PLTA yang berada di wilayah Jawa Timur adalah

By On Friday, August 19th, 2022 Categories : Tanya Jawab

PLTA yang berada di wilayah Jawa Timur adalah – Hallo Agan dan sista semua, Met Datang di website trendwisata.com ini. Sekarang, kami dari portal Trend Wisata ingin membagikan tips yang oke banget yang mengulas PLTA yang berada di wilayah Jawa Timur adalah. Langsung saja teman menyimaknya dibawah ini:

Liputan6.com, Jakarta – Pembangkit listrik tenaga angin pertama di Pulau Jawa akan dipasang di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, tepatnya di kawasan pabrik PT Bondowoso Indah Plywood (BIP), yang merupakan produsen plywood anak perusahaan PT Indah Karya.

“Ini sebagai pilot project, PT lndah Karya memasang satu unit wind turbine type E-53 buatan Enercon asal Jerman,” ujar Project Manager Juniar Purnomo Kusuma melalui siaran pers di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 30 Januari 2020.

Menurut dia, dari sisi jumlah dan ukuran, proyek tersebut relatif kecil dibandingkan pembangkit listrik tenaga angin lain di dunia, namun ada beberapa nilai strategis yang bisa diambil dari proyek itu, dilansir dari Antara.

Pertama, kata dia, proyek tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga angin pertama di Pulau Jawa yang hingga saat ini menjadi tempat utama kegiatan ekonomi di Indonesia.

“Harapannya banyak lagi pembangkit listrik tenaga angin dibangun untuk menurunkan ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara,” ucapnya.

Kedua, lanjut dia, dari semua pembangkit listrik tenaga angin ini adalah satu-satunya yang dimiliki oleh perusahaan berbendera Merah Putih.

“Ketiga, tak hanya menyuplai listrik untuk meningkatkan kinerja PT BIP, namun sebagai show unit pengembangan pasar ke depan,” katanya di Surabaya.

Inilah penampakan PLTA Karangkates Hingga Sejarah Perubahan Nama PLTA Karangkates menjadi PLTA Sutami.

Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] Karangkates  merupakan PLTA terbesar di Jawa Timur. Mengenai lokasi, PLTA ini berada di Kabupaten Malang.

PLTA Karangkates yang dibangun sejak tahun 1973 dan 1976 ini, sangat bermanfaat bagi warga, khususnya di sebagian selatan Jawa Timur.

Selain mengaliri listrik warga di Jawa Timur, PLTA Karangkates juga memiliki keunggulan lain lho! Keunggulan lainnya yakni menginterkoneksi pembangkit listrik lainnya seperti di Paiton, Gresik, Grati, Ngimbang,, Krian dan Kediri.

PLTA Karangkates ini memiliki tiga unit tubin. Turbin I dan II dioperasikan sejak tahun 1973. Tiga tahun kemudian, turbin II beroperasi mulai dari tahun 1976. Setiap turbin atau unit berhasil mmenghasilkan listrik sebesar 32 megawat.

“PLTA Karangkates ini ada 3 unit dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 35 megawat,” ujar General Manager Unit Pembangkitan Brantas-Pembnagkitan Jawa Bali [PJB] Moh Heryono dilansir dari detik.com.

Sejarah Nama PLTA Karangkataes Diubah Menjadi PLTA Sutami

Penampakan PLTA Karangkates yang Kini Berubah Namanya Menjadi PLTA Sutami [finance.detik.com]

Tahukah kalian bahwa PLTA Karangkates dan PLTA Sutami itu sama? Ya, PLTA Karangkates atau PLTA Sutami ini sebenarnya sama saja. Semula bendungan yang melayani pembangkit listrik tenaga air [PLTA] itu bernama Bendungan dan PLTA Karangkates.

Keduanya merupakan satu paket yang diresmikan mendiang Presiden Soeharto pada 4 April 1973. Namun oleh Soeharto pula, saat Ia meresmikan Bendungan Gunungsari Baru, Surabaya pada 16 April 1981, nama Bendungan dan PLTA Karangkates resmi diganti menjadi Bendungan dan PLTA Sutami. Yang tidak berubah hanya lokasinya yang terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumperpucung,, Kabupaten Malang.

