Salah satu contoh bentuk kepercayaan dinamisme di bawah ini adalah

By On Friday, September 2nd, 2022 Categories : Tanya Jawab

Salah satu contoh bentuk kepercayaan dinamisme di bawah ini adalah – Hallo teman semua, Met Datang di web trendwisata.com ini. Kali ini, kita di blog TrendWisata dotcom mau sharing Q&A yang menarik tentang Salah satu contoh bentuk kepercayaan dinamisme di bawah ini adalah. Ini dia sobat menyimaknya berikut ini:

– Dinamisme adalah kepercayaan terhadap suatu benda yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Kepercayaan ini jauh ada sebelum agama tercipta dan dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini.

Meskipun mayoritas dari kita sudah beragama, tetapi praktik dinamisme masih bisa ditemukan di tengah-tengah masyarakat kita. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai apa itu dinamisme, bagaimana contohnya, dan apa perbedaannya dengan animisme.

Pengertian Dinamisme

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan manusia dalam usaha mempertahankan hidup.

Istilah dinamisme diambil dari bahasa Yunani dinamos dan diserap ke dalam bahasa Inggris dynamic, seperti dikutip dari publikasi studi Kepercayaan Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Islam Aceh oleh Ridwan Hasan dari STAIN Malikussaleh. Dynamic berarti kekuatan, daya, atau khasiat. Sehingga dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia karena diyakini memiliki kekuatan gaib.

Benda-benda tersebut bisa berupa api, air, pohon, binatang, bebatuan, atau manusia. Dinamisme meyakini bahwa zat dalam benda-benda tersebut memiliki kekuatan dan mampu memberikan manfaat atau menghindarkan seseorang dari bahaya.

Sejarah Dinamisme

Dinamisme dipahami sebagai sebuah teori sejak awal abad ke-20 melalui tulisan-tulisan RR Marett, Konrad T Preuss, dan Marcel Mauss, seperti dilansir situs encyclopedia.com. Munculnya konsep dinamisme ini dinilai berperan dalam memudarnya kepercayaan animisme pada waktu itu. Dinamisme dirumuskan sebagai teori alternatif tentang asal-usul agama.

Sebelumnya, pada abad ke-19, beberapa teori tentang agama dikemukakan, mulai dari fetisise, naturisme, totemisme, hingga animisme. Dinamisme kemudian muncul ketika animisme dianggap perlu diperbaiki. RR Marett pertama kali mencetuskan dinamisme sebagai alternatif.

Dia menggabungkan logika dengan data etnografis tertentu untuk menjelaskan bahwa yang membentuk dalil bukan kekuatan dewa superpersonal pra-animistik, melainkan kekuatan non personal pra-animistik. Konsep ini disebut ‘mana’. Konsep ‘mana’ juga digunakan Mauss untuk menjelaskan tentang kekuatan yang diyakini dalam dinamisme.

Sementara itu, Preuss menjelaskan bahwa pada tahap awal perkembangan kepercayaan manusia, mereka meyakini bahwa setiap benda, baik yang bernyawa maupun tidak bernyawa, memiliki kekuatan dan khasiat yang bersifat non mistis. Semua benda tersebut bekerja dan berfungsi baik secara magis maupun secara alami.

Contoh Dinamisme

Dinamisme banyak ditemui dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah yang masih menjunjung tradisi lama. Berikut contoh praktik dinamisme seperti dilansir situs Rumah Belajar Kemdikbud.

1. Sistem Kepercayaan dengan Tradisi Bangunan Batu

Pada zaman dulu, keyakinan manusia telah melahirkan tradisi megalitikum. Tradisi ini mendorong manusia mendirikan bangunan-bangunan besar dari batu. Peradaban megalitikum ini berkaitan dengan tradisi pemujaan pada roh atau arwah nenek moyang.

Bangunan batu besar itu antara lain berbentuk menhir, sarkofagus, dan dolmen. Batu-batu digunakan sebagai sarana untuk melakukan ritual ungkapan syukur dan persembahan untuk alam. Bagi manusia pada zaman itu, keberadaan batu-batu tersebut diyakini sebagai bentuk kekuatan alam yang berada melebihi akal dan pikiran manusia. Salah satu rangkaian batu besar itu bisa kita temukan di sepanjang wilayah Jawa Barat.

2. Ritual Asyeik

Ritual Asyeik adalah tradisi yang terbentuk di masyarakat suku Kerinci, seperti diungkapkan Syafriandi dan kawan-kawan dalam studi Ritual Asyeik: Sebuah Fenomena Budaya Menjadi Estetik Penciptaan Film Dokumenter. Ritual ini dibentuk sejak zaman purba ketika nenek moyang suku Kerinci menganut animisme dan dinamisme.

