Makanan untuk menghentikan flek saat hamil muda

By On Saturday, October 15th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Makanan untuk menghentikan flek saat hamil muda – Hi kawan-kawan semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke blog TrendWisata dotcom ini. Pagi ini, saya dari blog Trend Wisata dot com mau sharing Q dan A yang wokeh yang akan menunjukkan tentang Makanan untuk menghentikan flek saat hamil muda. Ini dia tante dan om menyimaknya berikut ini:

Pernah mengalami flek di masa kehamilan? Kondisi ini tentu membuat ibu hamil resah karena khawatir dengan kondisi janin. Memang tidak semua
flek saat hamil berbahaya, tetapi ada juga yang jadi tanda masalah pada kehamilan. Berikut penjelasan mengenai penyebab hingga cara mengatasinya.

Flek saat hamil trimester pertama

Meski mengundang banyak tanya, kebanyakan kasus flek coklat saat hamil muda (trimester pertama kehamilan) terbilang normal.

Bercak darah awal
kehamilan ini disebut sebagai perdarahan implantasi dan hal wajar yang terjadi pada 1 dari 5 wanita hamil selama trimester pertama kehamilan.

Pada awal masa
kehamilan (sekitar 6-12 hari setelah pembuahan), embrio mulai menempel pada dinding rahim, kemudian menyebabkan perdarahan ringan.

Banyak wanita yang menganggap bercak darah ringan ini adalah permulaan siklus menstruasi baru. Padahal, ini merupakan flek ringan yang biasanya muncul.

Tidak perlu khawatir karena perdarahan implantasi tidak sebanyak darah menstruasi dan hanya berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari.

Jenis bercak ringan ini juga tidak akan membahayakan calon
bayi.

Sebagian besar wanita yang mengalami pendarahan implantasi akan menjalani kehamilan yang normal dan melahirkan bayi sehat.

Selain karena perdarahan implantasi, flek darah saat hamil muda bisa
juga terjadi karena hal berikut.

  • Perubahan hormon sehingga serviks (leher rahim) lebih mudah berdarah.
  • Penetrasi penis yang terlalu keras saat berhubungan seks.

Warna darah yang keluar biasanya lebih terang daripada saat
menstruasi.

Flek saat hamil di masa awal kehamilan bukan suatu hal yang berbahaya dan merupakan hal yang normal terjadi.

Mengutip dari Fertility and Sterility, lebih dari 30 ibu yang hamil anak kembar memiliki peluang lebih sehat meski mengalami perdarahan saat trimester pertama kehamilan.

Flek darah saat hamil muda bisa jadi tanda bahaya

Namun, flek coklat saat
hamil muda (trimester pertama kehamilan) bisa menjadi tanda keguguran atau komplikasi serius lainnya, seperti:

  • keguguran,
  • hamil anggur,
    hingga
  • kehamilan ektopik.

Pasalnya, sebagian besar keguguran terjadi pada awal
minggu sekitar usia kandungan 13 minggu, tandanya adalah flek saat hamil.

Bila mengalami flek dan tidak bersamaan dengan kram,
segera bicarakan dengan dokter.

Beberapa gejala keguguran yaitu:

  • sakit punggung ringan sampai berat,
  • berkurangnya berat badan,
  • keluar lendir berwarna pink dan putih dari vagina,
  • kram atau kontraksi, dan
  • gumpalan darah
    keluar dari vagina.

Bila mengalami keguguran, kecil kemungkinan untuk mempertahankan janin.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, segera hubungi
dokter kandungan dan melakukan tes USG.

Dokter biasanya akan merekomendasikan melakukan tindakan kuret untuk membersihkan rahim.

Flek saat hamil trimester kedua dan ketiga

Pada beberapa kondisi, keluarnya flek coklat saat
hamil muda seperti di trimester pertama adalah hal wajar.

Namun, apabila trimester kedua dan ketiga masih mengalami hal yang sama, ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab flek saat hamil trimester kedua dan ketiga:

1. Plasenta previa

Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks.

Plasenta previa bisa terlihat lewat pemeriksaan USG di
trimester kedua dan
trimester ketiga lewat tanda flek saat hamil.

