Pertemuan rutin antara menteri luar negeri negara-negara asean bernama

By On Saturday, August 20th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Pertemuan rutin antara menteri luar negeri negara-negara asean bernama – Hi teman semua, Met Datang di website TrendWisata ini. Malam ini, kita dari situs TrendWisata dotcom akan memberikan info yang bagus yang akan menunjukkan tentang Pertemuan rutin antara menteri luar negeri negara-negara asean bernama. Langsung saja sobat melihat di bawah ini:

Jakarta

Negara-negara ASEAN [Association of Southeast Asian Nations] mengadakan kerja sama di berbagai bidang, termasuk bidang politik.

Kerja sama di bidang politik negara-negara ASEAN didasarkan pada sistem hukum internasional. Landasan tersebut diambil agar kerja sama yang terjadi tidak menimbulkan penyebab sengketa. Sebab, ada perbedaan sistem politik di berbagai negara, termasuk di negara-negara ASEAN.

Bentuk kerja sama di bidang politik ASEAN seperti dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6 oleh Christiana Umi adalah sebagai berikut.

Bentuk kerja sama di bidang politik antara lain yaitu:

1. Defense Ministers Meeting

ASEAN Defense Ministers Meeting atau ADMM adalah bentuk kerja sama di bidang politik negara-negara ASEAN. ADMM adalah pertemuan rutin di antara menteri keamanan di setiap negara anggota ASEAN. Pertemuan ini diadakan untuk membahas mengenai kerja sama dan diplomasi politik di bidang pertahanan dan keamanan negara ASEAN.

2. Pengiriman Duta dari Konsulat

Pengiriman duta dan konsulat sebagai wakil negara di negara-negara ASEAN dilakukan para negara anggota sebagai negara-negara yang menjalin hubungan secara internasional.

Fungsi duta dan konsulat yaitu mewakili negara asal duta dan konsulat dalam berdiskusi dan berperan dalam stabilitas politik di ASEAN. Pengiriman duta dan konsulat rutin dilakukan agar wakil negara selalu ada dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai bagian dari ASEAN.

3. Perjanjian Ekstradisi ASEAN

Perjanjian ekstradisi negara ASEAN merupakan bentuk kerja sama di bidang politik dalam menangani tersangka kejahatan yang melarikan diri ke kawasan negara-negara di ASEAN.

Perjanjian ekstradisi memungkinkan negara-negara anggota ASEAN bekerja sama dalam mengembalikan tersangka ke negara asalnya untuk menjaga stabilitas politik di negara-negara ASEAN.

4. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir

Perjanjian kawasan bebas nuklir merupakan kerja sama di bidang politik antarnegara ASEAN mengenai pelarangan senjata nuklir. Perjanjian ini melarang keras adanya perancangan dan pembuatan senjata nuklir di ASEAN.

5. Perjanjian Kawasan Damai, Bebas, dan Netral

Perjanjian kawasan damai, bebas, dan netral merupakan kerja sama negara-negara di ASEAN untuk saling menjaga negaranya agar tetap damai.

Kata bebas dalam perjanjian ini bermakna bahwa setiap negara ASEAN punya hak melakukan sesuatu secara bebas selama tidak melanggar perjanjian atau ketentuan yang sudah mencapai kesepakatan di ASEAN.

Kata netral dalam perjanjian ini bermakna bahwa negara-negara ASEAN tidak ikut campur atau mengintervensi konflik yang terjadi di negara-negara lain, termasuk di negara anggota ASEAN sendiri.

Contoh Bentuk Kerja Sama di Bidang Politik ASEAN

Contoh bentuk kerja sama di bidang politik antara lain sebagai berikut:

1. ZOPFAN

ZOPFAN adalah deklarasi menjaga Asia Tenggara bebas dari segala macam gangguan. ZOPFAN merupakan singkatan dari Zone of Peace, Freedom and Neutrality [zona damai, kebebasan, dan netralitas].

2. SEATO

SEATO adalah organisasi untuk pertahanan politik. SEATO merupakan singkatan dari Southeast Asia Treaty Organization.

