Memahasucikan allah subhanahu wa taala merupakan salah satu

By On Sunday, November 20th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Memahasucikan allah subhanahu wa taala merupakan salah satu – Halo Agan dan sista semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke website TrendWisata dotcom ini. Kali ini, saya di situs trendwisata.com mau berbagi tips yang menarik yang menjelaskan tentang Memahasucikan allah subhanahu wa taala merupakan salah satu. Kami persilakan sobs melihat berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ »

“Ada dua kalimat (zikir) yang ringan diucapkan di lidah, (tapi) berat (besar pahalanya) pada timbangan amal (kebaikan) dan sangat dicintai oleh ar-Rahman (Allah Ta’ala Yang Maha Luas Rahmat-Nya), (yaitu): Subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil ‘azhiim (maha suci Allah dengan memuji-Nya, dan maha suci Allah yang maha agung)”[1].

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan dua kalimat zikir ini dan menghayati kandungan maknanya, karena amal shaleh ini dicintai oleh Allah Ta’ala dan menjadikan berat timbangan amal kebaikan seorang hamba pada hari kiamat[2].

Oleh karena itu, makna dua kalimat zikir ini disebutkan dalam al-Qur’an sebagai doa dan zikir penghuni surga, yaitu dalam firman Allah Ta’ala,

دَعْوَاهُمْ فِيهَا سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Doa mereka (penghuni surga) di dalam surga adalah: “Subhanakallahumma” (maha suci Engkau ya Allah), dan salam penghormatan mereka ialah: “Salaam” (kesejahteraan bagimu), serta penutup doa mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin” (segala puji bagi Allah Rabb semesta alam)” (QS Yunus: 10)[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
  1. Arti “maha suci Allah” adalah mensucikan Allah Ta’ala dari segala sifat yang menunjukkan kekurangan, celaan dan tidak pantas bagi-Nya, serta menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi-Nya[4].
  2. Arti memuji Allah Ta’ala adalah menyanjungnya dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang berkisar di antara keutamaan dan keadilan, maka bagi-Nyalah segala pujian yang sempurna dari semua sisi[5].
  3. Dikhususkannya penyebutan nama “ar-Rahman” dalam hadits ini untuk mengingatkan manusia akan maha luasnya rahmat Allah Ta’ala, di mana Dia  memberi balasan bagi amal yang ringan dengan pahala yang sangat besar[6].
  4. Keutamaan yang dijanjikan dalam hadits ini berlaku bagi orang yang berzikir dengan mengucapkan dua kalimat zikir dia atas secara bergandengan[7].
  5. Zikir ini lebih utama jika diucapkan dengan lisan disertai dengan penghayatan akan kandungan maknanya dalam hati, karena zikir yang dilakukan dengan lisan dan hati adalah lebih sempurna dan utama[8].
  6. Perlu diingatkan di sini bahwa semua bentuk zikir, doa dan bacaan al-Qur’an yang disyariatkan dalam Islam adalah bacaan yang diucapkan dengan lidah dan tidak cukup dengan hanya terucap dalam hati tanpa menggerakkan lidah, sebagaimana pendapat mayoritas ulama Islam[9].
  7. Dalam hadits ini juga terdapat anjuran untuk menetapi dan banyak mengucapkan dua kalimat zikir di atas[10].
  8. Hadits ini juga menunjukkan adanya timbangan amal kebaikan yang hakiki pada hari kiamat dan bahwa amal perbuatan manusia akan ditimbangan dengan timbangan tersebut, ini termasuk bagian dari iman terhadap hari akhir/kiamat[11].

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 15 Jumadal ula 1432 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Artikel www.muslim.or.id

[1] HSR al-Bukhari (no. 6043 dan 6304) dan Muslim (no. 2694).

[2] Lihat keterangan imam Ibnu Hibban dalam kitab “Shahih Ibnu Hibban” (3/112).

[3] Lihat kitab “Fathul Baari” (1/473).

[4] Lihat kitab “Tafsir Ibnu Katsir” (7/46 – tahqiq: Saami Muhammad Salamah).

[5] Lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 39).

[6] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (5/40).

[7] Lihat keterangan imam Ibnu Hibban dalam kitab “Shahih Ibnu Hibban” (3/121).

[8] Lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 314).

[9] Lihat kitab “al-Qaulul mubiin fi akhthaa-il mushalliin” (hal. 96-99).

[10] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (5/40).

[11] Lihat keterangan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam “al-‘Aqiidatul Waasithiyyah” (hal. 20).

🔍 Haram Mengucapkan Natal, Hadits Utang Piutang, Cara Mendoakan Orang Yang Sudah Meninggal Menurut Islam, Keutamaan Baca Ayat Kursi

Al-quddus bisa diartikan mengagungkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Al-Quddus (القدوس), (Maha Suci) adalah satu dari Asma Al Husna yang dipunyai Allah. Kata dasar dari Al Quddus adalah Qaddasa yang artinya menyucikan dan menjauhkan dari kejahatan, bisa pula diartikan membesarkan dan mengagungkan.

Al Quddus  dalam Al Qur’an ada pada urutan keempat dalam urut-urutan Al Asma Al Husna setelah sebelumnya menyebut Ar Rahman, Ar Rahim dan Al Malik. Ini bisa dilihat dalam surat Al Hasyir ayat 23:

“Dialah Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Raja (Al Malik)  Yang Maha Suci (Al Quddus) Yang Maha Sejahtera Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara keselamatan Yang Maha Perkasa Yang Maha Kuasa Yang Memiliki Segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Sedangkan penyebutan Ar Rahman dan Ar Rahim ada pada ayat sebeliumnya, Al Hasyr ayat 22: “ Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih (Ar Rahman) Maha Penyayang (Ar Rahim).

