LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN tegangan, arus dan Hambatan

By On Thursday, September 22nd, 2022 Categories : Tanya Jawab

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN tegangan, arus dan Hambatan – Hi kawan-kawan semua, Met Datang di web site trendwisata.com ini. Siang ini, saya di blog Trend Wisata ingin share saran yang menarik yang membahas LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN tegangan, arus dan Hambatan. Ayo Agan cek setelah ini:

MENGUKUR ARUS DAN TEGANGAN LISTRIK

I.                  
Tujuan:  Mengetahui
cara mengukur arus dan tegangan listrik

            “ besar kuat arus yang mengalir dalam suatu penghantar
berbanding langsung dengan beda potensial antar ujung-ujung penghantar ,
asalkan suhu penghantar tetap . “
   

           
Hukum ohm menggambarkan bagaimana arus, tegangan, dan tahanan
berhubungan.  George ohm menentukan secara eksperimental bahwa jika
tegangan yang melewati sebuah tahanan bertambah nilainya maka arusnya juga akan
bertambah nilainya. Begitu juga sebaliknya. Hukum ohm dapat dituliskan dalam
rumus sebagai berikut

           
Hukum ohm juga menyatakan bahwa pada tegangan yang konstan, jika nilai tahanan
di perkecil maka akan diperoleh arus yang lebih kuat. Begitu juga sebaliknya
dan dapat ditulis sebagai berikut.

           
Hukum ohm dapat diterapkan dalam rangkaian tahana seri. Yang di maksud dengan
rangkaian tahanan seri adalah tahanan di hubungkan ujung tahanan yang ada pada
rangkaian ke ujung atau dalam suatu rantai. Untuk mencari arus yang mengalir
pada rangkaian seri dengan tahanan lebih dar satu, diperlukan jumalah total
nilai tahanan tahanan tersebut. Hal ini dapat di mengerti karena setiap tahanan
yang ada pada rangkaian seri akan memberikan hambatan bagi arus untuk mengalir
(rusdianto,1999:19).

           
Resistor merupakan elemen pasif  yang paling sederhana. Kita akan memulai
bahasan kita dengan memperhatikan hasil kerja fisikawan jerman, georg simon
ohm, yang pada tahun 1827 mempublikasikan sebuah pamflet yang memaparkan
hasil-hasil dari usahanya mengukur arus dan tegangan serta hubungan matematika
di antara keduanya. Salah satu hasil  yang diperoleh adalah pernyatan
tentang relasi fundamental yang saat ini kita sebut sebagai hukum ohm. Meskipun
hal ini telah ditemukan 46  tahun sebelumnya di inggris oleh henry
cavendish. Pamflet yang dipublikasikan oleh georg simon ohm banyak menerima
kritik yang tak pantas dan menjadi bahan tawaan selama beberapa tahun setelah
di publikasi pertamanya akhirnya karya itu diterima beberapa tahun setelahnya.

           
Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan pada terminal-terminal material penghantar
berbanding lurus terhadap arus yang mengalir melalui material ini, secara
matematika hal ini dirumuskan sebagai,

Dimana konstan proporsionalitas atau
kesebandinagn R disebut resistansi. Satuan untuk resistansi adalah ohm, dan
bisa disingkat dengan huruf besar omega, Ω (durbin, 2005:22).

           
Elektron –elektron bebas bergerak dalam suatu medan listrik yang memperagakan
periode yang sama sebagai lettice-nya. Selama gerakan gerakan mereka,
elektron-elektron bebas ini sering sekali disebarkan oleh medan. Uraian yang
sesuai untu gerakan elektron jenis ini harus menggunakan metode mekanika
kuantum. Disini uraian yang termasuk sederhana sudah mencukupi. Ketika tidak
terdapat medan listrik eksternal, elekton-elektron tersebut bergerak kesegala
arah dantidak ada transportasi muatan netto atau arus listrik. Tetapi jika
digunakan sebuah medan listrik eksternal, terjadi aliran gerakan dari
gerakan-gerakan elektron sembarang sehingga terjadi arus listrik. Tampaknya alamiah
untuk menganggap kekuatan dari arus tersebut sesuai dengan medan listrik.

           
Untuk membuktikan hubungan ini, kita meninjau hasil-hasil percobaan  yang
telah dilakukan. Salah satu hukum fisika yang mungkin paling dikenal oleh para
mahasiswa adalah hukum ohm, yang menyatakan bahwa untuk suatu konduktor logam
pada suhu konstan, perbandingan antara perbedaan antara perbedaan potensial ∆V
antara dua titik dari konduktor dengan arus listrik I yang melaui konduktor
tersebut adalah konstan. Konstan ini disebut tahanan listrik R dari konduktor
antara dua titik. Jadi hukum ohm bisa dinyatakan sebagai:

