dalam pengalaman sehari-hari, medan gravitasi tidak lain adalah besar percepatan (perubahan kecepatan) yang dialami benda yang jatuh.

Dia menjelaskan, pada gambar terlihat bahwa daerah dengan warna merah memiliki medan gravitasi yang relatif paling besar dari daerah dengan warna lain.

Dengan kata lain, sebuah benda jatuh lebih cepat di daerah merah tersebut dibanding di daerah dengan warna lain.

Hal tersebut menunjukkan daerah tersebut terdapat konsentrasi massa yang lebih besar dibanding yang berwarna lainnya.

“Untuk Indonesia, mengingat kita adalah negara kepulauan dengan banyak pegunungan aktif, terutama di pulau Jawa, banyaknya pegunungan aktif tersebut menandakan besarnya konsentrasi massa yang menjadi penyebab besarnya medan gravitasi,” kata Husin.

Baca juga: Tak Perlu Jadi Vegan Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim, asalkan…

Bisakah dirasakan?

Meski ada perbedaan kekuatan gravitasi bumi di tiap daerah, Husin mengatakan hal itu tidak akan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sepertinya tidak, perbedaannya cukup kecil dan tidak signifikan,” ujar dia.

Dia menjelaskan, kekuatan gravitasi bumi bervariasi antara 9,78 meter per detik kuadrat (rata-rata di ekuator) sampai 9,80 meter per detik kuadrat (rata-rata di kutub bumi).

“Mengapa di kutub lebih besar angkanya sedikit? Karena akibat rotasi bumi, bentuk bumi menjadi berbentuk sedikit elips di mana jari-jari dari pusat bumi ke kutub lebih kecil dibanding ke ekuator,” kata Husin.

“Hal ini menyebabkan konsentrasi massa di daerah kutub lebih besar di banding ekuator secara rata-rata,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Lihat Foto

Shutterstock

Ilustrasi planet Bumi

KOMPAS.com – Gaya gravitasi adalah salah satu gaya yang sangat penti di alam semesta. Gaya gravitasi mengikat planet-planet dalam tata surya tetap mengelilingi Matahari dan mencegahnya dari tabrakan.

Namun tahukah kamu apa itu gaya gravitasi? Dilansir dari NASA, gaya gravitasi adalah gaya suatu benda bermassa yang menarik benda lain menuju pusatnya. Gaya gravitasi selalu kita alami seumur hidup kita walau tidak terlihat seperti gaya lainnya.

Untuk mempelajari gaya gravitasi, yuk kita lakukan sebuah percobaan sederhana sebuah koin. Lemparkanlah koin ke atas dan perhatikan bahwa koin akan melesat ke atas lalu jatuh ke bawah. Menurutmu apakah yang membuat koin jatuh ke bawah? Itu adalah gaya gravitasi Bumi.

Gaya gravitasi Bumi menarik semua benda di permukaan Bumi ke pusatnya. Sehingga semua benda akan jatuh ke bawah atau sebenarnya ke pusat Bumi.

Inilah mengapa kita selalu jatuh ke bawah. Jika kita melempar bola, pensil, penghapus, maupun kapas, semua benda tersebut tetap akan jatuh ke bawah dengan kecepatannya masing-masing.

Baca juga: Hukum Gravitasi Newton

Semakin berat benda yang jatuh, maka akan semakin cepat gaya gravitasi menariknya jatuh. Sedangkan semakin ringan suatu benda, maka akan semakin lambat gaya gravitasi menariknya jatuh.

Inilah mengapa kapas terlihat seperti melayang saat di lempar dan baru jatuh pada waktu yang lama.

Berikut adalah contoh-contoh peristiwa yang dipengaruhi gaya gravitasi dalam kehidupan sehari-hari:

  • Benda-benda tetap berada pada tempatnya (di luar angkasa, benda akan melayang-layang tanpa gaya gravitasi)
  • Benda yang dilempar selalu berakhir jatuh ke bawah.
  • Manusia bisa berdiri dengan tegak di permukaan Bumi.
  • Manusia bisa tidur di atas kasur dengan tenang (astronot di luar angkasa harus tidur dengan diikat, karena tanpa gravitasi ia akan melayang-layang dan menabrak berbagai benda saat tertidur).

nasa.gov Seorang astronot tidur dalam kantong tidur yang terikat

  • Manusia bisa meloncat dan kembali ke tanah (di Mars saat meloncat, kamu mungkin akan melesat ke luar angkasa, melayang-layang, dan sulit kembali menyentuh tanah).
  • Air dan zat cair lain tetap berada dalam wadahnya (di Bulan zat cair akan melayang-layang, membuatmu susah untuk minum, mandi, bahkan buang air kecil).

nasa.gov Insinyur Penerbangan Karen Nyberg mencuci rambutnya di luar angkasa

  • Makanan tetap berada di piring (tanpa gaya gravitasi saus, sayuran, daging, dan es krim akan melayang-layang sehingga kita harus menangkapnya untuk dapat memakannya).
  • Rambutmu yang tergerai tetap jatuh ke bawah (si Bulan rambutmu akan terangkat ke atas seperti tersambar petir).
  • Gas penyusun atmosfer Bumi tetap berada di Bumi dan tidak hilang ke luar angkasa.
  • Pesawat terbang bisa mendarat di permukaan Bumi.
  • Pasang surut air laut akibat gravitasi Matahari.
  • Bermain sepak bola, basket, voli, maupun lempar takraw (tanpa adanya gravitasi, bola yang ditendang akan melesat ke luar angkasa dan hilang sehingga permainanpun harus berhenti).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Daerah yang masih mendapat pengaruh gaya gravitasi adalah | admin | 4.5