Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meringankan korban kebakaran hutan adalah

By On Saturday, August 13th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meringankan korban kebakaran hutan adalah – Apa kabar om dan tante semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke website Trend Wisata dot com ini. Malam ini, kami dari web site Trend Wisata mau share info yang mantab yang mengulas Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meringankan korban kebakaran hutan adalah. Kami persilakan om dan tante menonton di bawah ini:

MEULABOH, UTU – Sejumlah mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa kampus melakukan aksi penggalan dana untuk korban kabut asap yang sudah memasuki level berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Penggalangan dana dilakukan wilayah Kota Meulanoh, Aceh Barat dipusatkan dibeberapa titik persimpangan jalan, diantaranya di Simpang Kisaran dan Simpang pelor.

Ketua BEM Fakultas Pertanian UTU Jufri, yang dipercayakan sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) kepada media utu.news mengatakan, aksi galang dana ini dilakukan bersama dengan kawan – kawan Pemuda Dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi “Aceh Peduli Riau” di Aceh Barat. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari (20-21 September 2019), bertujuan untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin dari masyarakat Aceh agar bisa membantu meringankan derita saudara kita yang ada di Riau. Kata Jufri

“Hingga hari ini, kebakaran hutan di Riau masih belum bisa dipadamkan secara merata, akibatnya asap tersebut semakin membahayakan bagi masyarakat Riau. Makanya dari itu jiwa sosial kami terpanggil untuk membantu saudara kami di Riau, dengan cara melakukan penggalangan dana.” Lanjut Jufri

Dari pantauan UTU.NEWS, kegiatan amal yang diikuti 10 lembaga mahasiswa dan LSM di Aceh Barat ini direspon positif oleh masyarakat. Hal itu terbukti mereka menyisihkan beberapa sumbangan untuk korban bencana kabut asap karhutla di Riau.

Oleh sebab itu, dari kegiatan ini Jufri berharap dapat membantu dan sedikit mengurangi beban korban. “Setidaknya dari hasil sumbangan yang nantinya terkumpul bisa sedikit membantu korban disana.” Ujarnya.

“Alhamdulillah, aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh mahasiswa UTU bersama sejumlah organisasi lainnya di Aceh Barat yang tergabung dalam “Aliansi Aceh Peduli Riau” untuk hari ini behasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 2.376.000. Selaku Korlap, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada relawan – relawan yang di amanahkan oleh organisasinya masing – masing yang mau turun ke jalan melakukan penggalangan dana untuk bencana kebakaran Hutan dan kabut asap di Riau. Tutup Jufri

Adapun beberapa Ormawa UTU dan lembaga kemahasiswaan dan pemuda lainnya antara lain: BEM Fakultas Pertanian UTU, PEMA FISIP UTU, HIMAGRO FP UTU, HIMALOGISTA FP UTU, HIMASOS FISIP UTU, KSR PMI Unit UTU, KSR PMI Unit STAIN, HIMALATIN Aceh Barat, MRI & ACT Aceh Barat dan PMR MAN 1 MEULABOH. (Aduwina).

Fimela.com, Jakarta Indonesia sedang berduka. Pasalnya, kabut asap dan kebakaran hutan lahan (Karhutla) kembali terjadi di sejumlah titik wilayah di Indonesia. Walau sebenarnya hal ini sudah menjadi ‘langganan’ setiap tahunnya. Namun, hal ini tak boleh kita diamkan saja.

Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Rabu (18/9/2019) Ada 2.719 titik panas kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia pagi ini. Jumlah titik panas ini terungkap berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 09.00 WIB. Titik tersebut tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali.

Seperti yang dikutip dari Liputan6.com, “Total seluruh Indonesia 328.724 hektare lahan terbakar selama Januari hingga Agustus. Sementara, hingga pagi ini, ada 2.719 titik panas,” ujar Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam siaran tertulisnya.

Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran di Kampar, provinsi Riau pada 17 September 2019. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpapar kabut asap. (ADEK BERRY / AFP)

Banyaknya titik panas tersebut tentu membuat kualitas udara di Riau masuk dalam kategori berbahaya. Di Sumatera Selatan sendiri kualitas udaranya masuk ke dalam kategori tidak sehat. Di Kalimantan, titik api tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Kualitas udara di Kalimantan Barat dan Tengah mencapai level berbahaya dengan jumlah titik api 346 serta 281 buah. Kejadian ini sangatlah membuat pilu. Pasalnya, lahan hutan yang terbakar bukanlah akibat faktor alam. Namun hal ini sengaja dibuat oleh manusia. Bahkan hingga kini, pihak berwajib telah menetapkan sejumlah tersangka yang dinilai bertanggung jawab pada kejadian ini.

