Memaksimalkan rancangannya sesuai dengan tujuan dan batasan batasannya merupakan dari model rasional

By On Sunday, August 21st, 2022 Categories : Tanya Jawab

Memaksimalkan rancangannya sesuai dengan tujuan dan batasan batasannya merupakan dari model rasional – Hi tante dan om semua, Met Datang di situs TrendWisata ini. Siang ini, kami di blog Trend Wisata dot com akan membagikan ulasan yang oke banget yang menjelaskan tentang Memaksimalkan rancangannya sesuai dengan tujuan dan batasan batasannya merupakan dari model rasional. Silahkan Agan dan sista tonton dibawah ini:

PROTOTYPE PADA BISNIS PERANGKAT KERAS
PROTOTYPE PADA BISNIS PERANGKAT KERAS KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menetapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan factual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Teknik Komputer dan Jaringan pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja,
warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik
Komputer dan Jaringan. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak
mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung
KOMPETENSI DASAR
3.4 Menganalisis konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
4.4 Membuat desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa APERSEPSI Bisnis perangkat keras adalah bisnis yang berkaitan dengan fisik benda. Jika suatu produk
berkaitan dengan fisik benda, maka produk tersebut harus mengalarni serangkaian uji coba. Uji
coba tersebut digunakan untuk mengetahui seberapa besar kekurangan dan kelebihan yang ada
pada produk tersebut. Oleh karena itu, mari kita rnempelajari seluk beluk prototype di dalam
bab ini! AYO PAHAMI
A. KONSEP DALAM PROTOTYPE
Prototype adalah contoh yang mewakili sebuah model suatu produk.
Prototype berfungsi sebagai alat uji suatu konsep atau proses suatu produk sebelum produk
tersebut diperbanyak dan dilempar ke pasaran. Prototype biasanya digunakan sebagai alat
evaluasi atas desain baru yang dibuat oleh suatu pemsahaan. Nantinya, prototype tersebut akan
dianalisasi secara sistematis. Prototype adalah penyajian data berbasis praktik, bukan teori.
Prototype adalah pengejawantahan suatu teori. Dalam sebuah perusahaan, perancangan
prototype merupakan langkah yang terdapat di antara fonnalisasi
dan evaluasi sebuah ide. Kata “prototype” berasal dari Bahasa Yunani yang berarti “bentuk primitif”. Kata tersebut
merupakan bentuk netral dari kata Yunani yang berarti “asli, primitif”.
1. Manfaat Prototype dalam Membangun Produk Perangkat Keras
Kesempurnaan prototype akan berbanding lurus dengan produk akhir.
Hal itu sangat terasa pada produk perangkat keras. Dengan adanya portotype, kita bisa
melakukan pengujian agar kita bisa mengetahui mana bagian yang masih perlu diberi
perbaikan, mana yang sudah bias dipertahankan. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah
manfaat prototype dalam kaitannya dengan produk perangkat keras computer : a. Prototype Dapat Digunakan Sebagai Alat Uji dan Penyempurnaan Suatu Desain
Usaha
Mungkin ide kita akan bekerja dengan sempuma dalam semua aspek perencanaan.
Namun, ketika kita mulai mewujudkannya secara fisik, maka kita akan menemukan
kekurangan dalam bentuk usaha yang kita buat. Itulah sebabnya prototype dapat
digunakan untuk menguji fungsionalitas ide kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang
salah dengan ide yang kita ciptakan sampai kita mengeksekusinya menjadi bentuk yang
nyata.
b. Prototype Berfungsi untuk Menguji Performa Berbagai Bentuk Perencanaan
Sebagai contoh, pembuatan mouse pada komputer membutuhkan pengujian yang
disesuaikan dengan bagian-bagiannya. Kita tahu bahwa mouse keomputer memiliki 3
bagian, yakni bagian kulit (bagian terluar), bagian otak (bagian elektronik), dan bagian
desain (rancangan mouse). Pengujian yang sempuma atas ketiga bagian tersebut akan
menghasilkan produk mouse yang menarik untuk dipandang, dan memiliki kepekaan
terhadap perintah yang bagus.
c. Prototype Merupakan Alat Bantu Deskripsi Sebuah Produk
Dengan adanya prototype, kita akan lebih mudah mendeskripsikan bentuk usaha kita.
