Saraf yang banyak ditemukan pada organ sistem saraf pusat dengan ciri tanpa akson adalah

By On Monday, September 26th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Saraf yang banyak ditemukan pada organ sistem saraf pusat dengan ciri tanpa akson adalah – Hallo kawan-kawan semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke situs Trend Wisata dot com ini. Sekarang, saya dari situs trendwisata.com mau share tips yang oke banget tentang Saraf yang banyak ditemukan pada organ sistem saraf pusat dengan ciri tanpa akson adalah. Ini dia tante dan om simak setelah ini:

Halodoc, Jakarta – Sistem saraf berfungsi untuk mengatur setiap tindakan yang dilakukan tubuh dengan cara saling mengirimkan sinyal dari berbagai bagian tubuh. Misalnya, saraf bekerja memberi tahu jantung untuk berdetak atau memberitahu paru-paru untuk bernapas tanpa kamu sadari. Sistem saraf sendiri terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik, dan seluruh saraf yang saling terhubung dengan organ di dalam tubuh. 

Sistem saraf juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom. Kedua sistem bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dari dalam tubuh dan dari lingkungan luarnya. Sistem memproses informasi yang dikumpulkan, kemudian mengirimkan instruksi ke seluruh tubuh dan memfasilitasi tanggapan yang sesuai.

Baca juga: 4 Gangguan Saraf yang Perlu Diketahui

Fungsi Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat berfungsi menerima informasi dari seluruh area tubuh. Kemudian, sistem akan mengkoordinasikan semua informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh. Organ tubuh yang termasuk dalam sistem saraf pusat di antaranya:

  • Otak. Otak ibarat mesin pengendali utama yang bertugas untuk mengendalikan fungsi tubuh termasuk sensasi, pikiran, gerakan, kesadaran, dan memori atau ingatan.
  • Sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang adalah organ yang terhubung langsung ke otak melalui batang otak dan kemudian mengalir sepanjang ruas tulang belakang. Organ ini berfungsi membawa informasi dari berbagai bagian tubuh ke otak dan sebaliknya.
  • Neuron. Neuron adalah sekelompok sel yang membangun sistem saraf pusat yang jumlahnya ada miliaran di tubuh manusia. Milyaran sel ini berkomunikasi satu sama lain untuk menghasilkan respons dan tindakan fisik. 

Fungsi Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi juga terbagi lagi menjadi dua komponen, yaitu sistem somatik dan otonom. Sistem somatik melibatkan bagian tubuh yang dapat dikendalikan sesuka hati dan sistem otonom berfungsi untuk menjalankan tugas yang tidak kamu sadari, seperti memompa darah. Berikut fungsi-fungsi yang dijalankan oleh dua komponen sistem saraf tepi:

1. Sistem Somatik

Sistem somatik terdiri atas serabut saraf perifer. Nah, serabut saraf perifer ini bertugas mengambil informasi sensorik atau sensasi dari organ perifer seperti kulit. Nantinya, informasi yang diperoleh akan dibawa ke sistem saraf pusat. Selain serabut saraf perifer, sistem saraf somatik juga terdiri dari serabut saraf motor yang menjulur keluar dari otak. Serabut saraf motorik berfungsi membawa pesan untuk menggerakkan tubuh.

Misalnya, ketika kamu tidak sengaja menyentuh api pada lilin, saraf perifer akan membawa informasi ke otak bahwa itu adalah sensasi panas. Setelah itu, saraf motorik memberi sinyal ke otak agar menggerakkan jari-jari tangan untuk segera menghindar, melepas atau menarik tangan dari termos panas tersebut. Walaupun prosesnya terlihat panjang, proses ini faktanya hanya berlangsung dalam satu detik saja. 

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Alami Kerusakan Saraf

2. Sistem Saraf Otonom

Sistem saraf otonom adalah jaringan sel kompleks yang mengontrol keadaan internal tubuh. Bedanya dengan sistem saraf somatik, sistem saraf otonom mengatur fungsi-fungsi tubuh yang di luar kesadaran seseorang. Ada dua bagian dari saraf otonom, yaitu sistem simpatik dan parasimpatik. Ini perbedaannya:

  • Sistem Simpatik bertugas membuat respons perlawanan dari dalam tubuh ketika ada ancaman dalam waktu cepat. Misalnya, ketika kamu sedang merasa takut atau gugup, sistem saraf simpatik akan memicu respons dengan mempercepat detak jantung, memproduksi kelenjar keringat, meningkatkan pernapasan, dan lain-lain. 
  • Sistem Parasimpatik bertugas membuat respons, sistem parasimpatik bertanggung jawab menjaga fungsi tubuh agar tetap berjalan normal setelah munculnya ancaman. Jadi, ketika ancaman sudah berlalu, sistem parasimpatik mulai bekerja untuk memperlambat detak jantung, memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot dan lain-lain.

Baca juga: Ketahui Cara-Cara untuk Atasi Kerusakan Saraf

Karena mempunyai fungsi yang penting, sistem saraf juga rentan mengalami masalah. Kalau kamu mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan saraf, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ini, kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Nervous System.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is the autonomic nervous system?

Squad, pernah nggak sih kamu merasakan hantaran rangsangan dari orang lain? Misalnya ketika kamu lagi berpegangan tangan atau tidak sengaja tersenggol oleh orang lain. Pernah penasaran nggak, bagaimana hantaran rangsangannya bisa terasa sampai ke kamu? Sebelum kamu mikir yang aneh-aneh, ternyata kamu bisa merasakan hal tersebut karena ada sistem saraf dalam tubuhmu. Wah, hebat banget nggak sih? Hebat dong! Yuk, sekarang kita mengenal sistem saraf ini lebih lanjut ya! 

