Peristiwa yang terjadi pada tahun 1948 sampai 1965

By On Wednesday, August 31st, 2022 Categories : Tanya Jawab

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1948 sampai 1965 – Hi kawan-kawan semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke web site TrendWisata ini. Kali ini, kami di website Trend Wisata pengen berbagi Q&A yang menarik yang menjelaskan tentang Peristiwa yang terjadi pada tahun 1948 sampai 1965. Ini dia sobs simak berikut ini:

Selasa, 23 Agustus 2022 – 06:40 WIB

Sejumlah Pemberontakan dalam Sejarah Indonesia, salah satunya Gestapu/PKI 1965. Jenazah para Pahlawan Revolusi tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Sumber Foto dari buku Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Konflik dan Integrasi TNI-AD

JAKARTASejumlah pemberontakan dalam sejarah Indonesia terjadi di mana-mana, seperti pemberontakan PKI tahun 1948, DI/TII tahun 1949 di Jawa Barat, pemberontakan RMS dan APRA pada tahun 1950. Kemudian pemberontakan DI/TII tahun 1958 di Aceh dan Sulawesi Selatan.Seperti dikutip dari buku Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen, Dari Fitnah Ke Fitnah, Selasa (23/8/2022), puncak pemberontakan terjadi pada tahun 1959 sampai 1962 oleh PRRI/Permesta dan Gestapu/PKI tahun 1965.

Berikut penjelasan sejumlah pemberontakan dalam sejarah Indonesia , yang dirangkum SINDOnews:

1. Pemberontakan PKI tahun 1948

Selama Amir Syarifudin menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) mulai 13 Oktober 1945 hingga Desember 1947, ia telah menyusun TNI dengan menguasai kelaskaran sebanyak seperempat dari tiap divisi, pepolit, dan biro perjuangan untuk mendukung Perjanjian Linggarjati dan Renville.Dengan adanya rasionalisasi pada Januari 1948, kekuatan kiri menjadi hilang sepertiganya dan Amir Syarifudin menjadi anti perundingan yang telah dirintis olehnya.Pada saat TNI sibuk menghadapi Belanda, Amir Syarifudin bergabung dengan Musso yang baru diangkat menjadi Ketua PKI dan memproklamirkan Republik Soviet Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun dengan dukungan Brigade 29.Akibatnya, untuk pertama kalinya Divisi I/Siliwangi diserang oleh Brigade 29 di Solo dan Panglima Divisi IV Solo memerintahkan Divisi I/Siliwangi agar keluar dari Solo. Bersamaan dengan kejadian itu, Letkol Marhadi dari Staf Pertahanan Jawa Timur dibunuh pemberontak.

Mayjen Joko Suyono, seorang perwira Pepolit dan TNI bagian masyarakat memimpin komando militer pemberontakan PKI yang berasal dari Pesindo.


Page 2

Terpopuler

1

Inilah 7 Jenderal Polisi Bintang 3 di Tubuh Polri

2

Anies Baswedan Bisa Buat KIB Goyah? Begini Prediksi Pengamat

4

2 Bintang di Pundak Ferdy Sambo Akan Dicopot Presiden Jokowi

5

Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum Jika Putri Candrawathi Ditahan


Page 3

Terpopuler

1

Inilah 7 Jenderal Polisi Bintang 3 di Tubuh Polri

2

Anies Baswedan Bisa Buat KIB Goyah? Begini Prediksi Pengamat

4

2 Bintang di Pundak Ferdy Sambo Akan Dicopot Presiden Jokowi

5

Kuasa Hukum Siapkan Langkah Hukum Jika Putri Candrawathi Ditahan


Page 4

Selasa, 23 Agustus 2022 – 06:40 WIB

6. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)Gerakan RMS ini diproklamasikan pada 25 April 1950 dan Dr Chris Soumokil mengklaim sebagai presidennya. Tujuan utama gerakan RMS adalah mendirikan negara merdeka dengan pemerintahan sendiri yang berdaulat.Pembangkangan RMS ditumpas oleh tentara RI dan pemimpin pemberontak, Soumokil, ditangkap di Seram pada 2 Desember 1962. Soumokil diadili di pengadilan militer di Jakarta, dijatuhi hukum mati dan dieksekusi pada 12 April 1966.

7. Pemberontakan APRA

Ini merupakan salah satu peristiwa yang terjadi pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia. Gerakan pemberontakan ini dipimpin oleh Raymond Pierre Westerling yang merupakan tokoh militer Belanda.APRA merupakan kepanjangan dari Angkatan Perang Ratu Adil yang berdasar dari mitologi ramalan Jayabaya, yang berarti seorang pemimpin hendak bertindak adil dan bijaksana bagi rakyatnya.Latar belakang munculnya gerakan pemberontakan ini bermula di Bandung, pada 23 Januari 1950 karena hendak dibubarkannya negara bagian bentukan Belanda di RIS (Republik Indonesia Serikat) yang kembali bersatu dengan Republik Indonesia.Pemberontakan APRA ini juga beralasan untuk mempertahankan negara Pasundan demi melindungi aset ekonomi kolonial yang ada di wilayah tersebut.

8. Pemberontakan PRRI/Permesta

Perlawanan PRRI/Permesta pecah di Sumatera dan Sulawesi. Setelah naiknya kembali Jenderal AH Nasution sebagai KSAD, ia kemudian mengangkat Kolonel Gatot Subroto yang sepaham dengannya menggantikan Kolonel Zulkifli Lubis sebagai Wakil KSAD.