Contohnya, dengan prototype, kita akan mengetahui seluk beluk usaha yang kita buat,
mulai dari segi legalitas,finansial, dan lain lain.
d. Prototype dapat Membuat Orang Lain Menganggap Serius Bisnis Kita
Ketika kita menjumpai mitra bisnis atau pihak penalang dana, akan menjadi lebih
meyakinkan apabila kita stidah menyediakan prototype badan usaha yang kita buat.
Dengan itu, kita akan menjadi berbeda dari lusinan orang lain yang datang dengan mitra
bisnis atau penalang dana hanya dengan ide abstrak. Akibatnya, kita akan dipandang
sebagai profesional yang memiliki tujuan nyata, bukan hanya seorang penemu dengan
ide yang potensial. 2. Manfaat Prototype
Berikut adalah keuntungan-keuntungan dalam menerapkan prototype dalam pengujian
suatu produk.
a. Prototype Dapat Digunakan sebagai Alat Uji dan Penyempurnaan Desain Produk
Mungkin ide kita akan bekerja dengan sempurna dalam aspek teori. Namun, ketika kita
mulai mewujudkannya secara fisik, maka kita akan menemukan kekurangan dalam
barang yang kita buat. Itulah sebabnya prototype dapat digunakan untuk menguji
fungsionalitas ide kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang salah dengan ide yang kita
ciptakan sampai kita mengeksekusinya menjadi bentuk yang nyata.
b. Prototype Berfungsi untuk Menguji Performa Berbagai Jenis Bahan
Misalnya, kita mungkin lebih tertarik menggunakan bahan logam sebagai bahan utama
produk. Namun, ketika kita mengadakan pengujian dengan prototype, kita sadar bahwa
bahan plastik memiliki performa yang lebih baik dan memiliki beban biaya lebih rendah
bagi produk yang kita buat. Dengan prototype, kita akan dapat membuat produk dengan
bahan yang lebih efektif.
c. Prototype Merupakan Alat Bantu Deskripsi Sebuah Produk
Dengan adanya prototype, kita akan lebih mudah mendeskripsikan produk yang kita
buat.
d. Prototype dapat Membuat Orang Lain Menganggap Serius Bisnis Kita
Dengan membuat prototype, mitra bisnis kita akan menganggap bahwa kita serius
dengan bisnis yang kita buat.
3. Menentukan Konsep Desain Protoype
Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototype desain produk, kita harus
mengetahui metode metode dalam konsep desain prototype. Berikut merupakan penjelasan mengenai metode dalam desain prototype.
a. Prototype Kertas
Prototype kertas adalah pembuatan prototype yang dilakukan di atas sebuah kertas.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi pada desain awal produk.
Prototype kertas dapat memberikan informasi dalam proses awal pembuatan desain
sehingga kita mengetahui apakah kita menuju ke arah yang benar atau salah. Kita dapat
menentukan kecocokan konsep desain sebelum melakukan pekerjaan utama dan
sebelum tim desain terpaku pada satu produk khusus.
Salah satu kelemahan prototype kertas adalah kita akan kesulitan dalam menerapkan
desain prototype kertas ke dalam penggunaan nyata. Namun, hal tersebut dapat
dimaklumi karena prototype kertas hanya digunakan pada awal pembuatan desain
produk.
b. Prototype Cepat
Rapid prototyping atau prototype cepat dapat menjadi alat untuk menguji dan
mengomunikasi desain yang sedang dikembangkan.