Penyematan nama baru itu tak lain adalah sebagai wujud bagi Prof. Dr. Ir. Sutami. Beliau merupakan tokoh yang dikenal sebagai pakar konstruksi, menteri Pekerjaan Umum, dan penggagas berbagai proyek konstruksi raksasa di era Soeharto.

Pak professor ini sudah mengabdi di jagad ke-PU-an sejak era Soeharto dan berlanjut terus hingga berganti-ganti sebanyak 6 kabinet. Meski kabinetnya berganti, nama kementerian yang ditangani masih beraroma Pekerjaan Umum.

Nah itulah, penampakan PLTA Karangkates hingga sejarah PLTA Karangkates sebuah PLTA terbesar di Jawa Timur yang kini berubah namanya menjadi PLTA Sutami.

UMUM | 06 Sep 2012 10:55:19 AM

Sebanyak 12 lokasi pembangkit listrik tenaga mini [PLTM] dan pembangkit listrik tenaga air [PLTA] di daerah aliran sungai [DAS] Brantas di 10 kabupaten/kota memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Pengembangan itu bakal diupayakan oleh Perum Jasa Tirta [PJT] I secepatnya dengan menggandeng pihak lain, sehingga pasokan listrik di Jatim bisa ditambah.

“Dari 12 lokasi di bendung gerak dan bendung karet di 10 kabupaten/kota sepanjang DAS Brantas tersebut punya potensi besar untuk pengembangan pembangkit listrik,” ujar Kepala Bagian Humas dan Program Kemitraan Bina Lingkungan PJT I, Tri Hardjono saat dikonfirmasi, Kamis [6/9].

Ia mengatakan, di DAS Brantas yang dikelola PJT I memiliki potensi PLTM dan PLTA dengan kapasitas terpasang sebesar 142,53 mw dan mampu menghasilkan energi 279,58 juta KwH/tahun. Dari 12 lokasi PLTM dan PLTA tersebut, PLTM Mrican memiliki kapasitas 3,35 mw mampu menghasilkan energi 21,43 juta KwH/tahun.

Untuk PLTA Wangi memiliki kapasitas 7 mw mampu menghasilkan 28,9 juta KwH/tahun dan PLTA Lodoyo memiliki kapasitas 7,88 mw mampu menghasilkan energi 41 juta KwH/tahun. Selain itu, lanjut Tri, PLTM Lodagung II memiliki kapasitas 0,3 mw mampu menghasilkan energi 2,37 juta KwH/tahun. PLTM Lodagung I memiliki kapasitas 0,55 mw mampu menghasilkan energi 4,75 juta KwH/tahun.

PLTA Karangkates IV dan V memiliki kapasitas 80 mw mampu menghasilkan energi 93,90 juta KwH/tahun. PLTA Kesamben memiliki kapasitas 26 mw mampu menghasilkan energi 34,60 juta KwH/tahun. PLTA Lesti memiliki kapasitas 12,6 mw mampu menghasilkan energi 23 juta KwH/tahun.

PLTA Jatimlerek memiliki kapasitas 1,5 mw mampu menghasilkan energi 9,44 juta KwH/tahun. PLTM Menturus memiliki kapasitas 1,4 mw mampu menghasilkan energi 9,22 juta KwH/tahun. PLTM Lengkong memiliki kapasitas 0,95 mw mampu menghasilkan energi 4,57 juta KwH/tahun. PLTM Mlirip memiliki kapasitas 1 mw mampu menghasilkan energi 6,4 juta KwH/tahun.

Sebanyak, PLTM dan PLTA itu terdapat di Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya. Potensi listrik yang bisa dikembangkan itu nantinya diharapkan mampu menambah pasokan listrik yang sudah dihasilkan dari bendungan tahunan dan harian di antaranya Sengguruh, Sutami, Lahor, Wlingi, Selorejo, Bening, dan Wonorejo mencapai listrik 1.160 GWh.

