Prestasi apa yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang pada masa khalifah Umar bin Khattab?

By On Tuesday, October 25th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Prestasi apa yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang pada masa khalifah Umar bin Khattab? – Hallo kawan semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke blog Trend Wisata ini. Di hari yang cerah ini, kami di web site TrendWisata dotcom akan sharing saran yang mantab yang menunjukkan pada anda mengenai Prestasi apa yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang pada masa khalifah Umar bin Khattab?. Silahkan ibu dan bapak tonton berikut ini:

Assalamualaikum,

Alhamdulilah pada 22 ramadhan ini kita masih diberi rasa aman, tentram dan sehat dalam menjalankan ibadah kepada kepada Allah swt. 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai beberapa prestasi umar bin khattab. hal pertama yang saya bahas adalah Biografi singkat lalu saya sertakan Prestasinya.

Nama lengkap dari Umar Bin Khattab adalah Umar bin Khattab Ibn Nufail Ibn Abd al-‘Uzza Ibn Riyah
Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn Ka’ab Ibn Lu’aiy al-Qurasyiy al-‘Adawiy.
Umar dilahirkan
tiga belas tahun setelah tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi Muhammad). Ini berarti Umar
radhiyallahu‘anhu lebih muda 13 muda dari Nabi Muhammad saw. 

Umar masuk islam di usia 27 tahun. sebelumnya, ia memusuhi nabi dan para pengikutnya.

Umar juga terlibat dalam berbagai peperangan seperti Perang Badar, Perang Uhud , Perang Khaybar serta penyerangan ke Syiria. Umar dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad saw dan ajaran islam pada kesempatan yang ada.


Khalifah Kedua

Setelah abu bakar ash-shidiq meninggal pada tahun 634, umar bin Khattab ditunjuk untuk menggantikan abu bakar sebagai khalifah kedua dalam sejarah islam.

Umar memerintah selama sepuluh tahun  (13-23 H/634-644 M). masa jabatanya berakhir dengan kematian. Dia dibunuh oleh seorang Zoroastrianis, budak fanatik dari persia bernama Abu lulu’ah.

Umar bin Khattab dikenal memiliki kehidupan yang sangat sederhana. beliau tidak mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu.

Prestasi Umar Bin Khattab

Beberapa prestasi yang bisa dikatakan signifikan pada masa Umar bin Khattab di antaralain:

Pada tahun 14 H Damaskus berhasil dikuasai sebagian dengan perjanjian dan kekuatan, Homs dan Balbalak dikuasai dengan perjanjian, serta basrah dan ubullah dapat dikuasai dengan kekuatan.

Umar bin Khattab dicatat sejarah sebagai orang yang pertamakali mendirikan kamp – kamp militer yang permanen.

Umar juga mengatur berapa lama seorang suami diperbolehkan pergi berjihad meninggalkan isterinya, yaitu tidak boleh melebihi 4 bulan.

Umar juga membuat buku khusus untuk mencatat para prajurit dan mengatur secara tertib gaji tetap mereka. 

Umar juga mengikut sertakan dokter, penerjemah , dan penasihat yang khusus menyertai pasukan.

  • Mendirikan Baitul mal (bait al-Mal) untuk pengelolaan keuangan negara.
  • Membuat pecahan uang dirham dan menentukan timbanganya.
  • Menentukan nafkah anak jalanan yang diambil dari Baitul mal.
  • Membolehkan pemberian Hutang dari baitul mal kepada siapa saja sebagai modal berdagang.
  • Membasmi penimbunan makanan.
  • Orang yang pertama kali meletakan dasar-dasar hisbah, yaitu pengawasan terhadap perekonomian, dan pengendalian moral dan pasar.

4. Meningkatkan Administrasi Negara

Pada bidang ini bisa dilihat dari terbentuknya beberapa departemen-departemen pemerintahan dan beberapa upaya yang bertujuan meningkatkan kinerja pemerintahan.