Proptotype adalah model produk yang terus mengalami pengembangan. Maka, semakin
sesuai suatu prototype dengan produk akhir, maka makin efektif pengujian dalam suatu
prototype. Salah satu media yang biasa digunakan dalam rapid prototype adalah kertas
(Snyder 2003). Mengapa kertas? Karena kertas adalah bahan yang murah dan tidak
membutuhkan banyak skill khusus. 4. Desain Prototype pada Hardware
Membuat prototype merupakan syarat utama dalam mengembangkan produk perangkat
keras. Tidak dipungkiri lagi bahwa mengembangkan perangkat keras merupakan pekerjaan
yang tidak mudah. Kita tidak bias langsung mengharapkan hasil yang maksimal dari 1
prototype saja. Tapi, kita bisa membuat desain prototype dengan memecahnya menjadi
beberapa bagian agar bisa mendapatkan prototype yang bekerja secara maksimal.
Berikut adalah penjelasannya.
a. Membuat Cetak Biru Perangkat Keras Elektronik
Langkah pertama dalam membuat prototype perangkat keras elektronik adalah
membuat cetak biru yang disebut dengan skematik. Skematik berfungsi memberikan
detail tentang perangkat keras elektronik yang kita buat, termasuk cara kerja komponen
dalam perangkat keras tersebut.
Dalam fase ini, setiap komponen harus diberi spesitikasi dan detail fungsinya.
b. Membuat Prototype Perantara
Membuat prototype perantara adalah hal yang opsional, tergantung pada anggaran
proyek. Protipe perantara dalam perangkat keras elektronik dapat dibuat dengan teknik
breadboording (menyambung rangkaian elektronik tanpa menyoldernya).
c. Membuat Gambaran PCB
Perangkat keras elektronik yang baik harus memiliki PEB yang baik. Untuk itulah
desain PCB dan prototypenya harus dibuat semaksimal mungkin.
PCB adalah papan yang berfungsi sebagai pusat rangkaian pada semua komponen
elektronik. Dengan menggunakan perangkat lunak khusus, kita dapat mengubah
skematik PCB yang kita buat menjadi bentuk fisik.
d. Membangun Prototype
Setelah selesai membuat gambar PCB, kita akan beralih menuju pembuatan prototype
PCB secara keseluruhan. Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat papan
sirkuit kosong. Setelah prototype PCB dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menyolder komponen-
komponen yang terdapat pada PCB. B. DESAIN PROTOTYPE DALAM KEMASAN PRODUK HARDWARE
Dunia bisnis dan perdagangan dewasa ini menuntut pertumbuhan kurva penjualan mengalami
peningkatan dan perturnbuhan di tengah-tengah persaingan produk di pasaran terutama produk
sejenis dengan tidak banyak mengeluarkan biaya produksi. Seiring dengan tuntutan tersebut,
peningkatan minat beli konsumen menjadi hal mendasar peningkatan penjualan suatu produk.
Daya tarik pada suatu produk selain diakibatkan oleh upaya pengenalan produk lewat iklan dan
promo juga timbul akibat daya tarik yang ditimbulkan produk itu sendiri. Hal tersebut pula
yang menjadi suatu tuntutan mendasar bagi suatu perusahaan atau produsen produk untuk
menciptakan daya tarik terhadap calon pembeli dan menimbulkan minat rnembeli. Jawaban
atas tuntutan itu tentu adalah daya tarik tersendiri atas produk di pasaran dengan pesaingnya
produk serupa.
Untuk menciptakan daya tarik pembeli maka diperlukan terobosan kreatif atas produk selain
kualitas produk, salah satunya lewat kemasan yang menarik minat beli. Kemasan pada suatu
produk mencitrakan dirinya sendiri di pasaran dan berusaha menawarkan dirinya sendiri di
tengah-tengah himpitan produk lain. Maka, jika melihat hal tersebut dapatlah kita menyebutkan
sebagai upaya komunikasi atas produk diperlukan suatu ciri khas pada produk sebagai identitas,
dengan sederhana kita membutuhkan suatu rancangan atas kemasan produk atau membutuhkan
desain kemasan pada produk. Ini bertujuan selain untuk penggunaan jangka pendek yakni
mengemas produk itu sendiri juga sebagai tujuan jangka panjang yakni branding, sehingga
dibutuhkan konsep yang matang dalam perancangannya.