Perlu diketahui, DAS Brantas yang dikelola PJT I Malang seluas 12.000 kilometer [km] persegi mencakup sebagian besar wilayah Jatim. Sungai utama sepanjang 320 km dan memiliki 39 anak sungai dengan total panjang 1.400 km, itu memiliki potensi sumber air mencapai 11,80 milyar meter kubik per tahun.

Air yang mengalir di DAS Brantas tersebut ditampung pada bendungan atau waduk tahunan dan harian dengan total tampungan sekitar 636,60 juta meter kubik. Air itu untuk memenuhi kebutuhan irigasi seluas 345 ribu haktare, dan menghasilkan listrik 1.160 GWh. Juga untuk memenuhi kebutuhan air di perusahaan air minum daerah [PDAM] sebesar 300 juta meter kubik, serta memenuhi air untuk industri sebesar 1,87 juta meter kubik. [afr]

PLTA di Indonesia berperan penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Simak 8 PLTA besar yang dimanfaatkan untuk rumah tangga maupun irigasi selengkapnya. 

PLTA di Indonesia merupakan salah satu bagian penting dalam industri energi terbarukan yang dimanfaatkan untuk hajat hidup orang banyak.

Pasalnya, PLTA di Indonesia berperan penting dalam memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, khususnya di wilayah pedesaan.

Sebagai negara maritim, pemanfaatan air sebagai sumber energi pun sudah sepantasnya dimanfaatkan untuk banyak kepentingan. 

Ada beberapa PLTA di Indonesia yang menjadi sarana penting dalam menyalurkan listrik dan irigasi rumah.

Lantas, PLTA di Indonesia mana saja yang berperan penting untuk rumah tangga? Simak pembahasannya bersama-sama.

10 daftar PLTA terbesar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga

Ada beberapa PLTA di Indonesia yang berperan penting sebagai sumber listrik yang baik, sekalipun berfungsi untuk memenuhi kebutuhan satu wilayah.

Untuk simak beberapa daftar PLTA berikut ini.

1. Waduk Cirata, Jawa Barat

Sumber: SHIFT Indonesia

Waduk Cirata saat ini merupakan PLTA terbesar di Indonesia, dengan kemampuan daya hingga 1,008 Megawatt dengan kemampuan energi listrik rata-rata 1,428 Giga Watt Hour [GWH] per tahun.

Adapun, Waduk Cirata bermuara di tiga kabupaten, yakni Cianjur, Purwakarta, dan Bandung barat untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Jawa-Bali.

Untuk diketahui Waduk Cirata merupakan salah satu pemanfaatan potensi tenaga air di sungai Citarum.

Baca Juga :Mengenal Kali Code Yogyakarta, Hunian Pinggir Sungai yang Mendapat Penghargaan!

2.  Waduk Saguling, Jawa Barat 

Berdekatan dengan Waduk Cirata, PLTA Saguling merupakan waduk buatan di wilayah Kabupaten Bandung Barat dengan luas genangan 5,600 hektare dengan debit air mencapai 875 juta kubik.

Untuk diketahui, Waduk Saguling saat ini mampu memenuhi kebutuhan listrik berkapasitas 700 MW, dan bisa ditingkatkan hingga 1,400 MW.

Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan tenaga air, Waduk Saguling juga dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, maupun industri agribisnis yang menjanjikan.

3.  PLTA Sulewana, Poso, Sulawesi Tengah 

Sumber: Detik.com

Perlu diketahui, PLTA Sulewana diklaim akan menjadi PLTA di Indonesia timur terbesar dalam beberapa tahun ke belakang.

Saat ini, PLTA Sulewana sudah dalam pembangunan tahap ketiga dengan kemampuan daya mencapai 400 Megawatt.

PLTA ini berada di dekat Sungai Poso dan akan rampung pada 2022 mendatang.  

Adapun, PLTA Sulewana bermuara di beberapa wilayah, tepatnya di Tentena, Poso, Parigi Moutong, yang dialirkan juga ke wilayah Sulawesi Selatan.

