Orang-orang kafir ketika berada di akhirat ia akan ditempatkan di

By On Saturday, November 19th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Orang-orang kafir ketika berada di akhirat ia akan ditempatkan di – Halo om dan tante semua, Met Datang di halaman blog Trend Wisata dot com ini. Malam ini, saya dari web trendwisata.com mau share pertanyaan dan jawaban yang oke banget yang membahas Orang-orang kafir ketika berada di akhirat ia akan ditempatkan di. Langsung saja Agan melihat setelah ini:

3. Neraka Jahim

Neraka Jahim seperti dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Maidah ayat 10 akan diisi oleh orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Dalam surat As Syu’ara ayat 91 disebutkan bahwa neraka ini dijanjikan akan diisi orang-orang yang sesat. Seperti menyembah berhala dan sapi, nanti yang akan menyiksa golongan ini adalah apa yang mereka sembah, karena syirik berarti mempercayai ada makhluk yang lebih hebat dan berkuasa dibanding Allah SWT.

4. Neraka Sa’ir

Dikutip dari nu.or.id, Dalam Al-Quran, makna Sa’ir itu sendiri adalah ‘menyala-nyala.’ Seperti dilukiskan dalam Al Quran Surat al-Mulk, neraka ini merupakan seburuk-buruknya tempat kembali. Tatkala dilemparkan ke dalam neraka ini, para penghuninya akan mendengar suara yang mengerikan. Golongan yang akan menghuni neraka sa’ir adalah orang-orang yang mengambil harta anak yatim dan tidak menunaikan zakat.

“Bahwasannya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, sesungguhnya mereka memakan api sepenuh perutnya, dan nanti mereka akan dimasukkan ke dalam neraka sa’ir” (Q.S An-Nisa: 10). Orang-orang penghuni neraka sa’ir perut mereka akan diisi dan dipenuhi oleh api neraka, karena semasa hidup orang-orang ini memakan dan mengambil yang bukan hak miliknya.

5. Neraka Huthamah

Golongan orang-orang yang akan mengisi neraka huthamah adalah orang yang suka mengumpat dan menggibah. Neraka Huthamah digambarkan akan membakar manusia dari api neraka yang panasnya beribu-ribu kali lipat dari panas api dunia, dan api akan menyala serta membakar hingga ke hati manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalaamu ‘ala Rasulillah.

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan tentang penyesalan orang-orang kafir di akhirat, ketika sudah terlambat pintu taubat itu bagi mereka. Allah berfirman:

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَا نُوْا مُسْلِمِيْنَ

“Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang muslim.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 2)

Dan firman-Nya:

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَ مَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 3)

Orang-orang kafir itu berangan-angan seandainya mereka diberi kesempatan untuk bisa kembali ke dunia, lalu mereka akan beramal shalih. Allah berfirman:

وَلَوْ تَرٰۤى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَا كِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَاۤ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَا رْجِعْنَا نَعْمَلْ صَا لِحًـا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 12)

Namun itu semua hanya angan-angan yang tidak akan pernah terjadi. Lalu Allah menghukum mereka atas kekafiran mereka. Allah berfirman:

وَ لَوْ شِئْنَا لَاٰ تَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدٰٮهَا وَلٰـكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّيْ لَاَ مْلَئَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ اَجْمَعِيْنَ

“Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)nya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, Pasti akan Aku penuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 13)

Mereka pun mendapat azab pedih yang abadi (kekal) di dalam neraka jahannam. Allah berfirman:

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا ۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَا بَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal, atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. As-Sajdah 32: Ayat 14)

Semoga Allah mewafatkan kita di atas ajaran Islam (tauhid) serta menjaga diri dan keluarga kita dari kekafiran dan azab kekal di neraka jahannam.

Semoga menjadi bahan renungan untuk kita semua akan bahayanya kekufuran dan kesyirikan.

***

Disusun oleh:
Ustadz Haris Hermawan, M.A. (Mahasiswa Doktoral Universitas Islam Madinah, Fakultas Dakwah)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android. Download Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

🔍 Hukum Paytren Menurut Mui, Haramnya Riba, Urutan Wali Nasab, Batas Sholat Subuh Jam Berapa, Contoh Mati Syahid, Shaf Dalam Sholat, Pengertian Nisfu Sya’ban

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28


sebutkan langkah langkah dalam mengembangkan rencana perbaikan dalam PTK​


Berdasarkan kasus diatas mazhab apakah yang digunakan dalam sistem hukum di Indonesia. Jelaskan dan berikan pendapat saudara apakah mazhab tersebut ma


sih relevan diberlakukan pada sistem hukum Indonesia. 3. Dalam memutuskan perkara hakim cenderung hanya menjadi corong undang-undang, padahal seorang hakim harus mampu melakukan penemuan hukum (rechtsvinding). Analisis oleh saudara makna dari pernyataan tersebut dan kaitkan dengan kasus di atas​


contoh objek wisata budaya?​


1 Sebutkan beberapa ketentuan dalam menyusun jaringan kerja! Suatu perusahaan akan mengalokasikan empat orang karyawan untuk empat macam tugas. Tiap k


