Dibawah ini yang tidak termasuk SOP administrasi penjualan tunai adalah

By On Sunday, August 21st, 2022 Categories : Tanya Jawab

Dibawah ini yang tidak termasuk SOP administrasi penjualan tunai adalah – Halo kawan semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke blog TrendWisata ini. Kali ini, kita dari blog TrendWisata akan memberikan Q&A yang oke banget yang akan menunjukkan tentang Dibawah ini yang tidak termasuk SOP administrasi penjualan tunai adalah. Sebaiknya bapak dan ibu cek berikut ini:

Standard Operational Procedure (SOP) adalah aturan yang
diterapkan oleh perusahaan dalam menangani berbagai kegiatan yang terjadi di
perusahaan. Sehingga setiap kegiatan perusahaan akan mempunyai standar prosedur
operasional untuk menjamin kegiatan ditangani dengan sebaik-baiknya. Standar prosedur operasional untuk
menangani administrasi transaksi akan mengikuti alur dari transaksi itu.

Standar
prosedur operasional untuk menangani administrasi Pembelian Tunai adalah sebagi
berikut.

1.      Bukti permintaan bagian penjualan atau
produksi dibuktikan denga surat permintaan

2.     
Survai pasar
dengan mengirimkan surat penawaran order kepada berbagai perusahaan untuk
memperoleh harga dan kualitas barang terbaik (apabila belum mempunyai supplier
tetap)

3.     
Perusahaan
yang menjadi supplier barang adalah perusahaan yang mampu secara rutin
menyediakan pasokan barang

4.     
Untuk
memutuskan supplier yang benar-benar memberikan keuntungan terbaik maka bagian
pembelian harus benar-benar mempertimbangkan harga, kualitas da pelayanan pasca
jual

5.      Surat pesanan ditandatangani oleh kepala
bagian pembelian dan direktur utama perusahaan

6.      Buat perjanjian yang memberikan
perlindungan terhadap barang yang dibeli seperti garansi, return barang, dsb

7.      Pemeriksaan barang dilakukan oleh ahlinya
apakah sesuai dengan pesanan atau tidak (baik kualitas maupun kuantitas). Bila
ya, maka barang akan masuk ke gudang, bila tidak, maka barang akan dikembalikan
dengan memberikan nota hasil pemeriksaan kepada penjual

8.      Membayar jumlah trsansaksi sesuai dengan
prosedur pengeluaran kas

Standar prosedur
operasional untuk menangani administrasi Penjualan Tunai adalah sebagai berikut.

1.      Permintaan pelanggan dibuktikan dengan
surat permintaan (order) dari calon pembeli

2.      Negosiasi dibuktikan dengan bukti
pertemuan berupa notulen (catatan kesepakatan sementara)

3.      Membuat dan menandatangani surat
perjanjian dibuktikan dengan adanya surat perjanjian

4.     
Faktur
dibuat dengan benar dan teliti, sehingga tidak meragukan perusahaan dan
konsumen, faktur dibuat beberapa rangkap untuk kepentingan administrasi

5.     
Barang
dagangan sebelum dijual diperiksa apakah sesuai dengan pesanan pembeli, tidak
cacat, dan apakah sesuai standar mutu. Bila ya, maka barang dikirim kepada
pembeli, bila tidak, barang dikembalikan lagi ke gudang

6.      Cocokkan invoice asli dan rangkap, bila
cocok, terima pembayaran barang dan periksa uang tunai yang dibayarkan dengan
teliti

7.      Buat bukti penerimaan uang (kuitansi)
sesuai dengan jumlah uang yang diterima

8.     
Kirimkan
barang yang dijual dengan cepat kepada konsumen sebagai pelayanan yang sempurna

Standar prosedur operasional untuk menangani administrasi
Penjualan Kredit adalah sebagai berikut.