Kejadian luar biasa ini juga menjadi fokus pemerintah. Ragam upaya hingga saat ini masih dilakukan untuk memadamkan api yang terus membakar lahan-lahan tersebut. Walau bagaimanapun, efek dari kebakaran ini sudah semakin mengkhawatirkan. Ekosistem alam flora dan fauna yang hidup di hutan hujan Kalimantan dan Sumatera rusak. Sejumlah fauna bahkan ditemukan tewas akibat tak sempat menyelamatkan diri.

Tak hanya itu saja, kesehtan penduduk sekitar juga semakin terancam kondisinya. Salah satu masalah kesehatan yang mengancam jiwa mereka adalah Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) hal ini terjadi akibat partikel debu dan asap yang mampu menginfeksi paru-paru. Tak hanya itu, gizi mereka juga semakin menurun. Hal ini dikarenakan banyak warga yang tak bisa ke luar rumah untuk membeli bahan makanan. Sehingga mereka hanya mengandalkan makanan instan untuk dikonsumsi.

Keprihatinan ini sangatlah menyita perhatian. Walau lokasi kita jauh dari area bencana, namun banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meringankan penderitaan mereka. Yuk, kita cek sejumlah aksi nyata yang bisa kita lakukan.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memeriksa kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Tanpa mengenakan masker, Jokowi turun langsung ke lahan gambut yang sudah habis terbakar. (Handout/Indonesian Presidential Palace/AFP)

1. Mengirimkan donasi masker

Masker yang diperlukan bukanlah masker biasa. Namun yang dibutuhkan adalah jenis masker respirator atau yang biasa disebut dengan masker N95. Masker ini dalah jenis masker polusi yang mampu menyaring polutan dan partikel halus hingga 95 persen.

2. Tabung oksigen

Ini juga sangat penting dan dibutuhkan. Mengingat kualitas udara bersih sangatlah minim. Maka, ada baiknya untuk sesekali menghirup oksigen bersih dari tabung yang dimiliki. Bagi kalian yang ingin mendonasikan, maka tabung oksigen jenis apapun akan sangat diperlukan.

3. Obat tetes mata

Asap dan kebakaran tersebut tentu membuat mata menjadi perih. Oleh sebab itu, penggunaan obat tetes mata yang dapat membantu membersihkan dan menghidrasi area mata juga menjadi donasi yang akan sangat membantu.

4. Bahan pangan

Ketersediaan pangan juga sangat terbatas. Aktivitas masyarakat yang sangat terganggu membuat persediaan pangan semakin menurun. Mengirimkan bantuan pangan seperti beras, makanan instan, dan bahan pokok lainnya akan jadi wujud nyata yang dapat sangat membantu para korban dan relawan di area bencana.

5. Obat-obatan

Vitamin dan obat-obatan juga menjadi salah satu bentuk donasi yang bisa kamu berikan bagi para penderita Kahutla di Kalimantan dan Sumatera. Obat-obatan dasar serta vitamin pastinya akan jadi hal yang sangat berharga.

6. Kebutuhan bayi

Mengingat banyak bayi yang menjadi korban, maka perlengkapan kebutuhan bayi seperti popok, susu, dan makanan bayi juga masuk ke dalam daftar kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang terpapar bencana.

Sederet organisasi menggalang bantuan untuk mengumpulkan donasi bagi para korban Karhutla di Sumtera dan Kalimantan. Salah satunya adalah yayasan KitaBisa. Sahabat Fimela bisa melihat info selengkapnya di www.kitabisa.com untuk melihat bagaimana prosedur penggalangan bantuan yang bisa kamu ikuti.

