Manusia praaksara yang hidup menetap dan bercocok tanam adalah jenis

By On Tuesday, September 20th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Manusia praaksara yang hidup menetap dan bercocok tanam adalah jenis – Hi kawan semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke halaman blog www.trendwisata.com ini. Malam ini, kami dari portal TrendWisata akan sharing pertanyaan dan jawaban yang bagus yang akan menunjukkan tentang Manusia praaksara yang hidup menetap dan bercocok tanam adalah jenis. Silahkan ibu dan bapak lihat berikut ini:

Kehidupan masa bercocok tanam dan hidup menetap – Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam mengalami peningkatan cukup pesat. Masyarakat pra aksara pada saat itu telah memiliki tempat tinggal yang tetap. Mereka memilih tempat tinggal pada suatu tempat tertentu.

Hal ini dimaksudkan agar hubungan antara manusia di dalam kelompok masyarakatnya semakin erat. Eratnya hubungan antar manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa anggota masyarakat yang lain.

Kehidupan sosial yang dilakukan oleh masyarakat pada masa bercocok tanam ini terlihat dengan jelas melalui cara bekerja dengan bergotong-royong. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat bersangkutan selalu dilakukan dengan cara bergotong-royong, di antaranya pekerjaan bertani, merambah hutan, berburu, membangun rumah dan lain-lain.

Cara hidup bergotong-royong itu merupakan salah satu ciri kehidupan masyarakat yang bersifat agraris. Kegiatan gotong-royong hingga saat ini masih tetap dipertahankan terutama di daerah pedesaan.

Dalam kehidupan masyarakat bercocok tanam sudah terlihat peran pemimpin (primus interpares). Gelar primus interpares di Indonesia adalah ratu atau datu (datuk), artinya orang terhormat dan yang patut dihormati karena kepemimpinan, kecakapan, kesetiaannya, dan lain-lain

Masyarakat pada masa bercocok tanam sudah terampil membuat gerabah, anyaman, pakaian, dan perahu. Bahan untuk anyaman dibuat dari bambu, rumput dan rotan, dengan teknik anyaman dan pola geometreis. Anyaman digunakan sebagai alat kebutuhan rumah tangga.

10 unsur pokok dalam kehidupan asli masyarakat Indonesia

Revolusi kehidupan manusia dari foof gathering (penyediaan alam) ke food producing dapat dibuktikan dengan beberapa hal yang disampaikan seorang ahli purbakala bernama Dr. Brandes.

Dr. Brandes mengemukakan bahwa sebelum kedatangan pengaruh Hindu Budha, di Indonesia telah terdapat sepuluh unsur pokok dalam kehidupan asli masyarakat Indonesia. Unsur pokok dalam kehidupan asli masyarakat Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan berlayar

Pembawa kebudayaan neolitikum ke Indonesia adalah ras bangsa Austronesia yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia. Mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan perahu bercadik, satu ciri perahu bangsa Indonesia adalah penggunaan cadik, yaitu alat dari bambu da kayu yang dipasang di kanan dan kiri perahu agar seimbang tidak mudah oleng.

Baca juga Asal-usul bangsa Indonesia

2. Mengenai astronomi

Pengetahuan astronomi diperlukan untuk pelayara. Mereka menggunakan rasi bintang pari (sebutan para nelayan) atau bintang “gubuk penceng” untuk melakukan pelayaran.

Untuk mengetahui datangnya musim bagi keperluan pertanian diperlukan bintang-bintang, seperti bintang beruang besar yang disebut bintang waluku yang berarti bintang bajak.

3. Kepandaian bersawah

Sejak zaman neolitikum Bangsa Indonesia telah bertempat tinggal tetap. Dengan hidup menetap mendorong mereka untuk hidup sebagai food producing. Dalam bidang pertanian pada awalnya dilakukan dengan sistem ladang, namun untuk lebih meningkatkan hasil pertanian digunakan sistem sawah.