  • Departemen Logistik, yang bertugas mengatur perbekalan untuk prajurit.
  • Pemisahan Yudikatif dengan legislatif dan eksekutif dengan mendirikan lembagalembaga peradilan di daerah-daerah 
  • Pembentukan jawatan kepolisian dan jawatan pekerjaan umum untuk menjaga
    keamanan dan ketertiban umum. 
  • Pembentukan dua lembaga penasehat, yaitu yang membahas masalah umum dan
    khusus. 
  • Wilayah Negara dibagi menjadi 8 propinsi: Makkah, Madinah, Syiria, Jazirah, basrah,
    Kufah, palestian, dan Mesir. Masing-masing propinsi dipimpin oleh amir.
  • Mewajibkan para pekerja dan pejabat untuk melaporkan harta benda. Tindakan ini
    adalah sebagai bentuk pengawasan Umar terhadap pegawainya. 
  • Mengadakan administrasi pengukuran tanah dan membatasi jaraknya 
  • Membuat sebuah rumah untuk tamu guna menyambut para utusan 
  • Membuat tempat peristirahatan di antara negeri-negeri di jalan-jalan34 

5. Prestasi-prestasi Lainnya

  • Dimulainya Penanggalan Hijriah umar berdasarkan alasanya untuk memilih hijrah Nabi muhammad saw sebagai awal penanggalan hijriah adalah karena Hijrah Nabi muhammad saw merupakan permulaan pendirian Negara islam.
  • Mengadakan muktamar tahunan untuk bagi para panglima dan para pemimpin untuk mengintropeksi mereka dan mendengar pendapat mereka.
  • Orang yang pertama mengumpulkan orang-orang untuk melaksanakan Shalat terawih.

Wafatnya Umar bin Khattab

Umar bin Khattab wafat karena dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) yang merupakan seorang budak yang fanatik pada saat Umar akan memimpin shalat shubuh.

Diketahui Fairuz adalah orang persia yang masuk islam setelah persia ditaklukan oleh umar. pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam Fairuz terhadap Umar bin Khattab.

Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia yang pada masa itu merupakan negara adidaya.

Umar bin Khattab wafat pada Rabu, 25 Dzhulhijah 23 Hirriyah/644 M. setelah wafat, jabatan Khalifah dipegang oleh Ustman bin Affan.

Sumber terkait:

Prestasi Umar bin Khattab saat menjadi khalifah dan dampaknya terhadap Islam patut mendapat apresiasi. Sejarah mencatat bahwa Umar punya sumbangan besar untuk kejayaan Islam, di antaranya:

Pertama, penemu penanggalan Hijriyah

Umar adalah orang pertama yang membuat penanggalan hijriyyah. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Umar bin Al-Khatthab adalah kepala negara yang inovatif, karena inovasinya menjadikan peristiwa hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib (Madinah) sebagai moment awal kalender dalam Islam, bukan peristiwa lahirnya Rasulullah seperti yang digunakan dalam kalender Masehi yang dihitung sejak lahirnya nabi Musa.

Ide ini muncul ketika beliau didatangi oleh Maimun bin Mahran yang menyodorkan sebuah dokumen berisi tentang kesepakatan dua orang yang berlaku pada bulan Sya’ban. Umar lalu bertanya, “Sya’ban kapan?. Tahun kemarin, tahun yang akan datang, atau tahun ini?”.

Tidak jelas Sya’ban tahun kapan yang dimaksud, hingga kemudian Umar mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk meminta pendapat mereka mengenai penanggalan yang bisa dijadikan standar untuk bermu’amalah.

Ada yang mengusulkan untuk mengikuti penanggalan Persia dan Romawi, ada juga yang mengusulkan mengikuti penanggalan berdasarkan kelahiran Rasulullah, ada yang berdasarkan diutusnya beliau sebagai nabi, ada juga yang mengusulkan berdasarkan wafat beliau.

Sedangkan Ali bin Abi Thalib dan beberapa anggota sidang mengusulkan bahwa kalender dalam Islam didasarkan pada penanggalan hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah karena semua orang mengetahui peristiwa tersebut. Dari beberapa usulan yang ada, Umar lebih cenderung memilih usulan terakhir karena semua orang mengetahui secara pasti kapan waktu pelaksaaan hijrah. Di samping itu, hijrah merupakaan moment perubahan besar dalam sejarah dakwah Islam.

Umar pun segera memutuskan penggunaan penanggalan berdarakan hijrah Rasulullah dari awal tahun ini, yaitu bulan Muharram yang merupakan permulaan tahun berdasarkan putaran bulan, agar tidak merombak urutan bulan yang sudah baku. Keputusan itu diberlakukan pada tahun 16 H, dua setengah tahun setelah pengangkatan Umar sebagai khalifah atau kira-kira tujuh tahun setelah Rasulullah wafat.