Dari persamaan kelihatan bahwa R
dinyatakan dalam satuan SI sebagai volt ampere atau m2 kg s-1 C-2
, dan disebut ohm (Ω). Jadi satu ohm adalah tahanan suatu konduktor yang
dilewati arus satu ampere ketika perbedaan potensialnya dijaga satu volt
diujung-ujung konduktor tersebut (alonso, 1992:76)

Alat untuk mengukur arus yang
mengalir melalui suatu komponen listrik , misalnya resistor adalah amperemeter
. bagian terpinting dari amperemeter adalah galvometer , yang berupa jarum
penunjuk pada suatu skala tertentu . galvometer bekerja dengan prinsip gaya antara
medan magnet dan kumparan pembawa arus . penyimpangan jarum galvometer
sebanding dengan arus yang melewatinya . sensivitas arus skala penuh  Im
dari sebuah galvometer merupakan arus yang dibutuhkan agar jarum menyimpang
dengan skala penuh. Bila sensivitas Im adalah 50mA , maka untuk arus 50mA akan
menyebabkan jaru bergerak ke ujung skala , sedangkan arus 25mA akan menyebabkan
jarum menyimpang setengah skala penuh . jika tis=dak ada arus jarum jarum
seharusnya berada di angka nol dan biasanya ada tombol pemutar untuk mengatur
skala titik nol ini.

Alat untuk mengukur tegangan adalah
voltmeter . voltmeter juga terdiri dari galvometer danresistor . voltmeter
dapat dirangkai parallel dengan elemen rangkaian yang tegangannya akan diukur .
voltmeter digunakan untuk mengukur bedapotensial antara dua titik dan kedua
ujung kawatnya (kawat penghubung) dihubungkan ke kedua titik tersebut . makin
besar hambatan dalamnya , maka makin kecil pengaruh terhadap rangkaian yang
diukur .

c.       Pembacaan skala alat
ukur listrik

Secara umum  pembacaan skala
dapat dirumuskan sebagai berikut :

I  =angka yg d tunjukkan
jarum x angka pada skala pemilih / batas maksimun 

            =  angka yg ditunjuk
voltmeter  x Batas maksimun / skala maksimun


·        
Sumber tegangan, yaitu baterai 4
buah

1.      Kami
merangkai alat dan bahan seperti pada gambar di bawah ini

2.      Kemudian
kami membaca dan mencatat skala yang ditunjuk oleh alat ukur ke dalam

Tabel berikut ini:

3.      Kami
mengulangi kegiatan 2 dengan menggunakan 2-4 baterei

Kemudian, kami mencatat data yang
diperoleh secara lengkap dalam tabel

Nilai

Nilai

VI.            
Analisis
hasil percobaan :

                     BUA = 1. A

A                                                        NST
=

 =

 = 0,02 A = 20 mA

                       BUA = 10 v

V                 

                                        NST =

 =

 = 0,2 A = 2 mA

·        
I1
= 5 skala : 5 x 0,02 = 0,1 A             

 =

 = 16

V1 =
8 skala : 8 x 0,2 = 1,6 v

·        
I2
= 11 skala : 11 x 0,02 = 0,22 A                   

 =

 = 13,63

V2 =
15 skala : 15 x 0,2 = 3 v

·        
I3
= 16 skala : 16 x 0,02 = 0,32 A                   

 =

 = 13,75

V3 =
22  skala : 22 x 0,2 = 4,4 v

·        
I4
= 22  skala : 22 x 0,02 = 0,44 A                  

 =

 = 12,7

V4
= 28 skala : 28 x 0,2 = 5,6 v

·        
I1
= 3  skala : 3 x 0,02 = 0,06 A                      

 =

 = 28,33

V1 =
8,5 skala : 8,5 x 0,2 = 1,7 v

·        
I2
= 6  skala : 6 x 0,02 = 0,12 A                      

 =

 = 26,67

V2 =
16 skala : 16 x 0,2 = 3,2 v

·        
I3
= 9  skala : 9 x 0,02 = 0,18 A                      

 =

 = 26,67

V3 =
24 skala : 24 x 0,2 = 4,8 v

·        
I4
= 12 skala : 12 x 0,02 = 0,24 A                   

 =

 = 26,67

V4
= 32 skala : 32 x 0,2 = 6,4 v

Nilai

1,6

13,63

13,75

12,7

Nilai

28,33

26,67

26,67

26,67

Teori
:
 
Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial (Tegangan)
serta Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan
konstan yang disebut hambatan listrik. Hubungan dalam hukum ohm ini yaitu
Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial
(Tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau
sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Secara matematika di tuliskan I ∞ V
atau V ∞ I, Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah
konstanta yang kemudian di kenal dengan Hambatan (R) sehingga persamaannya
menjadi V = I.R. Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah kuat arus (A) dan R
adalah hambatan (Ohm). Selain itu perbandingan antara tegangan dengan kuat arus
merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Secara
matematika di tuliskan V/I = R atau dituliskan V = I.R.