1. Pengertian Desain Kemasan
a. Pengertian Desuin atau Design
Istilah desain berasal dari beberapa serapan bahasa Italia, yaitu kata “designo” yang
secara gramatikal berarti gambar dan bermakna:
1) to make preliminary sketehes.
2) to plan and earry out.
3) to form in the mind.
dan kata “designare” (latin) yang berarti:
1) the arrangement of parts, details, form, color, ete so as to produce an artistic
unit.
2) a plan, seheme, a project.
Sebagai kata kerja, desain memiliki arti proses untuk membuat dan menciptakan obyek
baru. Sebagai kata benda, desain digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah
proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Orang Italia jauh lebih dahulu memakai kata desain ini dalam kehidupan mereka. Mereka
menyebutnya ‘designo ’yang berarti ‘gambar’.
Penggunaan istilah design atau desain bermula dari gambar teknik arsitektur (gambar
potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan, istilah desain awalnya masih
berbaur dengan seni dan kriya. Di mana, pada dasamya seni adalah suatu pola pikir untuk
membentuk ekspresi murni yang cenderung fokus pada nilai estetis dan pemaknaan
seeara privasi.
Sedangkan desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru atas fundamental
seni dengan tidak hanya menitik beratkan pada nilai estetik, namun juga aspek fungsi dan
latar industri secara massa, yang memang pada realitanya pengertian desain tidak hanya
digunakan dalam dunia seni rupa saja, namun juga dalam bidang teknologi, rekayasa, dan
lain-lain. American College Dictionary menyatakan perngertian desian sebagai :
1. Menyiapkan rencana pendahuluan, perencangan
2. Membentuk atau memikirkan sesuatu di dalam benak kita, merancang “rencana”
3. Menentapkan dalam fikiran, tujuan, maksud
4. Garis besar, sketsa, rencana, seperti dalam kegaiatn seni, bangunan, gagasan tentang
mesin yang akan diujutkan
5. Merencanakan dan memberi sentuhan artistic yang dikerjakan dengan kepakaran
yang tinggi
6. Perbagai detail gambar, bangunan, wahana lainnya untuk pekerjaan artistic
7. Merupakan pekerjaan artistic b. Kemasan
Ada beberapa pendapat tentang pengertian kemasan. Pertama, menurut Kotler (1995:200)
pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai
sebuah produk. Swatha mengartikan (1980:139) pembungkusan (packaging) adalah
kegiatan-kegiatan umum dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain
pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang. Sedangkan menurut Saladin (1996:28)
kemasan adalah wadah atau bungkus.
Jadi beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan kernasan adalah suatu
kegiatan merancang dan memroduksi bungkus suatu barang yang meliputi desain
bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut.
Dari pengertian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa desain dan kemasan dapat kita
tarik suatu garis kesimpulan bahwa desain kemasan merupakan suatu rancangan atas
kemasan pada suatu produk tertentu yang dilakukan sebagai upaya peningkatan dan
syarat produksi yang mendukung pemasaran suatu produk. 2. Proses Desain Kemasan
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam
aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming,
maupun dan desain yang sudah ada sebelumnya.
Dalam perancangan atau mendesain suatu kemasan produk dapat kita perhatikan beberapa
aspek dasar dalam menentukan kemasan produk itu sendiri, di antaranya :
a. Daya Tarik Kemasan
Daya tarik kemasan sangat penting guna tertangkapnya stimulus oleh konsumen yang
disampaikan ke produsen sehingga diharapkan konsumen tertarik pada produk tersebut.
Menurut Wiryo (1999:10) daya tarik visual kemasan dapat digolongkan menjadi dua
yaitu: daya tarik visual dan daya tarik praktis.
b. Daya Tarik Visual
Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan atau lebel suatu produk mencakup
warna, bentuk, merek/logo, ilustrasi,teks/tipografo, tataletak(Wirya,1999:28-30).