Apabila ibu hamil mengalami flek coklat saat hamil bahkan sampai perdarahan hebat, segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya,
dokter akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat untuk mengistirahatkan panggul.

Hal ini termasuk untuk memberi jeda dalam berhubungan seksual.

2. Plasenta abruptio atau solusio

Kondisi
plasenta solusio sering terjadi pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Plasenta abruptio merupakan lepasnya plasenta dengan dinding rahim.

Namun,
tidak menutup kemungkinan mengalami perdarahan berat sampai pembekuan darah yang efeknya, sakit perut, kram, nyeri sekitar uterus, dan nyeri punggung.

3. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Kondisi bayi meninggal dalam kandungan
(stillbirth) biasanya terjadi dengan tanda perdarahan saat hamil.

WHO menyebutkan, stillbirth terjadi pada janin usia 28 minggu atau lebih tanpa ada tanda kehidupan dari janin.

Tanda yang bisa ibu hamil rasakan ketika janin mengalami stillbirth adalah:

  • nyeri perut atau kram,
  • perdarahan dari vagina, dan
  • kontraksi.

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko ibu hamil mengalami still birth yaitu:

  • kegemukan,
  • merokok,
  • hamil usia lanjut,
  • mengandung bayi lebih dari satu (kembar),
  • mengalami
    komplikasi kehamilan.

Bayi meninggal dalam kandungan (still birth) merupakan kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja.

Namun, bisa dihindari
dengan mengurangi salah satu faktor risiko sehingga perlu berkonsultasi diskusi dengan dokter untuk mengatasi faktor risikonya.

4. Rahim robek (ruptur uteri)

Perdarahan juga menjadi tanda adanya risiko rahim robek atau
ruptur uteri saat persalinan.

Tanda-tanda ibu mengalami rahim robek adalah adanya jeda pada kontraksi.

Faktor risiko yang meningkatkan ini adalah riwayat menjalani operasi caesar.

5. Luka pada serviks

Perdarahan atau flek coklat saat hamil juga bisa terjadi karena trauma serviks. Hal ini terjadi tiba-tiba dan penyebabnya adalah hubungan seksual.

Biasanya, ibu akan merasakan nyeri
panggul ringan hingga sedang tergantung pada tingkat kerusakan pada serviks.

Tanda dari kondisi ini adalah memar dan area serviks yang lebih lunak terkadang terasa tidak nyaman.

Perbedaan perdarahan dan flek saat hamil

Apakah flek saat hamil sama
dengan perdarahan? Sebenarnya tidak, tapi keduanya berhubungan.

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa perdarahan adalah kondisi keluarnya darah dari vagina selama hamil.

Ini bisa terjadi kapan saja, mulai dari masa pembuahan sampai akhir masa kehamilan.

Bercak darah saat hamil termasuk dalam perdarahan ringan dan jadi hal biasa, terutama trimester pertama kehamilan.

Tanda flek tidak berat yaitu
darah yang keluar tidak pekat dan ringan, bahkan darahnya tidak sampai menutupi penuh pantyliner.

Sementara itu, perdarahan adalah aliran darah yang lebih berat. Maka dari itu, ibu membutuhkan pembalut agar tidak membasahi celana karena mirip dengan kondisi menstruasi.

Apabila merasa perdarahan mirip seperti menstruasi, sebaiknya segera datang ke dokter.

Cara mengatasi flek darah saat hamil

Saat Anda mengalami flek saat
hamil muda (sebelum 16 minggu), gunakan pembalut untuk menampung darah. Perhatikan juga gejala lainnya yang mungkin menyertai.

Flek darah yang keluar selama trimester awal dan tidak ada gejala apapun adalah kondisi normal, biasanya mereda setelah 2-3 hari.

Apabila setelah 2-3 hari flek tidak berhenti, semakin parah dokter akan menyarankan bedrest agar tubuh tidak terlalu lelah.

Sementara itu, kalau mengalami flek saat
trimester kedua dan ketiga (setelah 16 minggu), biasanya dokter akan menyarankan
bed rest untuk mengurangi kontraksi rahim.

Mengutip dari
situs
Manchester University, ibu hamil sebaiknya untuk menghindari aktivitas dan membawa barang yang berat.

Selain itu, hindari mandi dengan air terlalu panas karena bisa membuat kepala pusing.