Praktk
:
semakin banyak
sumber listrik yang digunakan (dalam hal ini baterai) maka kuat arus dan
tegangan juga akan semakin bertambah dengan hambatan yang sama. Serta kuat arus
dan tegangan jika dibandingkan akan menghasilkan bilangan konstan yang hampir
sama dan senilai dengan hambatan yang digunakan tadi. Dapat dilihat dari
hambatan 10 Ω menunjukkan kuat arus 5 skala dan tegangannya 8 skala. Jika
keduanya dibandingkan menggunakan rumus R =
 ,maka akan dihasilkan 1,6

 begitu pun yang lainnya
dihasilkan 1,3; 1,5 ; dan 1,2. Semuanya mendekati 10
Ω. Jadi,kita bisa mengganti  

 dengan satuan R yaitu ohm
(
Ω)

Jadi, berdasarkan teori dan praktek yang kami lakukan,
semuanya cocok. Ini menandakan praktek yang kami lakukan dapat berjalan dengan
benar sehingga sesuai dengan teori yang telah ada.

1. Besarnya arus listrik yang mengalir
sebanding dengan besarnya beda potensial (Tegangan)

2. Perbandingan antara tegangan dengan
kuat arus merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. ( R=
V/I )

3. Semakin besar sumber tegangan maka
semakin besar arus yang dihasilkan.

4. Perbandingan antara tegangan dengan
kuat arus yang disebut hambatan listrik merupakan bilangan konstan

5.  Hukum Ohm dapat digunakan
untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunakan untuk
menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan Ohmmeter

1.      Sebelum melakukan praktikum,
pratikan harus mempelajari dan memahami dahulu materi yang akan dipraktikumkan,
serta membaca dan memahami  buku panduan yang berkaitan dengan praktikum
yang akan dilakukan pada waktu itu. Hal ini bertujuan agar dalam pelaksanaan
praktikum tidak kesulitan untuk melakukan praktikum dan agar praktikum berjalan
dengan lancar.

2.      Berhati-hati dan serius
dalam setiap melakukan percobaan, agar didapat hasil yang maksimal


Alonso, dkk. 1979. Dasar-dasar
fisika universitas. Jakarta: Erlangga

Durbin, dkk. 2005. Rangkaian
listrik. Jakarta: Erlangga

Rusdianto, eduard. 1999. Penerapan
konsep dasar listrik dan elektronika. Yogyakarta: kanisius

Ahmad, Jayadin, ELDAS, 2007, e-book

Arifin, Drs, M.T., Buku Penuntun
Elektronika Fisis Dasar 1, Jurusan Fisika Universitas Hasanuddin, Makassar,
2010

Fajar, Belajar Elektronika tanpa Guru.
Jakarta : Del Fajar, 2008

Dari: diriku Untuk: diriku   saya minta maaf! *** Sebelumnya saya mau review sedikit tentang buku yang sangat excited saya pesan. Sejujurnya ini kali pertama saya memesan buku secara online , ikut pre-order dan nungguin sampe beberapa puluh hari. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Baek Se Hee yang telah sangat berbaik hati berbagi kisahnya dan menuliskannya dalam sebuah buku. Awalnya saya mengetahui buku itu karena direkomendasikan oleh boygroup Korea Selatan, BTS tapi pada saat itu hanya ada versi hangeul beberapa lama kemudian saya melihat postingan seorang psikiater yang saya ikuti di twitter dan ia diberi tanggung jawab menuliskan kata pengantar pada buku tersebut. Setelah itu tentu saja saya langsung mencari tahu buku yang sudah diproduksi dalam Bahasa Indonesia tersebut. Melihatnya langsung membuat saya sangat senang, awalnya saya berpikir akan membacanya dalam waktu satu hari saja, nyatanyaaa…buku setebal 236 halaman tersebut harus saya baca berhari-h

Dari: diriku Untuk: diriku saya minta maaf! *** Rasa percaya diri yang rendah. Sungguh penyakit paling mematikan. Rasa percaya diri adalah hal yang paling penting yang dimiliki manusia. Namun bagaimana apabila seseorang memiliki kepercayaan diri yang rendah? Saya sudah menggambarkan di tulisan sebelumnya. Begitulah yang saya hadapi setiap harinya. Perasaan takut, cemas, tidak percaya diri. Ini terdengar gila, semakin seseorang menyukai saya, semakin saya membenci diri saya sendiri. Itulah mengapa saya tak pernah suka terlibat hubungan yang terlalu dalam dengan seseorang baik dari hubungan percintaan hingga pertemanan. Sejujurnya ketika seseorang teman menganggap saya sahabatnya, saudaranya atau sejenisnya itu sedikit mengganggu saya. Apakah saya pantas? Mengapa saya? Mengapa ia begitu menyukai saya? Saya tidak istimewa. Saya biasa-biasa saja. Saya tidak sebaik yang mereka sangka. Dan kemudian hal tersebut malah membuat saya semakin menyudutkan diri saya sendiri. Tapi menurut

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN tegangan, arus dan Hambatan | admin | 4.5