Ritual ini termasuk dalam tradisi megalitik, di mana masyarakat suku Kerinci menganut kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang yang hidup pada zaman prasejarah. Ritual Asyeik dilakukan dengan tujuan pengobatan atau penyembuhan, media untuk memohon keselamatan dan menghindari marabahaya, meminta keturunan, meminta rezeki, hingga memohon agar hasil panen melimpah.

Ritual Asyeik mulanya dipengaruhi oleh kebudayaan agama Hindu dan Buddha, tetapi kemudian diperbarui seiring masuknya agama Islam. Mantra-mantra yang sebelumnya menyebutkan nama dewa-dewa diganti dengan kalimat Tauhid dan menyebutkan nama Nabi serta sahabat Nabi.

Perbedaan Dinamisme dan Animisme

Dinamisme tampak sedikit menyerupai konsep animisme. Namun, yang membedakan keduanya adalah kewujudan yang dipercayai. Ridwan Hasan dalam studinya tentang animisme dan dinamisme menyebutkan, ciri utama kepercayaan animisme adalah percaya kepada kewujudan roh.

Sebutan animisme berangkat dari bahasa Latin ‘anima’ yang memiliki arti roh. Animisme adalah suatu kepercayaan terhadap makhluk halus atau roh. Penganut kepercayaan ini menganggap bahwa roh seseorang yang telah meninggal akan bergentayangan dan kembali mendatangi manusia yang masih hidup.

Karena itu, dalam kepercayaan animisme, penganutnya akan menggelar ritual untuk arwah agar para arwah tersebut merasa senang dan tidak mengganggu manusia yang masih hidup. Pemujaan kepada arwah ini biasanya dipimpin oleh seorang pawang dengan tujuan untuk memperoleh kebaikan dan terhindar dari bencana.

Sedangkan pada dinamisme, kepercayaan terwujud pada benda-benda, baik yang hidup atau benda mati. Kekuatan yang terdapat pada benda tersebut bukan berasal dari roh semata, tetapi karena kekuatan dan khasiat memang sudah terkandung dalam benda tersebut.

Jika penganut kepercayaan animisme sering mengadakan ritual untuk roh, penganut kepercayaan dinamisme lebih cenderung mengadakan ritual untuk benda yang dianggap sakti atau gaib. Misalnya keris atau batu akik.

Meskipun masyarakat Indonesia saat ini mayoritas beragama, tapi praktik animisme dan dinamisme masih bisa ditemui dalam bentuk yang berbeda daripada zaman dulu karena telah dipengaruhi oleh agama Islam maupun lima agama lain yang diakui di Indonesia.

Nah, itulah penjelasan mengenai dinamisme, contohnya, serta perbedaannya dengan animisme. Semoga bermanfaat!

Simak Video “Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan

(des/fds)

Pengertian Animisme dan Dinamisme Beserta Contohnya -Indonesia dikenal sebagai salah satu negara majemuk karena terdiri dari berbagai suku bangsa. Sebelum berdaulat dan menjadi satu menjadi nusantara nenek moyang kita menganut berbagai paham sesuai daerahnya masing-masing. Diantaranya adalah animisme serta dinamisme yang notabenya sudah ada bahkan sejak ribuan tahun silam.

Pada zaman tersebut manusia purba telah mengalami perkembangan hingga memiliki sebuah kepercayaan tertentu. Kepercayaan inilah yang selanjutnya kita kenal sebagai animisme dan dinamisme. Apa pengertian animisme itu? Apa contoh animisme itu? Apa pengertian dinamisme? Apa saja contoh dinamisme? Kedua kepercayaan manusia purba ini memiliki perbedaan, mulai dari segi pengertian, contoh, maupun hal yang dipujanya. Hal inilah yang menjadi dasar dalam paham kepercayaan manusia purba dikala itu.

Kepercayaan Animisme dan Dinamisme

Perbedaan animisme dan dinamisme sangat terlihat jelas dari sesuatu yang dipercayainya. Animisme lebih merujuk pada kepercayaan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan roh. Sedangkan dinamisme lebih merujuk pada kepercayaan terhadap benda yang dianggap sakti atau memiliki kekuatan. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian animisme dan pengertian dinamisme beserta contoh animisme maupun contoh dinamisme. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Animisme dan Dinamisme tidak dapat dikategorikan menjadi sebuah agama. Hal ini dikarenakan dinamisme dan animisme termasuk dalam kepercayaan yang tidak hanya kepada Tuhan. Dengan kata lain kepercayaan yang dianut oleh orang tersebut dianggap mempunyai kekuatannya sendiri. Di Negara Indonesia terdapat 6 macam agama yang berbeda beda. Di dalam agama tersebut terkadang ada beberapa yang mengandung kepercayaan contoh animisme dan contoh dinamisme tersendiri.