3. AFTA

AFTA adalah blok perdagangan kesepakatan dengan asosiasi negara-negara Asia Tenggara untuk mendukung manufaktur lokal di semua negara ASEAN. AFTA adalah singkatan dari ASEAN Free Trade Area.

4. ASA

ASA adalah kerja sama regional untuk mendorong pembangunan kawasan di Asia Tenggara. ASA merupakan singkatan dari Association of Southeast Asia.

Gimana detikers, sudah tahu ya apa saja bentuk kerja sama di bidang politik ASEAN. Selamat belajar, detikers!

Simak Video “Kesepakatan-kesepakatan RI-Singapura: FIR Sampai Ekstradisi

[twu/lus]

Page 2

Jakarta – Negara-negara ASEAN [Association of Southeast Asian Nations] mengadakan kerja sama di berbagai bidang, termasuk bidang politik.

Kerja sama di bidang politik negara-negara ASEAN didasarkan pada sistem hukum internasional. Landasan tersebut diambil agar kerja sama yang terjadi tidak menimbulkan penyebab sengketa. Sebab, ada perbedaan sistem politik di berbagai negara, termasuk di negara-negara ASEAN.

Bentuk kerja sama di bidang politik ASEAN seperti dikutip dari buku Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 6 oleh Christiana Umi adalah sebagai berikut.

Bentuk kerja sama di bidang politik antara lain yaitu:

1. Defense Ministers Meeting

ASEAN Defense Ministers Meeting atau ADMM adalah bentuk kerja sama di bidang politik negara-negara ASEAN. ADMM adalah pertemuan rutin di antara menteri keamanan di setiap negara anggota ASEAN. Pertemuan ini diadakan untuk membahas mengenai kerja sama dan diplomasi politik di bidang pertahanan dan keamanan negara ASEAN.

2. Pengiriman Duta dari Konsulat

Pengiriman duta dan konsulat sebagai wakil negara di negara-negara ASEAN dilakukan para negara anggota sebagai negara-negara yang menjalin hubungan secara internasional.

Fungsi duta dan konsulat yaitu mewakili negara asal duta dan konsulat dalam berdiskusi dan berperan dalam stabilitas politik di ASEAN. Pengiriman duta dan konsulat rutin dilakukan agar wakil negara selalu ada dalam menjalankan fungsi dan peran sebagai bagian dari ASEAN.

3. Perjanjian Ekstradisi ASEAN

Perjanjian ekstradisi negara ASEAN merupakan bentuk kerja sama di bidang politik dalam menangani tersangka kejahatan yang melarikan diri ke kawasan negara-negara di ASEAN.

Perjanjian ekstradisi memungkinkan negara-negara anggota ASEAN bekerja sama dalam mengembalikan tersangka ke negara asalnya untuk menjaga stabilitas politik di negara-negara ASEAN.

4. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir

Perjanjian kawasan bebas nuklir merupakan kerja sama di bidang politik antarnegara ASEAN mengenai pelarangan senjata nuklir. Perjanjian ini melarang keras adanya perancangan dan pembuatan senjata nuklir di ASEAN.

5. Perjanjian Kawasan Damai, Bebas, dan Netral

Perjanjian kawasan damai, bebas, dan netral merupakan kerja sama negara-negara di ASEAN untuk saling menjaga negaranya agar tetap damai.

Kata bebas dalam perjanjian ini bermakna bahwa setiap negara ASEAN punya hak melakukan sesuatu secara bebas selama tidak melanggar perjanjian atau ketentuan yang sudah mencapai kesepakatan di ASEAN.

Kata netral dalam perjanjian ini bermakna bahwa negara-negara ASEAN tidak ikut campur atau mengintervensi konflik yang terjadi di negara-negara lain, termasuk di negara anggota ASEAN sendiri.

Contoh Bentuk Kerja Sama di Bidang Politik ASEAN

Contoh bentuk kerja sama di bidang politik antara lain sebagai berikut:

1. ZOPFAN

ZOPFAN adalah deklarasi menjaga Asia Tenggara bebas dari segala macam gangguan. ZOPFAN merupakan singkatan dari Zone of Peace, Freedom and Neutrality [zona damai, kebebasan, dan netralitas].

2. SEATO

SEATO adalah organisasi untuk pertahanan politik. SEATO merupakan singkatan dari Southeast Asia Treaty Organization.