1. Warna ·
Warna adalah suatu mutu cahaya yang dapat dipantulkan dari suatu objek ke mata
manusia. Warna terbagi dalam kategori terang (mudah), sedang, gelap (tua). Fungsi
dari pemilihan wama:
a. Untuk identiiikasi produk sehingga berbeda dengan produk pesaing.
b. b) Untuk menarik perhatian, warna terang atau cerah akan memantulkan cahaya
lebih jauh dibandingkan dengan wama gelap.
c. Untuk menimbulkan pengaruh, misalnya untuk meningkatkan selera konsumen
terhadap produk makanan.
d. Untuk mengembangkan asosiasi tertentu terhadap produknya.
e. Untuk menciptakan suatu citra dalam mengembangkan produknya.
f. Untuk menghiasi produk.
g. Untuk memastikan keterbatasan yang maksimum dalam penggunaan warna
kontras.
h. Untuk mendorong tindakan.
i. Untuk proteksi terhadap cahaya yang membahayakan.
j. Untuk mengendalikan temperatur barang di dalamnya.
k. Untuk membangkitkan minat dalam mode. 2. Bentuk
Bentuk kemasan disesuaikan dengan produk pertimbangan yang digunakan adalah
pertimbangan mekanis, kondisi penjualan, perkembangan penjualan, pemejangan dan
cara-cara penggunaan kemasan tersebut.
a. Bentuk yang sederhana lebih disukai daripada yang rumit.
b. Bentuk yang teratur memiliki daya tarik lebih.
c. Bentuk harus seimbang agar menyenangkan.
d. Bentuk bujur sangkar lebih disukai dari pada persegi panjang.
e. Bentuk cembung lebih disukai daripada bentuk cekung.
f. Bentuk bulat lebih disukai wanita, sedang pria lebih menyukai bentuk siku.
g. Bentuk harus mudah terlihat bila dipandang dari jauh. 3. Merek/logo
Tanda-tanda identifikasi seperti merek dengan logo perusahaan adalah meningkatkan
daya tarik konsumen. Merek atau logo ini dipandang dapat menaikkan gengsi atau
status seorang pembeli.
Syarat-syarat logo yang baik adalah:
a. Mengandung keaslian
b. Mudah dibaca atau di ucapkan
c. Mudah di ingat
d. Sederhana dan ringkas
e. Tidak mengandung konotasi yang negative
f. Tidak sulit digambarkan 4. Ilustri
Merupakan alat komunikasi sebuah kemasan bahasa universal yang dapat menembus
rintangan perbedaaan bahasa. llustrasi ini termasuk fotografi dan gambar-gambar
untuk menarik konsumen. 5. Tipografi
Tipografi adalah teks pada kemasan yang berupa pesan-pesan kita untuk menjelaskan
produk yang ditawarkan sekaligus menyerahkan konsumen untuk bersikap dan
bertindak sesuai dengan harapan produsen.
6. Tata letak
Tata letak adalah paduan semua unsur garis meliputi warna,bentuk, merek ilustrasi,
topografi, menjadi suatu kesatuan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman
kemasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan tata letak adalah:
a. Keseimbangan.
b. Titik pandang dengan menjadikan satu unsur yang paling menarik.
c. Perbandingan ukuran yang serasi
d. Tata urutan alur keterbatasan yang sesuai.
Sebagai syarat penggunaan pada konsumen kemasan harus dapat memberikan daya
tarik praktis dalam penggunaannya. Daya Tarik praktis ini merupakan efesiensi suatu
kemasan yang ditujukan kepada konsumen maupun distributor atau pengecer. Daya
tarik kemasan menurut Wirya (1999:15) antara lain:
1. Kemasan yang menjamin dapat melindungi produk.
2. Kemasan yang mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan.
3. Kemasan dengan porsi yang sesuai.
4. Kemasan yang dapat digunakan kembali.
5. Kemasan yang mudah dibawa, dipegang dan dijinjing.
6. Kemasan yang memudahkan pemakaian dalam menghabiskan dan mengisinya
kembali.