Tentang kemahasucian Allah ini ditegaskan dalam tasbih pada akhir ayat Al Hasyr 23, Maha Suci Allah dari apa yang mereka perekutukan. Tentang bertasbih (memahasucikan Allah) ini juga dapat dilihat dalam surat Al Jumu’ah ayat 1:

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah Maha Kuasa (Raja), Yang Maha Suci Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.

Bertasbih (memahasucikan Allah) bisa dilakukan dengan lisan dengan mengucap Subhanallah, tetapi juga harus dilakukan dengan tindakan nyata agar tindakan-tindakan yang dilakukan tidak mengarah pada hal-hal yang mensekutukan Allah.

Beberapa tindakan atau ucapan yang harus dilakukan dalam bertasbih ini dapat dilihat dalam surat Al Ikhlas:

“Katakanlah (Muhammad) “Dialah Allah Yang Maha Esa” (1) Allah tempat meminta segala sesuatu (2)  (Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan (3). Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia (4).”

Dengan demikian tindakan yang bertentangan dengan ayat-ayat di atas merupakan tindakan yang tidak mensucikan atau memahasucikan asma Allah. Tindakan demikian tergolong tindakan mensekutukan Allah. Sedangkan mempersukutukan Allah merupakan kezaliman yang besar sebagaimana termaktub dalam surat Luqman ayat 13: “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya. “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Misalnya perkataan yang mengatakan Allah mempunyai anak, ucapan sebaliknya dari ayat 3 surat Al Ikhlas. Ini digolongkan kepada tidak mensucikan asma Allah. Ini bisa dilihat di dalam surat Al Baqarah ayat 116: “Dan mereka berkata, “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya”.

Sebagai mahluk ciptaan Allah, kewajiban kita untuk  bertasbih, memuji dan mensucikian Asma Allah serta menghindari tindakan yang mempersekutukan Allah. Waallahu’alam bishowab. 

Sumber: Majalah SM Edisi 20 Tahun 2016 

Bertasbih Kepada Al-Quddus

sumber : Suara Muhammadiyah

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika …

Salah satu cara memahasucikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah dengan bertasbih mengucapkan “Subhanallah” atau “Subhanallah Wabihamdihi” atau “Subhanallahil Adzim”

Pembahasan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan semesta alam, pencipta langit dan bumi menjelaskan di dalam Al Quran bahwa salah satu dari sekian namanya yang dinamakan dengan Amaul Husna adalah Al Quddus yang artinya Maha Suci.

Maha Suci Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari segala kekurangan dan apa yang dibayangkan manusia tentangNya. Salah satu pengamalan kita dalam sehari-hari adalah dengan memperbanyak dzikir kepadaNya. Dan salah satu dzikir dalam rangka mensucikanNya adalah “Subhanallah”.

Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah, kita ucapkan ketika kita menjumpai hal-hal yang membuat takjub atau hal aneh sebagaimana hadits nabi yang berbunyi:

  • سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ

Subhanallah, sesungguhnya muslim itu tidak najis. (HR. Bukhari 279)

Hadits di atas terkait dengan kejadian dimana Abu Hurairah sahabat nabi meminta izin sebentar pamit untuk mandi. Ketika ditanya mengapa demikian, Abu Hurairah menjawab bahwasanya ia sedang junub, dan tidak enak duduk bersama nabi bila sedang junub. Maka nabi pun mengatakan sebagaimana di dalam hadits.

Kemudian pada saat ada seorang sahabat wanita yang bertanya kepada nabi tentang cara membersihkan kemaluan setelah selesai haid, maka nabi Shallallahu alaihi wasallam merasa malu untuk menjawab dengan detail, sehingga beliau hanya mengatakan,

  • سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِى بِهَا

“Subhanallah.., ya kamu bersihkan pakai kapas itu.”

Aisyah paham maksud Nabi Shallallahu alaihi wa allam, beliau pun langsung menarik wanita ini dan mengajarinya cara membersihkan darah ketika haid. (HR. Bukhari 314 & Muslim 774).

Kemudian hadits berikutnya yaitu dari Muhammad bin Jahsy radhiallahu anhu, “Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ke arah langit, kemudian beliau bersabda,

  • سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا نُزِّلَ مِنَ التَّشْدِيدِ

“Subhanallah, betapa berat ancaman yang diturunkan ….”

Sehingga kita sebaiknya mengucapkan Subhanallah ketika:

  • Heran terhadap sikap seseorang yang aneh.
  • Ketika sesuatu yang besar terjadi.
  • Ketika melihat adanya penyimpangan yang dilakukan di dalam agama.

Demikian, Semoga membantu!

Pelajari lebih lanjut

1. Materi tentang kapan mengucapkan alhamdulillah brainly.co.id/tugas/30534431

2. Materi tentang mengucapkan Subhanallah brainly.co.id/tugas/34475519

3. Materi tentang alhamdulillah brainly.co.id/tugas/20995851

Detail jawaban

Kelas: 2

Mapel: Agama

Bab: Allah Mahasuci

Kode: 2.4.9

Kata kunci: Memahasucikan Allah

#TingkatkanPrestasimu

Memahasucikan allah subhanahu wa taala merupakan salah satu | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x