3. AFTA

AFTA adalah blok perdagangan kesepakatan dengan asosiasi negara-negara Asia Tenggara untuk mendukung manufaktur lokal di semua negara ASEAN. AFTA adalah singkatan dari ASEAN Free Trade Area.

4. ASA

ASA adalah kerja sama regional untuk mendorong pembangunan kawasan di Asia Tenggara. ASA merupakan singkatan dari Association of Southeast Asia.

Gimana detikers, sudah tahu ya apa saja bentuk kerja sama di bidang politik ASEAN. Selamat belajar, detikers!

Simak Video “Kesepakatan-kesepakatan RI-Singapura: FIR Sampai Ekstradisi

[Gambas:Video 20detik]

[twu/lus]

Negara-negara ASEAN. Mengenal Negara ASEAN dan Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Politik.

TRIBUNNEWS.COM – Negara-negara yang terletak di Asia Tenggara bersepakat untuk membentuk sebuah organisasi yang bernama ASEAN.

Organisasi ASEAN didirikan 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand.

Dikutip dari Buku Tematik SD/MI Kelas VI Bumiku [2018] oleh Fransiska Susilawati dkk, ASEAN bertujuan menjalin kerja sama antarnegara Asia Tenggara.

ASEAN diprakarsai oleh perwakilan lima negara Asia Tenggara, yaitu Menteri Luar Negeri Adam Malik [Indonesia], Tun Abdul Razak [Malaysia], Thanat Khoman [Thailand], Rajaratnam [Singapura], dan Marciso Ramos [Filipina].

Mereka menandatangani deklarasi pendirian ASEAN. Deklarasi itu bernama Deklarasi Bangkok.

Indonesia menjalin kerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Kerja sama tersebut dilakukan demi kemajuan anggota.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Digital RI Tertinggi Dibanding Negara Asean Lainnya, Jadi Bidikan Investor

Baca juga: Mengenal Tata Surya Beserta Planet-planet yang Ada di Dalamnya

Kerja Sama ASEAN

Kerja sama ASEAN tersebut diwujudkan dalam beberapa bidang berikut:

Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi

ASEAN Defense Ministers’ Meeting [ADMM] merupakan pertemuan menteri pertahanan ASEAN yang membahas penguatan kerja sama pertahanan di kawasan guna meningkatkan transparansi, keterbukaan dan rasa saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.  

Video yang berhubungan

Minggu, 17 November 2019

Bangkok – Menteri Pertahanan Republik Indonesia H. Prabowo Subianto bersama Delegasi Kementerian Pertahanan RI menghadiri pertemuan ASEAN Defence Ministers’ Meeting [ADMM] Retreat, Minggu [17/11] di Bangkok, Thailand.

Pada pertemuan yang dihadiri para Menhan se-ASEAN tersebut, Menhan RI menyampaikan keinginannya memperkuatkomitmen Indonesia untuk membangun kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang tangguh, aman, damai dan sejahtera serta disegani oleh kawasan lainnya.

Menurut Menhan RI, ASEAN mempunyai potensi kekayaan alam yang luar biasa sehingga sejak dahulu selalu menjadi magnet kepentingan kekuatan global. Selain itu perairan ASEAN juga merupakan urat nadi transportasi dan perdagangan dunia.

Namun, potensi wilayah laut di Asia Tenggara akan sulit dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal jika tidak ada proteksi serta jaminan keamanan dan keselamatan dari masing-masing negara anggota ASEAN.

Di tengah situasi dunia internasional yang penuh dengan ketidakpastian, ASEAN harus tetap menjaga komitmen dan koneksitasnya bagi kesejahteraan bersama. Guna mewujudkan hal tersebut, ASEAN harus memiliki kerjasama yang tangguh dan dapat diandalkan, tidak mudah dicerai-berai oleh kepentingan sesaat serta perlunya memelihara komitmen terhadap piagam ASEAN.

“ASEAN tidak boleh terpecah belah dan terpolarisasi yang akan mengakibatkan konflik dan perpecahan. Indonesia secara tegas menentang invasi negara dalam bentuk apapun dan di wilayah negara manapun khususnya di Asia tenggara,” tandas Menhan RI.