Desain kemasan yang baik dapat mensinergikan dan mengintegrasikan dari beberapa
elemen desain dan fungsi kemasan, sehingga dihasilkan kemasan yang memiliki
tingkat efektifitas, efisiensi dan fungsi yang sesuai baik dalam produksi kemasan
sampai kegunaan kemasan.
3. Desain Kemasan pada Produk Hardware
Berikut ini adalah penjelasan mengenai desain kemasan dalam produk hardware. Kemasan
dalam hal ini bisa merupakan desain pembungkus dan desain casing pada produk hardware.
Berikut penjelasannya:
a. Desain Casing Hardware
Kebanyakan perangkat keras dibungkus dengan casing berbahan dasar plastik. Untuk
membuat desain prototype kemasan berbahan plastik, kita akan membutuhkan printer 3D.
1. Buatlah Model 3D dari Casing Tersebut
Langkah pertama adalah membuat model 3D casing. Namun, model 3D adalah
pekerjaan yang sulit dan memakan banyak biaya.
2. Mencetak Desain
Setelah kita mendapatkan model 3D, langkah selanjutnya adalah menectaknya
menggunakan printer 3D. Selain printer 3D, kita juga bisa rnenggunakan teknik
injeksi molding.
b. Desain Bungkus Hardware
Dalam kaitannya dengan pembungkus barang, pada esensinya produk perangkat keras
memiliki kesamaan prinsip dengan produk lain, seperti makanan, minuman, dan lain-lain.
Namun, karena sifatnya yang rawan rusak, maka ada hal-hal tertentu yang harus
diperhatikan, yakni:
1. Produk perangkat keras harus dikemas sesuai dengan spesilikasi produk tersebut.
2. Kemasan harus memenuhi persyaratan perlindungan aspek fisik,kimia dan
kebersihan.
3. Kemasan harus memenuhi atau bahkan rnelampaui persyaratan persyaratan yang
telah disebutkan sebelumnya.
4. Bahan bahan kemasan harus cocok dengan produk yang dikemas sehingga kemasan
tidak menimbulkan kerusakan.
5. Bahan berbahan sintetsis dibungkus dengan kemasan yang tak tembus cahaya.
6. Produk yang berpotensi ESD (Electrostatic Discharge) harus dikemas dengan
kemasan yang sesuai dengan Dokumen Persyaratan Supplier. RANGKUMAN
1. Berikut manfaat dari pembuatan prototype dalam produk perangkat keras:
a. Prototype dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan suatu desain usaha.
b. Prototype berfungsi untuk rnenguji performa berbagai bentuk perencanaan.
c. Prototype merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk.
d. Prototype dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita.
2. Berikut adalah tahap tahap dari pembuatan prototype:
a. Tahap mengumpulkan ide.
b. Tahap perumusan aspek-aspek Fisik dalam badan usaha keperawatan.
c. Tahap pendesainan bentuk penunjang badan usaha keperawatan.
3. Dalarn menentukan produk yang akan dibuat ini, maka harus dilakukan identiiikasi dan
penelitian pasar mengenai produk apa yang disenangi oleh konsumen dan terutama untuk