aryawan menyelesaikan satu tugas. Karyawan-karyawan tersebut, kalau diserahi tugas yang berbeda, akan menghasilkan laba yang berbeda pula. Begitu juga dengan alternatif penugasan serta keuntungan yang dihasilkan, seperti tampak pada tabel berikut ini (dalam ribuan rupiah) Karyawan 2 3 A B C D Sumber Tujuan Carilah alokasi karyawan yang bisa memaksimumkan laba! Berdasarkan data yang tersedia pada tabel berikut, Tujuan Bandung Jakarta Bekasi Tangerang Cirebon 8 102 24 Tugas I 35 16 40 43 50 72 4 15 9 Sukabumi 7 41 16 Laba apabila mengerjakan Tugas II 27 35 46 45 24 Kapasitas (Supply) 56 82 Permintaan (Demand) Tentukanlah total biaya transportasi dengan menggunakan: a. Metode Sudut Barat Laut (North West Corner Rule), b. Metode Biaya Terendah (Least Cost Rule) c. Metode Aproksimasi Vogel (Vogel Approximation Method – VAM) 77 Tugas III 39 30 43 43 215 Tugas IV 41 32 38 38​


16. 2, menawa ditulis Latin sing bener… c. orangutan ijo d. orangutan abang a. orangutan iku b. orangutan ireng​

Pada hari kiamat, Allah Ta’ala akan menampakkan amal baik dan amal buruk seorang hamba untuk memberikan balasan yang adil (hisab). Para ulama berbeda pendapat, apakah hisab pada hari kiamat ini berlaku untuk semua manusia, baik muslim ataupun kafir, atau hanya khusus berlaku untuk orang-orang beriman saja? Para ulama berbeda menjadi dua pendapat.

Pertama, orang kafir akan dihisab pada hari kiamat.

Mereka berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى رَبِّهِمْ قَالَ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

“Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Allah berfirman, “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab, “Sungguh benar, demi Tuhan kami.” Allah berfirman, “Karena itu rasakanlah adzab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)” (QS. Al-An’am [6]: 30).

Allah Ta’ala juga berfirman,

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)

“Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka” (QS. Al-Ghasyiyah [88]: 25-26).

Mereka juga berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (12) وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ (13)

“Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, “Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu.” Dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri. Dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan” (QS. Al-‘Ankabuut [29]: 12-13).

Pendapat Kedua, mereka tidak akan dihisab pada hari kiamat.

Para ulama yang berpendapat seperti ini berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ

“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 15).

Maksudnya, orang-orang kafir tidak akan melihat wajah Allah Ta’ala di akhirat. [1]

Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

“Qarun berkata, ‘Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.’ Dan apakah ia tidak mengetahui bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka” (QS. Al-Qashash [28]: 78).

Mereka juga berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat. Dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih” (QS. Ali ‘Imran [3]: 77).

Mereka berargumentasi bahwa hari kiamat itu seperti sebuah ujian. Ujian terkadang terdapat pertanyaan dan pembicaraan secara lisan. Namun, terkadang tidak. Sehingga ayat-ayat di atas tidaklah bertentangan.

Baca juga:

Pendapat yang Terpilih dari Dua Pendapat Di Atas

Bahwa orang-orang kafir akan dihisab di akhirat untuk menunjukkan atau menampakkan amal perbuatan mereka dan membalasnya, sebagaimana hal ini ditunjukkan dalam surat Al-An’am ayat 30 di atas. Sebagaimana juga ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala,

يُنَبَّأُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ

“Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.” (QS. Al-Qiyamah [75]: 13)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

لا يسألون سؤال شفقة ورحمة وإنما يسألون سؤال تقريع وتوبيخ

“Mereka tidaklah ditanya dalam rangka belas kasihan atau memberikan rahmat Mereka itu hanyalah ditanya dalam rangka mencela dan merendahkan mereka, mengapa kalian berbuat seperti ini dan seperti itu?” [2]

Al-Hasan rahimahullah berkata,

لا يسألون سؤال استعلام وإنما يسألون سؤال تقريع وتوبيخ

“Mereka tidaklah ditanya dalam rangka meminta pengakuan (atau persetujuan). Akan tetapi, mereka hanyalah ditanya dalam rangka mencela dan merendahkan mereka” [3]

Mereka tidaklah dihisab dalam ranka menampakkan dan meminta pengakuan atas amal baik dan amal buruk, karena orang-orang kafir tidaklah memiliki amal kebaikan sedikit pun. Allah Ta’ala berfirman,

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (QS. Al-Furqan [25]: 23).

Dan di antara faidah dari hisab mereka pada hari kiamat adalah dilipatgandakannya adzab dan hukuman bagi yang semakin bertambah kekafirannya, karena neraka itu berlapis-lapis. Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يُفْسِدُونَ

“Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan (siksaan yang berlipat ganda, pen.) disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan” (QS. An-Nahl [16]: 88).

Wallahu a’lam. [4]

***

Diselesaikan menjelang maghrib, Rotterdam NL 24 Sya’ban 1438/20 Mei 2017

Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Lihat Tafsir Jalalain, 1/797. [2] Tafsir Al-Baghawi, 4/338. [3] Tafsir Al-Baghawi, 3/545.

[4] Pembahasan ini diringkas dari kitab Al-Imaan bimaa Ba’dal Maut, hal. 189-192.

🔍 Bpjs Riba, Kesalahan Kesalahan Dalam Shalat, Seputar Islami, Dalil Tentang Hari Kiamat, Manusia Pemakan Bangkai

Orang-orang kafir ketika berada di akhirat ia akan ditempatkan di | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x