4. Aktivitas perdagangan

Hasil panen atas barang-barang kehidupan yang dibuat dirumah banyak, namun ada beberapa kebutuhan yang tidak dapat mereka penuhi, sehingga dilakukan tukar-menukar barang (barter). Dengan barter berarti telah terjadi perdagangan.

5. Mengatur masyarakat

Dengan adanya kehidupan berkelompok yang sudah menetap perlu diadakan aturan masyarakat. Untuk itu diperlukan pemimpin yang dianggap memiliki kemampuan lebih (primus interpares) dan dapat melindungi masyarakat dari gangguan, baik dari dalam maupun dari luar, serta dapat mengatur masyarakat dengan baik.

6. Seni batik

Batik merupakan kerajinan membuat gambar pada kain dengan alat yang disebut canting.

7. Kesenian wayang

Dalam kehidupan yang telah menetap dan teratur dapat diciptakan kesenian-kesenian yang lebih tinggi nilainya, seperti kesenian wayang yang berpangkal pada pemujaan roh nenek moyang.

Setelah pengaruh Hindu masuk ke Indonesia, kisah nenek moyang dan nasihat diganti dengan cerita Mahabharata dan Ramayana yang lebih menarik.

8. Sistem macapat (pola susunan masyarakat)

Macapat artinya tata cara yang didasarkan pada jumlah empat dengan pusat terletak di tengah. Ada satu sumber yang mengatakan macapat merupakan susunan ibu kota Solo yang terdapat tanah lawang atau alun-alun yang dikelilingi oleh istana/kraton.

9. Membuat kerajinan

Sambil menunggu hasil panen, ada waktu luang yang dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan, seperti membuat gerabah, manik-manik, pakaian dari kulit kayu/kerang, anyaman dan perhiasan. Bahkan pada zaman logam usaha kerajinan perundagian semakin berkembang.

10. Seni gamelan

Agar pertunjukan wayang kulit dapat dimainkan dengan baik dan menarik, maka perlu dibantu oleh gamelan sebagai alat musik pengiring. alat gamelan tersebut seperti gong, bonang, gambang, rebab, gender, saron, kendang dan sebagainya.

Dari penjabaran di atas, maka kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam dan menetap memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Sudah mengenal bercocok tanam secara baik.
  2. Sudah mampu mengolah bahan makan sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka (menghasilkan makanan/food producing). Di samping berburu dan menangkap ikan, mereka juga telah memelihara binatang-binatang jinak, seperti kerbau, anjing, dan babi. Binatang-binatang tersebut selain untuk keperluan konsumsi juga dapat dipakai sebagai binatang korban.
  3. Sudah mempunyai tempat tinggal yang menetap secara mantab.
  4. Peralatan yang dibuat dari batu lebih halus dan bermacam-macam seperti kapak, tombak, panah, dan lain-lain. Selain peralatan tersebut, mereka juga berhasil membuat perhiasan dari gelang-gelang dan biji-biji kalung dari batu.
  5. Peradaban mereka sudah lebih maju, alat-alat rumah tangga dibuat lebih baik dan mereka lebih mengerti seni.

Corak Kehidupan Manusia Purba Pada Masa Bercocok Tanam – Bercocok tanam merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya masa berburu dan meramu. Masa bercocok tanam ditandai dengan perubahan tradisi yang semula mengumpulkan makanan (food gathering) menjadi menghasilkan makanan (food producing).

Kegiatan bercocok tanam ini mulai dilakukan setelah manusia purba mulai menetap di suatu wilayah meskipun hanya bersifat sementara.

Selain bercocok tanam manusia purba juga beternak hewan seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, anjing dan kuda. Masa bercocok tanam dan beternak ini diperkirakan terjadi pada zaman Mesolitikum. Sedangkan jenis manusia purba yang hidup pada masa ini adalah homo sapiens yang berasal dari rumpun melayu.