#GrowFearless with FIMELA

Admin dinsos | 02 Februari 2016 | 81088 kali

Pada saat kita mendengar atau melihat suatu kejadian bencana alam atau tragedi kemanusiaan, sudah barang tentu kita sebagai manusia yang memiliki jiwa sosial akan turut prihatin dan berusaha membantu semampu kita. Namun akibat jauhnya jarak serta kesibukan kita sehari-hari membuat kita untuk datang langsung dan membantu korban langsung dengan tangan kita sendiri. Aneka ragam bentuk bencana alam seperti tsunami, banjir, kebakaran, tanah longsor, angin ribut, gempa bumi, dan lain-lain. Bencana tragedi kemanusiaan seperti huru-hara, kecelakaan maut, kelaparan, kekeringan, dan lain sebagainya juta tak kalah memperihatinkan dibandingkan dengan bencana yang diakibatkan oleh alam. Semua membutuhkan bantuan dan perhatian dari kita semua. Bayangkan jika kitalah yang menjadi korban. Sudah pasti kita akan berteriak minta tolong dari semua orang yang ada di seluruh dunia dan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Terkadang bantuan bagi korban bencana didomplengi oleh berbagai kepentingan seperti kepentingan politik, kepentingan penyebaran agama, kepentingan bisnis, dan lain sebagainya yang membuat suatu bantuan menjadi seperti tidak ikhlas. Kunjungan pejabat-pejabat yang lebih mengedepankan pencitraan diri pun marak. Padahal bantuan yang diberikan biasanya tidak banyak, tidak menyeluruh dan cenderung terlambat. Di Bawah ini adalah daftar bantuan atau pertolongan yang sangat dibutuhkan oleh para korban bencana alam / tragedi kemanusiaan dari kita semua yang beruntung tidak ikut menjadi korban, sebagai berikut : 1. Bantuan Relokasi Sementara Bagi yang kehilangan tempat tinggal atau yang tidak memungkinkan tinggal di rumahnya, maka perlu diberi tempat tinggal sementara yang layak. Misalkan saja di setiap kota dan kabupaten dibuat suatu apartemen atau mess khusus untuk tempat mengungsi bagi korban bencana. Tentu saja di tempat asal korban tetap dibuat tempat pengungsian layak bagi kepala rumah tangga dan laki-laki yang ingin menjaga aset yang di lokasi bencana. 2. Bantuan Kebutuhan Pokok Kebutuhan pokok sehari-hari harus dapat dipenuhi dengan baik seperti makan minum, mandi cuci kakus (mck), sandang pakaian, dan tempat tinggal. Kegagalan memenuhi kebutuhan pokok ini akan membawa dampak buruk seperti penyebaran penyakit berbahaya, perkelahian, kerusuhan, perampasan, penjarahan, bahkan kematian. 3. Bantuan Peralatan Darurat Banyak sekali peralatan dan perlengkaan yang dibutuhkan korban bencana untuk dapat bertahan hidup seperti tenda darurat, peralatan masak, genset listrik, lampu darurat, alat-alat berat untuk evakuasi korban, pompa air darurat, peralatan medis, selimut, peralatan makan minum, dan lain sebagainya. 4. Bantuan Perbaikan Fisik Segala kerusakan aset pribadi (rumah) dan fasilitas umum (jalan, jembatan, jaringan listrik, jaringan telepon, saluran air, dan lain sebagainya harus kita bantu semaksimal mungkin untuk mendapatkan perbaikan yang cepat, terutama fasilitas umum dan fasilitas sosial. Dengan kembalinya fasum, fasos dan rumah warga maka kehidupan dapat kembali normal. 5. Bantuan Bimbingan Konseling, Rohani dan Moral Dengan adanya bencana bisa menyebabkan orang menjadi stres, depresi dan juga gila. Yang tidak stress pun juga harus kita berikan dukungan moril agar dapat membantu meningkatkan semangat para korban bencana agar kuat menghadapi cobaan dan siap kembali hidup seperti sedia kala. 6. Bantuan Transportasi Untuk menyalurkan bantuan untuk korban bencana, untuk memindahkan korban bencana dari satu tempat ke tempat lain, untuk membawa peralatan serta perlengkapan bencana dibutuhkan para korban, dan lain sebagainya butuh alat transportasi yang efektif. Jika jalan darat dan air rusak dan tertutup, maka harus bisa melewati jalur udara. 7. Bantuan Tim Penolong Untuk menyelamatkan para korban bencana yang masih terperangkap di dalam reruntuhan, dibutuhkan tim khusus seperti tim sar beserta tim medis. Tim penolong akan membantu korban-korban yang butuh bantuan segera dengan bermodalkan keterampilan yang telah dikuasai. 8. Bantuan Pengamanan Polisi harus datang dan sigap membatu mengamankan aset-aset para korban bencana alam dan juga aset-aset milik pemerintah yang ada di wilayah bencana. Tidak menutup kemungkinan akan terjadinya penjarahan masal, perampokan, pencurian, pengrusakan, dan lain-lain. Akan percuma bila tidak ada yang menjaga ketertiban para korban bencana karena bisa merusak kegiatan bantuan korban bencana yang telah ada. 9. Bantuan Kesehatan Setelah bencana alam terjadi biasanya akan muncul orang-orang yang terluka baik secara fisik maupun mental. Mereka butuh pertolongan medis yang memadai. Jika tidak mampu, maka perlu dirujuk ke rumah sakit. Kondisi kesehatan lingkungan yang biasanya buruk di tempat pengungsian juga perlu ditanggulangi agar tidak menyebabkan penyebaran penyakit yang berbahaya. 10. Bantuan Modal

Untuk kembali bisa memulai hidup yang baru pasca bencana alam/ tragedi kemanusiaan, para korban bencana perlu diberikan suatu bantuan finansial agar bisa mencukupi kebutuhan hidup pokok dan kebutuhan lainnya seperti dulu sebelum terjadinya bencana. Para korban yang kehilangan mata pencaharian pun juga perlu dimodali atau diberi pekerjaan agar bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

sumber : http://www.organisasi.org

Download disini

Kegiatan yang dapat dilakukan untuk meringankan korban kebakaran hutan adalah | admin | 4.5