1.      Permintaan pelanggan dibuktikan oleh surat
permintaan (order) dari pembeli

2.      Negosiasi dibuktikan dengan catatan
(notulen) hasil pertemuan yang termuat kesepakatan-kesepakatan

3.      Aplikasi kredit dibuat oleh calon pembeli

4.     
Periksa formulir aplikasi kredit, apakah sesuai dengan
bukti-bukti yang dilampirkan

5.     
Survei kepada calon pelanggan dibukikan dengan formulir
bukti survei yang terisi lengkap. Berikan rekomendasi seperlunya

6.     
Persetujuan dari manajer bagian kredit dibuktikan
dengan diotorisasikannya (ditandatanganinya) formulir aplikasi kredit.

7.     
Apabila ya, maka dilakukan proses penjualan, apabila
tidak, maka dikembalikan kepada calon pelanggan.

8.     
Surat perjanjian dibuat sesuai dengan standar
perusahaan

9.     
Buatlah invoice (faktur)

10.  Kirimkan
barang yang dijual dengan cepat kepada konsumen sebagai pelayanan yang sempurna

Standar
prosedur operasional untuk menangani administrasi Penerimaan Kas adalah sebagai
berikut.

1.      Penerimaan uang tunai dimulai dari
terjadinya transaksi yang menyebabkan penerimaan kas seperti penjualan tunai,
penerimaan pembayaran piutang , dll

2.      Periksa bukti transaksi yang
dikeluarkan oleh bagian penjualan dengan tliti dan cocokkan dengan rangkapannya

3.     
Hitung jumlah tansaksi dengan benar

4.      Periksa uang yang diterima dengan benar.
Gunakan alat untuk mengecek uang secara fisik. Apabila pelanggan menggunakan
cek maka periksa keabsahan cek tersebut, dan buat konfirmasi keabsahan cek
tersebut kepada bank yang mengekuarkan cek tersebut.

5.      Buatkan bukti transaksi penerimaan kas
seperti kuitansi.

Standar prosedur operasional untuk menangani administrasi
uang kas adalah sebagai berikut .

1.     
Pengeluaran uang dimulai dari transaksi pembelian
tunai, pembayaran utang dan pembayaran biaya-biaya

2.     
Cocokkan antara bukti pembelian yang dibawa supplier
dengan rangkapannya, apabila cocok ambil bukti pengeluaran uang (bisa
bank/tunai), kemudian supplier menandatangani bukti pengeluaran bank atau
kuitansi

3.     
Berikan cek atau uang tunai

Terima bukti transaksi
(bukti pengeluaran bank/kuitansi) yang telah ditandatangani supplier


Page 2

You’re Reading a Free Preview
Page 4 is not shown in this preview.

You’re Reading a Free Preview
Pages 5 to 7 are not shown in this preview.

A. SOP untuk Menangani Administrasi Pembelian Tunai
Pembelian tunai merupakan kegiatan memperoleh barang/jasa dengan memberikan balas jasa berupa sejumlah uang yang nilainya sama dengan barang/jasa yang diperoleh. Prosedur menangani pembelian tunai adalah sebagai berikut: 1) Bukti permintaan barang/jasa dari bagian penjualan atau produksi dibuktikan dengan adanya surat permintaan 2) Apabila perusahaan/toko belum memiliki supplier tetap/langganan, maka perusahaan/toko melakukan survey pasar. Survey pasar dilakukan dengan mengirimkan surat penawaran order kepada berbagai perusahaan/toko untuk memperoleh harga dan kualitas barang yang baik. 3) Menetapkan perusahaan yang menjadi supplier barang, yaitu perusahaan yang mampu menyediakan pasokan barang secara rutin 4) Bagian pembelian mempertimbangkan harga, kualitas dan pelayanan pasca jual dalam menetapkan supplier yang terbaik 5) Surat pesanan diketahui dan ditandatangani kepala bagian pembelian dan direktur utama perusahaan 6) membuat perjanjian yang memberikan perlindungan terhadap barang/jasa yang dibeli misalnya garansi, return barang, dan pelayanan purna jual lainnya. 7) Pemeriksaan barang dilakukan untuk mengetahui sesuai tidaknya barang yang diterima dengan yang dipesan baik kuantitas maupun kualitas barang. Apabila sesuai, maka barang akan masuk ke gudang, namun bila tidak sesuai maka barang akan dikembalikan kepada supplier dengan melampirkan nota hasil pemeriksaan kepada penjual. 8) Membayar harga barang sesuai prosedur pengeluaran kas