kebutuhan-kebutuhan konsumen itu sendiri. UJI KOMPETENSI 4
A. Berilah tanda silang pada huruf a, b, e, d, atau e di depan jawaban yang paling tepat!
1. Untuk membuat prototype casing kornputer, kita bisa mencetaknya menggunakan ….
a. Printer kertas
b. Molding injeksi
c. Suppresi
d. Breaking parts
e. Broadband manager
2. Biaya prototype yang lebih besar daripada produk akhir dikarenakan oleh ….
a. inefisiensi bahan
b. percobaan
c. serangkaian tes
d. kemalasan para produsen
e. tidak mendatangkan keuntungan
3. Prototype biasanya digunakan sebagai ….
a. alat uji
b. alat bantu
c. alat marketing
d. alat produksi
e. alat distribusi
4. Terdapat….metode dalam pembuatan prototype.
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
5. Yang diharapkan dari pembuatan prototype kertas adalah ….
a. timbal balik
b. hasil uji
c. produksi akhir
d. desian akhir
e. diskusi
6. Salah satu alasan utama dalam melakukan pengemasan adalah ….
a. Produk yang dikemas dapat lebih awet
b. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi
c. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan
d. Kemasan juga dapat berfungsi sebagai media komunikasi suatu eitra tertentu
e. Agar dapat dikemas menj adi produk utuh
7. Secara umum kemasan memiliki fungsi, kecuali…..
a. Melindungi dan mengawetkan produk
b. Meningkatkan efisiensi
c. Sebagai identitas produk
d. Agar lebih menarik konsumen
e. Sebagai pembeda
8. Kertas soluble tidak boleh digunakan dalam bahan kemas pangan karena….
a. Sifatnya yang kuat
b. Mudah larut di dalam air
c. Tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas
d. Mudah di pengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan
e. Tidak mudah dirobek
9. Kertas yang digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine,
daging dan kopi adalah…..
a. Kertas glasin
b. Kertas perkamen
c. Kertas lilin
d. Kertas tyvex
e. Kertas hvs
10. Jenis plastic yang banyak digunakan sebagai bahan pengemas, kecuali……
a. Polistiren
b. Polivil klorida
c. Bogus
d. Akrilik
e. Plastic kresek
11. Fungsi prototype dalam hubungannya dengan presentasi bisnis adalah…..
a. Prototype dapat di digunakan sebagai alat uji dna penyempurnaan desian produk
b. Prototype berfungsi untuk menguji performa berbagai jenis bahan
c. Kita akan lebih mudah mendeskripsikan produk yang kita buat
d. Prorotype dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita
e. Membuat prototype merupakan syarat utama dalam mengembangkan produk
perangkat keras
12. Akar kata dari kata “desain” berasal dari bahasa…..
a. Italia
b. Inggris
c. Belanda
d. Yunani
e. irlandia
13. Desain produk A memiliki gradasi wama yang menarik dan tampil dengan desain
futuristik. Maka desain Produk A memenuhi aspek ….
a. Visual
b. Audio
c. Daya Tahan
d. Material
e. Praktis
14. Lihatlah uraian berikut !
1. Bentuk yang sederhana lebih disukai daripada yang rumit I
2. Bentuk yang teratur memiliki daya tarik lebih
3. Bentuk harus seimbang agar menyenangkan A
4. Bentuk harus memiliki Gradasi wania
5. Bentuk kemasan harus sesuai dengan pesanan
Yang bukan merupakan syarat utama bentuk kemasan produk adalah ….
a. a, b, c
b. a. c, e
c. a dan c
d. d dan e
e. c dan e
15. Teks pada kemasan yang berupa pesan-pesan kita untuk menjelaskan produk yang
ditawarkan sekaligus menyerahkan konsumen untuk bersikap dan bertindak sesuai
dengan harapan produsen disebut dengan ….
a. Tipografi
b. Ilustrasi
c. Bentuk
d. Warna
e. Rupa
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar!
1. Apakah yang dimaksud prototyping?
2. Jelaskan yang dimaksud prototype ?
3. Sebutkan manfaat prototyping ?
4. Sebutkan tiga tahap proses pendesaian ?
5. Bagaimana pembuatan desain fisik ? TUGAS
Buatlah prototype produk perangkat keras berupa MP3 Player buatanmu. Setelah itu,
kemukakan bagian-bagian pada perangkat keras MP3 Player yang kamu produksi. Setelah
itu, desainlah kemasan dan logo produk MP3 Player yang kamu buat. Lakukan di kertas folio.

Setelah itu, kumpulkan hasil karyamu kepada gurumu !

Memaksimalkan rancangannya sesuai dengan tujuan dan batasan batasannya merupakan dari model rasional | admin | 4.5