Misalnya seseorang memiliki sebuah agama, namun orang tersebut ingin memperoleh kekuatan dengan cara mempercayai bahwa suatu pohon dapat memberikan kekuatan dan kekayaan tersebut. Dengan begitu ia menyetujui dan melakukan ketentuan serta syarat tertentu agar pohon tersebut dapat memberikan kekuatan dan kekayaan. Dari sinilah kita dapat lebih tahu mengenai pengertian animisme dan pengertian dinamisme.

Baca juga : Sejarah Singkat Hari Kebangkitan Nasional dan Faktanya

Pada dasarnya animisme dan dinamisme tidak dapat dikategorikan menjadi sebuah agama. Hal ini dikarenakan tidak mempunyai sistem, ketentuan dan syarat tertentu didalamnya sehingga hanya beberapa orang saja yang menjadi penganutnya. Selain itu sistem yang terdapat didalamnya juga tidak terstruktur, misalnya nabi (dalam islam), kitab dan sebagainya. Maka dari itu sebagian besar masyarakat tidak menganut kepercayaan dinamisme maupun animisme. Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai pengertian animisme, contoh animisme, pengertian dinamisme dan contoh dinamisme yaitu sebagai berikut:

Apa Itu Animisme

Definisi animisme secara sederhana ialah pemujaan kepada jiwa atau roh. Maka dari itu pengertian animisme ialah paham kepercayaan yang memiliki keyakinan terhadap roh atau jiwa dalam benda benda tertentu sehingga tidak hanya berupa makhluk hidup. Asal mula kata animisme tersebut dari kata “Anima” yang maknanya jiwa atau roh. Dalam kepercayaan ini terdapat keyakinan bahwa kekuatan spiritual masih terdapat dalam arwah leluhur yang sudah meninggal. Kekuatan tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap kehidupan keturunannya.

Berdasarkan pengertian animisme di atas kita dapat menyimpulkan bahwa paham kepercayaan ini mempunyai keyakinan terhadap roh atau jiwa manusia yang telah meninggal. Kemudian roh tersebut nantinya dapat berpindah ke suatu benda material atau makhluk hidup. Maka dari itu agar tidak mengganggu kehidupan keturunannya harus melakukan pemujaan kepada benda atau arwah leluhur yang mempunyai kekuatan gaib tersebut. Bahkan orang orang yang memiliki kepercayaan animisme yakin bahwa struktur sosial yang dimiliki oleh masyarakat manusia juga dimiliki oleh arwah leluhur. Dari sinilah kedudukan para arwah leluhur dapat ditentukan, mulai yang paling tinggi hingga paling rendah kedudukannya.

Kedudukan arwah leluhur yang paling tinggi struktur sosialnya dapat memberi keputusan pada kehidupan manusia. Dengan begitu orang orang yang menganutnya dapat melakukan pemujaan yang lebih serius daripada yang lainnya. Arwah yang kedudukan struktur sosialnya tertinggi ini dapat disebut dewa. Adapun contoh animisme yaitu seperti upacara kematian, ritual pemakanan untuk mengatur dan mempersiapkan arwah orang yang telah meninggal agar menuju alam nenek moyang serta upacara pemanggilan roh dewa pertanian sebagai wujud syukuran terhadap panen yang melimpah.

Baca juga : 18+ Peninggalan Zaman Praaksara di Indonesia Beserta Gambar

Apa Itu Dinamisme

Definisi dinamisme secara sederhana ialah pemujaan kepada suatu benda. Maka dari itu pengertian dinamisme ialah paham kepercayaan terhadap benda benda tertentu yang diyakini dapat memiliki kekuatan mistis atau gaib. Berdasarkan bahasa Yunani, kata dinamisme berasal dari kata “Dunamos” yang berarti kekuasaan, daya, atau kekuatan.

Berdasarkan pengertian dinamisme tersebut dapat kita peroleh kesimpulan bahwa paham kepercayaan ini melakukan pemujaan terhadap benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Adapun contoh dinamisme yaitu melakukan pemujaan terhadap pohon, batu besar, api, jimat ataupun senjata. Selain itu contoh paham dinamisme juga dapat dilihat dari kepercayaan menyembah matahari bagi masyarakat Jepang. Mereka percaya bahwa sinar matahari yang memancar keseluruh dunia memiliki kekuatan sehingga layak untuk di sembah.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian animisme, contoh animisme, pengertian dinamisme dan contoh dinamisme. Animisme adalah kepercayaan untuk memuja arwah atau roh leluhur, sedangkan dinamisme adalah kepercayaan untuk memuja benda benda tertentu yang memiliki kekuatan magis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan terima kasih telah membaca materi kepercayaan animisme dan dinamisme di atas.

Salah satu contoh bentuk kepercayaan dinamisme di bawah ini adalah | admin | 4.5