Kedua, mengumpulkan orang-orang untuk shalat tarawih berjama’ah

Umar adalah orang pertama dalam Islam yang mengumpulkan orang-orang untuk shalat tarawih berjama’ah setelah sebelumnya dilakukan secara individual (tidak berjama’ah). Umar lalu mengirim surat kepada para gubernur wilayah agar melaksanakan shalat tarawih secara berjama’ah.

Awalnya, pada suatu malam di bulan Ramadhan Umar keluar rumah menuju ke masjid. Di masjid, ia melihat orang-orang sedang melaksanakan shalat tarawih sendiri-sendiri, dan sebagian yang lain ada yang shalat berjama’ah. Maka, muncullah ide dari Umar untuk mengumpulkan orang-orang dengan menetapkan Ubay bin Ka’ab sebagai imam.

Malam berikutnya, Umar yang ditemani oleh ’Abdurrahman bin ’Abdul Qari keluar untuk memantau orang-orang di masjid. Dan ternyata, mereka sedang shalat tarawih berjama’ah dengan Ubay bin Ka’ab sebagai imamnya. Ia lalu mengatakan, ”Sebaik-baiknya bid’ah adalah ini (shalat tarawih berjama’ah.pen)”.

Ketiga, mendirikan lembaga-lembaga kajian Al-Qur’an

Perhatian Umar terhadap dunia pendidikan sangat besar. Sepeninggal Rasulullah, Umar meresmikan Madinah sebagai ibu kota negara Islam dan menjadi pusat pembentukan hukum-hukum Islam, terutama setelah berhasil melakukan ekspansi besar-besaran ke negara-negara koloni.

Selama 10 tahun menjadi kepala negara, agenda Umar difokuskan di antaranya adalah menjadikan Madinah sebagai pusat kajian Al-Qur’an dan Fikih. Terbilang ada 130 pakar fikih dari kalangan sahabat yang aktif memberi fatwa. Tujuh di antaranya yang paling sering adalah Umar sendiri, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, sayyidah Aisyah, Zaid bin Tsabit, ‘Abdullah bin ‘Abbas, dan ‘Abdullah bin Umar.

Sementara yang sedang-sedang adalah Abu Bakar, Ummu Salamah, Anas bin Malik, Abu Sa’id al-Khudri, Abu Hurairah, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Abdullah bin Zubair, Abu Musa Al-Asy’ari, Sa’ad bin Abi Waqash, Jabir bin ‘Abdillah, Mu’adz bin Jabal (imam al-fuqaha’), Thalhah bin ‘Ubaidillah, Zubair bin ‘Awwam, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ‘Imran bin Hushain, dan ‘Ubadah bin Shamit.

Keempat, memberikan penerangan lampu untuk masjid Al-Haram dan masjid Nabawi

Lampu-lamu pada masa pemerintahan Umar merupakan sarana penerangan yang sifatnya berkesinambungan dengan disiapkan dana khusus dan petugas yang mengurusinya. Penerangan tersebut merata di seluruh masjid, bahkan berlanjut hingga setelah Umar. Sebagai buktinya bahwa ketika ’Ali bin Abi Thalib keluar rumah dan melihat lampu gemerlapan di masjid, maka beliau berkata, ”Semoga Allah menerangi Umar di kuburnya, sebagaimana ia menerangi kita di masjid ini”.

Selain itu, Umar adalah orang pertama yang berkeliling di malam hari mengontrol rakyatnya di Madinah (ronda malam), orang pertama yang memberikan punishment kepada yang bersalah dengan tongkat pemukul, orang pertama yang menetapkan hukum cambuk bagi peminum khamr 80 kali, orang pertama yang membangun kota, orang pertama yang membentuk tentara resmi, orang pertama yang membuat undang-undang perpajakan, orang pertama yang membuat sekretariat, orang pertama yang mengumpulkan orang shalat jenazah empat kali takbir, orang pertama yang menarik zakat kuda, orang pertama yang mengangkat logistik dengan kapal dari Mesir ke Madinah, orang pertama yang menetapkan wakaf tanah dan mensedekahkan hasilnya, orang pertama yang mendirikan departemen kehakiman di semua wilayah, dan lain-lain.

Sumber:

Sirah Amir al-Mukminin Umar bin al-Khattab

al-Bidayah wa al-Nihayah

Sepuluh Shahabat yang Dijamin Masuk Surga\

Prestasi apa yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang pada masa khalifah Umar bin Khattab? | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x