Tahukah kamu, sistem saraf adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponen sistem saraf terdiri dari sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi. Kita bahas satu persatu, yuk! 

Struktur Sel Saraf (neuron)

Ada 7 bagian struktur sel saraf yang perlu kamu ketahui. Jangan sampai tertukar karena mereka memiliki fungsinya masing-masing yang cukup spesifik, Squad. Kuy, kita bahas satu persatu. 

Bagian yang pertama disebut dengan Dendrit. Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang-cabang dan berfungsi menerima rangsangan untuk dikirim ke badan sel. Setelah itu, rangsangan tersebut dikirim ke mana, dong? Rangsangan tersebut kemudian dikirim ke badan sel atau perikarion. Pada badan sel ini rangsangan yang sebelumnya dikirim mulai diproses. Oh iya, badan sel juga memiliki inti atau nukleus di bagian tengah. 

Baca Juga: Kelainan Sistem Saraf dan Sistem Endokrin

Setelah selesai diproses, rangsangan tersebut mulai “berjalan”ke Akson. Akson merupakan juluran sitoplasma yang panjang dan berfungsi menghantarkan rangsang. Panjang akson sekitar 1mm-1m. Kamu perlu ingat nih, Ujung awal akson disebut akson hillock, sedangkan ujung akhir akson disebut akson terminal. Eh, ini bukan terminal bus tempat kamu biasa naik bus ya. Hehehe. Selain akson, ada juga yang disebut dengan Sel Schwann. Sel Schwann merupakan penunjang sel saraf berupa lemak yang berfungsi menghasilkan selubung myelin. Nah, kalau selubung myelin itu apa? Selubung myelin adalah bagian saraf yang berfungsi untuk melindungi akson dan memberi nutrisi. 

Kamu tahu nggak sih, kenapa kita bisa merasakan rangsangan dengan cukup cepat? Hal itu dikarenakan sistem saraf kita mempunyai Nodus Ranvier. Ingat ya, nodus bukan modus. Hahaha. Nodus Ranvier inilah yang berperan penting dalam mempercepat hantaran rangsangan. Bagian terakhir dari sistem saraf adalah Sinapsis. Sinapsis merupakan penghubung antara neuron yang satu dengan neuron yang lainnya. Selain itu, sinapsis juga berperan sebagai titik temu antara ujung akson dari neuron yang satu dengan dendrit dari neuron lainnya atau hubungan ke otot dan kelenjar.

Macam-Macam Neuron

Squad, ternyata berdasarkan fungsinya, neuron bisa dibagi menjadi 2, yaitu berdasarkan fungsi dan bentuknya. Berdasarkan fungsinya, saraf dibagi menjadi Saraf Sensorik (Aferen) dan Interneuron. Saraf Sensorik (Aferen) adalah saraf yang mengirimkan rangsang dari daerah reseptor atau indra menuju sistem saraf pusat (otak/sumsum tulang belakang). Lalu apa bedanya ya dengan interneuron? Interneuron adalah saraf penghubung yang banyak terdapat di otak dan sumsum tulang belakang. Interneuron juga berfungsi menghubungkan neuron yang satu dengan neuron yang lainnya. Interneuron dibagi menjadi 3 bagian, lho. Apa saja, ya? 

Berdasarkan bentuknya, sel saraf terbagi menjadi Saraf Multipolar, Saraf Bipolar, dan Saraf Unipolar. Saraf Multipolar memiliki satu akson dan dua dendrit, tetapi bisa juga lebih. Contohnya ada di saraf motorik pada otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan Saraf Bipolar memiliki dua juluran yang terdiri dari dendrit dan akson, misalnya reseptor telinga, mata, dan hidung. Saraf Unipolar merupakan neuron bipolar yang hanya memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendritnya mengalami fusi. Contoh saraf unipolar adalah neuron pada embrio dan fotoreseptor mata. 

Apa Itu Rangsangan atau Impuls?

Squad, kamu penasaran nggak sih, apa yang sebenarnya dimaksud dengan rangsangan? Rangsangan atau impuls adalah pesan yang diterima oleh reseptor atau tubuh dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh impuls antara lain perubahan suhu, tekanan, bau, aroma, suara, benda, dan berbagai rasa  seperti asin, manis, asam, dan pahit. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor kemudian dapat menyebabkan terjadinya gerakan. Wah ternyata proses kita bergerak saja melibatkan sistem saraf, ya!

Oh iya, gerakan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerak sadar dan gerak refleksGerak sadar adalah gerak yang terjadi akibat disengaja atau disadari. Contohnya gerakan memegang buku saat ingin belajar, atau ketika mengambil pensil. Sedangkan Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Penjalaran pada gerak reflek berlangsung cepat, melewati jalur pendek dan tidak melewati otak. Tetapi gerak refleks ini melewati sumsum tulang belakang. Contohnya antara lain terangkatnya kaki saat menginjak paku, menutupnya kelopak mata ketika benda asing masuk ke mata dan gerakan tangan saat memegang benda panas. Ada yang tahu contoh lain untuk gerak sadar dan gerak refleks? 

Nah, sekarang siapa yang tertarik untuk belajar sistem saraf lebih lanjut? Ternyata mengenal sistem saraf itu seru sekali, ya! Buat kamu yang masih penasaran dan ingin belajar lebih lanjut, kamu bisa nonton video belajar di ruangbelajar. Psst nggak hanya nonton video belajar aja, tapi juga ngerjain soal dan baca rangkuman. Download sekarang, yuk! 

Referensi:

Irnaningtyas, Istiadi Y. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.

Artikel ini diperbarui pada 18 Desember 2020.

Saraf yang banyak ditemukan pada organ sistem saraf pusat dengan ciri tanpa akson adalah | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x