Keyakinan akan kekuatan ASEAN harus dimulai dengan kemandirian ASEAN khususnya bidang pertahanan diantaranya meliputi kerjasama pengamanan laut perbatasan, penyelesaian sengketa perbatasan, industri pertahanan dan bidang lainnya harus mengutamakan selalu sentralitas ASEAN.

Kerjasama ASEAN dalam kerangka ADMM-Plus, Kerjasama Mallacca Strait Patrol, Trilateral Indomalphi di wilayah Laut Sulu dan Sulawesi, pertukaran informasi strategis ASEAN Our eyes melalui mekanisme ADI [ASEAN Direct Communication Infrastructure] telah menunjukkan kepada dunia internasional tentang komitmen ASEAN bagi terwujudnya kawasan yang tangguh, aman, damai dan sejahtera.

ASEAN Harus Jadi Penyeimbang di Kawasan Indo – Pasifik

Lebih lanjut Menhan RI menambahkan bahwa ASEAN harus dapat menjadi penyeimbang [balancing] dan penghubung [bridging] di kawasan Indo-Pasifik melaui ASEAN Indo-Pasifik Outlook sehingga tidak ada dominasi kekuasaan di kawasan.

ASEAN melalui netralitas dan sentralitas-nya mengajak seluruh negara di kawasan Indo-Pasifik untuk ikut bertanggungjawab terhadap keamanan kawasan, karena Indo-Pasifik bukanlah semata-mata milik ASEAN melainkan milik masyarakat dunia.

Indo-Pasifik tidak boleh dimaknai hanya dalam konteks bebas dan terbuka melainkan juga harus memiliki karakteristik inklusif, transparan, dan komprehensif, mendatangkan manfaat bagi kepentingan jangka panjang seluruh negara di kawasan, dan didasarkan pada komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.

Indonesia berharap agar permasalahan keamanan di kawasan seperti pencurian kekayaan alam, pelanggaran wilayah, penyelundupan dan sengketa wilayah, bencana alam dan kemanusiaan dapat diatasi melalui kerjasama yang kuat, sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

Permasalahan Laut China Selatan yang mengemuka saat ini harus segera diselesaikan secara damai melalui forum dialog dan diplomasi dengan mendorong Code of Conduct yang telah disepakati ASEAN agar dapat diterima oleh negara Tiongkok.

Pada pertemuan Forum ADMM Retreat tersebut, Menhan RI lebih lanjut berharap akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan kerjasama pertahanan ASEAN di masa yang akan datang.

“Bagi Indonesia, ASEAN adalah wadah membangun kerjasama yang bermanfaat bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan kita. Melalui pilar politik dan keamanan ASEAN, kita bisa memperkuat keamanan Asia Tenggara yang tentunya juga akan dapat meningkatkan kesejahteraan negara-negara di dalamnya”, ungkap Menhan RI

Rabu, 30 Mei 2012

Phnom Penh, Kamboja – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro bersama dengan para Menteri Pertahanan se-ASEAN, Selasa [29/5] menghadiri ASEAN Defense Ministers’ Meeting [ADMM] di  Phnom Penh, Kamboja. ADMM merupakan pertemuan para menteri pertahanan se-ASEAN untuk membahas dan mengadopsi langkah-langkah dan mekanisme dalam meningkatkan kerjasama pertahanan dan keamanan diantara negara-negara ASEAN.

ADDM dilaksanakan setiap tahun dan merupakan mekanisme pertemuan pertahanan tingkat tinggi organisasi ASEAN dalam rangka mendukung program ASEAN Community 2015. Negara peserta ADMM antara lain : Brunai Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar,  Phiilipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pertemuan ADMM di Kamboja ini yang merupakan pertemuan ke 6 tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 28 hingga 30 Mei 2012. Kamboja selaku tuan rumah mengambil tema untuk pertemuan ADMM ke 6 yaitu “Enhancing ASEAN Unity for a Harmonized and Secure Community,”. Pertemuan diketuai oleh Wakil Perdana Menteri  dan Menteri Pertahanan Kamboja Jenderal Tea Banh.