Lalu, sebaiknya hindari pula berhubungan seksual untuk mengurangi risiko keguguran dan perdarahan yang semakin parah.

Sebaiknya, penggunaan pembalut yaitu selama 2-3 hari meski flek sudah tidak keluar. Apabila kondisi
semakin parah, segera hubungi dokter kandungan.

Cara mencegah flek saat hamil

Keluarnya flek coklat saat hamil muda memang tidak terduga, tetapi ibu bisa melakukan tindakan pencegahan seperti:

  • mencukupi nutrisi ibu saat hamil dengan makanan bergizi,
  • mengurangi konsumsi kafein,
  • menghindari merokok,
  • memeriksa penyakit penyerta (gangguan kelenjar tiroid, diabetes, atau gangguan imunitas yang
    berperna dalam perdarahan).
  • perbanyak istirahat di rumah dan hindari kerja berat.
  • perhatikan berat badan ibu
    saat hamil
    .

Perlu pula ibu ketahui bahwa berat badan kurang dan obesitas juga berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya perdarahan saat hamil.

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

Tingkatkan kewaspadaan ketika flek atau bercak darah saat hamil terjadi setiap hari dengan warna darah semakin mengental dan cerah yang mengarah ke
perdarahan.

Apabila Anda mengalami flek atau perdarahan yang tidak berhenti, sudah saatnya dokter akan melakukan evaluasi dan penanganan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan vagina untuk melihat perdarahan dan melakukan USG, baik USG perut juga
USG transvaginal.

Prosedur ini untuk memastikan detak jantung janin dalam keadaan sehat dan berkembang secara baik.

Pertanyaan selanjutnya, kemungkinan dokter akan bertanya
apakah bercak darah hadir bersamaan dengan kram atau demam.

Beberapa ibu hamil memerlukan pengobatan khusus karena flek coklat saat hamil bisa berubah menjadi perdarahan selama kehamilan.

Berikut beberapa gejala kondisi flek hingga perdarahan saat hamil yang perlu ibu khawatirkan.

  • Perdarahan hebat sampai kram dan
    kontraksi.
  • Flek sampai perdarahan dan berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Merasa pusing bahkan sampai pingsan.
  • Demam dengan
    suhu lebih dari 38 derajat Celcius.
  • Rasa sakit parah di perut, panggul, dan punggung.
  • Pernah menerima perawatan untuk kehamilan ektopik.

Segera hubungi dokter dan pergi ke rumah sakit terdekat apabila mengalami hal-hal di atas.

Makanan apa yang bisa menghentikan pendarahan saat hamil muda?

Berikut ini adalah beberapa jenis buah untuk menghentikan pendarahan saat hamil..

Apel. Buah apel memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan juga kaya akan antioksidan yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh ibu hamil. … .

2. Tomat. … .

3. Alpukat. … .

4. Berry. … .

Kurma. … .

6. Pisang..

Apa yang harus dilakukan jika keluar flek saat hamil muda?

Cara Penanganan Pendarahan Saat Hamil Muda.

Istirahat Total. Ibu hamil disarankan untuk berbaring dan beristirahat total saat mengalami pendarahan. … .

Hindari Berhubungan Intim. … .

Gunakan Pembalut. … .

Perhatikan Warna Darah..

Buah apa yang bisa memperkuat kandungan?

Buah penguat kandungan.

Pisang. Pisang sangat kaya akan nutrisi seperti vitamin B6, mangan, serta kalium. … .

Jeruk. … .

Kurma. … .

Buah beri. … .

Alpukat..

Makanan apa saja untuk penguat kandungan?

7 Makanan Penguat Kandungan Trimester Pertama, Baik untuk Pertumbuhan Janin.

Kurma. BACA JUGA: … .

2. Alpukat. ©2020 Merdeka.com. … .

3. Brokoli. ©2020 Merdeka.com/www.pixabay.com. … .

4. Bayam. ©Shutterstock.com/ Maria Komar. … .

Kacang-Kacangan. © The best healthy habits! … .

6. Daging Rendah Lemak. ©Pixabay. … .

7. Susu. ©2019 Merdeka.com/Pixabay..

Makanan untuk menghentikan flek saat hamil muda | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x