Pada masa bercocok tanam hutan belukar dimanfaatkan untuk dijadikan ladang dengan menanam tanaman seperti padi, sukun, nangka, jagung, ketela, pisang dan kedelai. Lama-kelamaan tanah sekitar tidak dapat ditanami lagi sehingga mengharuskan berpindah mencari tanah yang lebih subur.

Sistem berlandang secara berpindah ini disebut juga bergumah. Kegiatan seperti ini masih sering dijumpai di Indonesia seperti di pedalaman papua dan kalimantan.

Adapun ciri-ciri kehidupan pada masa bercocok tanam dan beternak adalah sebagai berikut:

  • Teknologi dalam menghasilkan alat kebutuhan telah berkembang.
  • Pada masa ini manusia purba sudah hidup menetap di suatu wilayah secara berkelompok.
  • Alat bantu yang digunakan pada masa bercocok tanam antara lain kapak lonjong, kapak persegi dan mata panah.
  • Sudah mengenal sistem barter yaitu perdagangan yang dilakukan dengan tukar-menukar antara barang-dengan barang.
  • Manusia purba yang hidup dekat dengan perairan untuk transportasi menggunakan perahu bercadik.

Sistem kepercayaan pada masa bercocok tanam

Pada masa ini manusia purba telah mengenal sistem kepercayaan. Sistem kepercayaan manusia purba pada saat itu dibagi menjadi dua yaitu kepercayaan animisme dan kepercayaan dinamisme.

Sumber: dari berbagai sumber.

Incoming search terms:

  • pengertian masa bercocok tanam
  • alat yang digunakan pada masa bercocok tanam
  • ciri-ciri masa bercocok tanam
  • jenis manusia purba yang hidup pada masa bercocok tanam


Apa faktor yang menyebabkan penumpasan di tii memakan waktu lama ?


Adanya sebuah periode kerajaan-kerajaan islam di nusantara sejak abad 15 m, bukan saja pertanda bahwa bangsa indonesia pernah menjadi bangsa besar yan


g sudah terbiasa bergaul dengan berbagai bangsa dari belahan dunia, bahkan sejak sebelum kedatangan bangsa barat. periode kerajaan islam di nusantara juga menjadi proses berintegrasinya bangsa-bangsa di kepulauan nusantara yang kelak akan menjadi bangsa dan negara indonesia. Proses integrasi bangsa-bangsa di kepulauan nusantara dimungkinkan terjadi karena …….


Peran perempuan dalam sejarah pergerakan nasionalisme merupakan contoh tulisan sejarah berdasarkan historiograf​


Keutamaan dalam ilmu sejarah adalah sumber-sumber sejarah yang ​


1.mengapa sejarah dapat juga dikatakan sebagai seni? 2.jelaskan bahwa peristiwa sejarah bersifat unik! 3.apa yang dimaksud suatu peristiwa merupakan s


ebuah proses? 4.sebutkan ciri ciri berpikir sejarah secara sinkronis! 5.sebutkan beberapa kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia! ​


1.mengapa sejarah dapat juga dikatakan sebagai seni? 2.jelaskan bahwa peristiwa sejarah bersifat unik! 3.apa yang dimaksud suatu peristiwa merupakan s


ebuah proses? 4.sebutkan ciri ciri berpikir sejarah secara sinkronis! 5.sebutkan beberapa kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia! ​


masalah keamanan dalam negeri adalah​


Mengapa pesawat yang menggunakan mesin jet baru pada tahun 1937 diperkenalkan padahal messenger sudah ditemukan pada tahun 1930 ?​


dalam sebuah penghantar mengalir arus listrik sebesar 4 A selama 3 menit, berapakah besar muatan listrik yg berpindah pada penghantar tersebut?


Bagaimanakah ketergaitan waktu dengan sejarah

Manusia praaksara yang hidup menetap dan bercocok tanam adalah jenis | admin | 4.5