Page 5

Selasa, 23 Agustus 2022 – 06:40 WIB

Sementara Nasution menginginkan adanya keseimbangan untuk mengatasi pro dan kontra peristiwa 1952. Pergantian ini ternyata kontra produktif karena menimbulkan perlawanan lagi.Untuk mengatasi konflik ini, diadakan Musyawarah Perwira yang diadakan di Yogyakarta dengan membentuk Dewan Militer. Soekarno tidak mau memberikan konsensi apalagi terhadap tuntutan agar Hatta kembali berperan.Akibatnya pada Februari 1958, Letkol Ahmad Husein, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Simbolon, dan Kolonel Dahlan Djambek diberhentikan dari tentara karena berpihak pada rencana gerakan melawan pemerintah pusat.Pada 15 Februari 1958 kemudian diproklamasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dengan Perdana Menteri Syafrudin Prawiranegara. Proklamasi PRRI ini kemudian didukung oleh Resimen di Sumatera Barat, Tapanuli, dan Sulawesi Utara.Soekarno dengan dukungan kuar PKI bersikap keras terhadap pemberontakan PRRI /Permesta. Jenderal AH Nasution kemudian mengerahkan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD/sekarang Kopassus).Karena kurang kuatnya dukungan internasional, pemberontakan PRRI /Permesta dapat ditumpas. Pemerintah memberikan amnesti dan abolisi kepada mereka yang menyerahkan diri sebelum 5 Oktober 1961.

9. Pemberontakan Gestapu/PKI tahun 1965

PKI dengan dibantu oleh para perwira yang telah dibinanya, seperti Brigjen Suparjo, Mayjen Pranoto, Kolonel Latif, Letkol Untung dan lainnya, menciptakan kondisi seolah-olah terdapat Dewan Jenderal yang dipimpin Letjen Ahmad Yani dan stafnya untuk mengkudeta Presiden Sokarno.Letjen Ahmad Yani mulai mengetahui rencana PKI untuk menguasai Indonesia dengan cara meminta persenjataan buruh dan tani untuk sukarelawan Dwikora. Ahmad Yani juga menunjukkan ketidaksenangannya terhadap PKI juga tak menerima konsep Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis).

Presiden Soekarno marah kepada Letjen Ahmad Yani dan para stafnya seperti Mayjen Suprapto, Mayjen Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, dan Brigjen Sutoyo yang berupaya menghambat PKI.


Page 6

Selasa, 23 Agustus 2022 – 06:40 WIB

Dalam upaya mengatasi “Dewan Jenderal,” Letkol Untung selaku Komandan Batalyon Cakrabirawa (Pasukan Pengawal Presiden) melakukan Gerakan 30 September untuk menangkapi para jenderal tersebut bahkan membunuhnya. Sedangkan Jenderal AH Nasution lolos dari penangkapan dan pembunuhan.Pemberontakan ini dipimpin oleh Letkol Untung pada 30 September 1965 dengan alasan menyelamatkan Presiden Soekarno dari kudeta Dewan Jenderal. Tetapi dalam pelaksanannya, ia mengangkat diri sebagai Ketua Dewan Revolusi tanpa menyebutkan peran apa untuk Soekarno. Dengan demikian PKI melakukan kudeta secara terselubung untuk menyingkirkan Soekarno.

10. Pemberontakan Papua Merdeka tahun 1969

Pemberontakan Papua Merdeka tahun 1969 sampai dengan saat ini, karena ketidakpuasan atas hasil Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang menyatakan bahwa Irian Barat memilih bergabung dengan Indonesia, padahal mereka merasa telah merdeka sejak 1 Desember 1961.

(maf)

Pasca Indonesia merdeka di tahun 1945 tidak serta merta kehidupan bangsa Indonesia menjadi baik. Pemerintahan baru tersebut dihadapkan pada banyak persoalan yang ada di Indonesia sejak masa kolonial, baik itu bidang sosial, politik dan ekonomi. Muncul kelompok-kelompok yang ingin melepaskan diri dari NKRI. Konflik-konflik di dalam negeri ini menambah beban pemerintah yang di masa tersebut masih memperjuangkan kedaulatan republik ini dihadapan dunia internasional.

Dalam kurun waktu antara 1948 hingga 1965, gerakan-gerakan separatisme terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Konflik yang berkaitan dengan ideologi diantaranya pemberontakan PKI Madiun, pemberontakan DI/TII dan peristiwa G30S/PKI. Konflik yang berkaitan dengan kepentingan (vested interest),termasuk dalam kategori ini adalah pemberontakan APRA, RMS dan Andi Aziz. Konflik yang berkaitan dengan sistem pemerintahan termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO (Bijeenkomst Federal Overleg), serta pemberontakan PRRI dan Permesta.

Adanya pemberontakan dan pergolakan yang terjadi tahun 1948 – 1965 memberi dampak pembelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa mempertahankan kemerdekaan bukanlah hal yang mudah. Ancaman disintegrasi (perpecahan) bangsa sangat rentan terjadi, sehingga diperlukan strategi khusus dan perjuangan dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Jadi, dampak pembelajaran dari berbagai peristiwa pemberontakan dan pergolakan yang terjadi pada tahun 1948-1965 adalah bahwa untuk mempertahankan kemerdekaan diperlukan perjuangan oleh seluruh rakyat Indonesia sehingga tidak terjadi perpecahan bangsa.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1948 sampai 1965 | admin | 4.5