4.  PLTA Sigura-Sigura Samosir, Sumatera Utara 

Selain difungsikan sebagai Geopark, Danau Toba juga dimanfaatkan sebagai salah satu PLTA di Indonesia.

Sebab, PLTA Sigura-Gura merupakan Pembangkit Listrik yang dimiliki oleh PT Indonesia Asahan Aluminium [Inalum]. 

Adapun, PLTA Sigura-Gura memiliki tiga buah bendungan yang berjarak 14,5 kilometer di dekat Danau Toba.

Tak hanya berdekatan dengan Danau Toba, PLTA Sigura-Gura juga memiliki stasiun bawah tanah pertama di Indonesia dengan kedalaman 200 mdpl.

5.  PLTA Musi, Bengkulu

Sumber: Law-Justice

Sungai Musi tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber transportasi saja, melainkan juga dimanfaatkan sebagai salah satu PLTA di Indonesia.

Berada di hulu sungai, PLTA Musi menjadi salah satu pembangkit listrik jenis Run of River dengan pembangkit listrik yang berada 400 mdpl.

Adapun, PLTA Musi mampu membangkitkan energi listrik sebesar 1,150 GWh per tahun dengan kemampuan suplai listrik antara 150 Kv sampai dengan 275 Kv.

6. PLTA Mrica, Banjarnegara, Jawa Tengah 

PLTA Mrica merupakan salah satu PLTA di Indonesia yang saat ini dioperasikan oleh Indonesia Power.

Untuk diketahui, PLTA Mrica berlokasi di Banjarnegara, Jawa Tengah dengan beberapa power generator, yakni Wonogiri, Sempor, Wadaslintang, dan lainnya dengan total kapasitas listrik hingga 310 MW.

Adapun, PLTA Mrica akan diteruskan ke PLTA Maung yang baru saja dimulai pembangunannya pada awal 2020 silam.

7.  PLTA Asahan, Sumatera Utara 

Sumber: CNBC Indonesia

Selain PLTA Sigura-Gura, Danau Toba juga memiliki PLTA lainnya, yakni PLTA Asahan yang berada di Sungai Asahan.

Adapun, PLTA Asahan merupakan salah satu PLTA di Indonesia yang memiliki tiga induk untuk kebutuhan masyarakat Sumatera Utara.

Saat ini, PLTA Asahan sudah memasuki proyek tahap ketiga yang akan rampung pada 2023 mendatang.

Nantinya, penggunaan PLTA Asahan diklaim akan mengurangi beban jumlah listrik fossil dan juga mampu menambah jumlah kapasitas listrik hingga 241,000 kepala keluarga.

8.  Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat 

Tak hanya menjadi sebuah pembangkit air, Waduk Jatiluhur merupakan salah satu PLTA di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

Meski digunakan sebagai salah satu tempat pariwisata, Waduk Jatiluhur merupakan bagian terpenting dalam memenuhi kebutuhan listrik di tanah priangan maupun Jabodetabek.

Adapun, Waduk Jatiluhur  berpotensi menghasilkan jumlah air sebanyak 12,9 miliar kubik dengan menghasilkan listrik 1,000 juta Kwh per tahun. 

Selain dijadikan sebagai tempat wisata, Waduk Jatiluhur juga dimanfaatkan sebagai sarana irigasi, kebutuhan air minum sekalipun menjadi pengendali banjir yang kerap terjadi. 

Baca Juga :Dinikahi Pria Kaya, Rumah Momo Geisha Ada Danau dan Lapangan Golfnya!

Demikian beberapa daftar PLTA di Indonesia terbesar yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik dan saluran irigasi rumahan.

Untuk cari tahu inspirasi rumah tangga menarik, selengkapnya di artikel.rumah123.com. 

“Sedang mencari rumah di Karawaci? Kamu bisa cek Cluster Valencia at Goldland Karawaci di sini selengkapnya.”

Terinspirasi

Terhibur

Biasa Saja

Tidak Menarik

Terganggu

Tidak Suka

Video yang berhubungan

PLTA yang berada di wilayah Jawa Timur adalah | admin | 4.5