B. SOP untuk Menangani Administrasi Penjualan Tunai

Penjualan yang terbebas dari resiko kerugian akibat tidak terbayarnya harga barang merupakan salah satu keuntungan penjualan yang dilakukan secara tunai. SOP pengadministrasian penjualan tunai dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Permintaan barang dari konsumen/pembeli dibuktikan dengan surat pesanan (order) dari calon pembeli 2) Melakukan negosiasi yang dibuktikan dengan adanya notulen yang berisi catatan kesepakatan walaupun masih bersifat sementara sebagai bukti pertemuan 3) Membuat dan menandatangi surat perjanjian 4) Membuat faktur dengan benar dan teliti, sehingga tidak merugikan pihak perusahaan dan konsumen/pembeli. 5) Faktur dibuat dalam beberapa rangkap untuk kepentingan administrasi baik untuk pihak perusahaan maupun pihak konsumen/pembeli 6) Memeriksa keseuaian barang dagangan sebelum diserahkan kepada konsumen/pembeli. Apabila barang dagangan sudah sesaui dengan pesanan dan standar mutu barang dikirim kepada konsumen/pembeli. Namun, apabila tidak sesuai maka barang dagangan dikembalikan lagi ke gudang 7) Mencocokan inoice asli dengan salinannya/rangkapnya sebelum menerima pembayaran. 8) Apabila invoice asli sudah sesuai dengan salinannya maka selanjutnya menerima pembayaran barang. 9) Saat menerima pembayaran, periksalah dahulu uang tunai yang dibayarkan dengan teliti baik jumlahnya maupun keaslian uang. 10) Membuat bukti penerimaan uang atau kuitansi sesuai dengan jumlah uang yang diterima. 11) Mengirimkan barang yang dijual kepada konsumen/pembeli

C. SOP untuk Menangani Administrasi Penjualan Kredit

Penjualan kredit adalah pembelian barang yang mana waktu pembayarannya ditangguhkan sesuai dengan perjanjian penjualan.

SOP untuk menangani administrasi penjualan secara kredit adalah:

1) Membuat surat permintaan/order yang berisi permintaan barang dagangan dari calon pelanggan/pembeli

2) Melakukan negosiasi dengan calon pelanggan/pembeli dengan membuat catatan/notulen tentang kesepakatan hasil pertemuan

3) Membuat aplikasi kredit oleh calon pelanggan/pembeli

4) Memeriksa formulir aplikasi kredit dengan bukti-bukti yang dilampirkan

5) Melakukan survey kepada calon pelanggan/pembeli dengan mengisi formulir survey.

6) Memberikan rekomendasi seperlunya berdasarkan hasil survey calon pelanggan/pembeli

7) Meminta persetujuan dari manajer bagian kredit.

8) Meminta tanda tangan manajer bagian kredit pada formulir aplikasi kredit apabila permohonan kredit disetujui

9) Melakukan proses penjualan, namun apabila manajer kredit tidak menyetujui aplikasi kredit maka dikembalikan kepada calon pelanggan/pembeli.

10) Membuat surat perjanjian penjualan kredit sesuai dengan standar perusahaan/toko

11) Membuat invoice/faktur


12) Mengirimkan barang yang dijual kepada pelanggan/pembeli

Dibawah ini yang tidak termasuk SOP administrasi penjualan tunai adalah | admin | 4.5