Menteri Pertahanan Nasional Kamboja Teh Banh mengatakan, pertemuan ini ditujukan untuk memperkuat dan membangun Komunitas Politik Keamanan ASEAN pada tahun 2015. “Sangat penting bagi kami untuk lebih meningkatkan kerjasama kami untuk menyelesaikan semua konflik regional, kapasitas kesenjangan, dan perbedaan dalam kerja sama,” katanya.

Menteri Pertahanan Nasional Kamboja juga menekankan bahwa kerja sama keamanan dan kalangan angkatan bersenjata negara anggota ASEAN sangat penting untuk menjamin perdamaian, stabilitas, dan pembangunan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Dijelaskannya, pertemuan ini juga mengkaji kemajuan dalam kerja sama dalam keamanan maritim, kedokteran militer, bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana, operasi pemeliharaan perdamaian dan kontra-terorisme. Pada akhir pertemuan, akan ada pernyataan bersama pada kesatuan ASEAN untuk meningkatkan masyarakat yang harmonis dan aman.

Kamboja menjadi tuan rumah pada pertemuan ADMM ke 6 setelah menerima Keketuaan ADMM 2012 dari Indonesia yang sebelumnya menjadi Ketua ADMM 2011. Sebagaimana diketahui, bahwa tahun lalu Indonesia melalui Kementerian Pertahanan menjadi Ketua ADMM 2011 dan telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan ADMM ke 5.

Pertemuan ADMM, untuk pertama kalinya diadakan pada tahun 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia. ADMM ini bertujuan untuk mempromosikan rasa saling percaya dan kepercayaan diri melalui pemahaman yang lebih besar dari pertahanan dan tantangan keamanan serta peningkatan transparansi dan keterbukaan.

Tujuan ADMM yaitu mendiskusikan dan bertukar pandangan tentang isu-isu pertahanan dan keamanan maupun tantangan yang akan dihadapi oleh ASEAN. Lebih dari itu, ADMM juga memiliki maksud untuk membangun rasa saling percaya [mutual trust] dan keyakinan melalui pemahaman yang lebih baik terhadap tantangan pertahanan dan keamanan di kawasan maupun untuk meningkatkan sifat keterbukaan dan transparansi.

Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan se-ASEAN dilanjutkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan China Liang Guanglie membahas peningkatan hubungan dan kerjasama pertahanan antara China dan ASEAN.

Sumber : DMC

Negara-negara ASEAN. Dalam artikel mengulas tentang sejarah terbentuknya The Association of Southeast Asian Nations [ASEAN], dilengkapi bentuk kerja sama ASEAN.

TRIBUNNEWS.COM – Simak penjelasan mengenai The Association of Southeast Asian Nations [ASEAN] di artikel ini.

Indonesia merupakan satu di antara anggota ASEAN yang masih aktif sampai saat ini.

Selain Indonesia, ada beberapa negara lain seperti Malaysia, Filipina hingga Singapura.

ASEAN dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand yang diwakili oleh lima wakil negara dari negara-negara Asia Tenggara.

ASEAN merupakan sebuah organisasi kawasan yang menjadi wadah kerjasama antara 10 negara di Asia Tenggara, sebagaimana dilansir setnas-asean.id.

Tentang ASEAN. Dalam artikel mengulas tentang sejarah terbentuknya The Association of Southeast Asian Nations [ASEAN], dilengkapi bentuk kerjasamanya.  [asean.org]

Baca juga: Materi Sekolah: Hubungan Proklamasi Kemerdekaan dengan Pembukaan UUD 1945

Sejarah ASEAN

Dikutip dari Buku Tematik Kelas 6 SD Tema 8, ASEAN dibentuk tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand.

ASEAN diprakarsai oleh perwakilan lima negara Asia Tenggara.

Di antaranya Menteri Luar Negeri Adam Malik [Indonesia], Tun Abdul Razak [Malaysia], Thanat Khoman [Thailand], Rajaratnam [Singapura], dan Marciso Ramos [Filipina].

Profil Menteri

Tentang Kami

Struktur Organisasi

AKIP

Kinerja

Lembar Informasi

Perwakilan

Video yang berhubungan

Pertemuan rutin antara menteri luar negeri negara-negara asean bernama | admin | 4.5