Sebutkan tokoh tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan internet di Indonesia

By On Monday, August 15th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Sebutkan tokoh tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan internet di Indonesia – Apa kabar om dan tante semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke situs TrendWisata dotcom ini. Sore ini, kita dari web site Trend Wisata akan menampilkan Q&A yang keren tentang Sebutkan tokoh tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan internet di Indonesia. Sebaiknya Agan menyimak setelah ini:

Full PDF PackageDownload Full PDF Package

This Paper

A short summary of this paper

33 Full PDFs related to this paper

Download

PDF Pack

PERKEMBANGAN Internet di Indonesia awalnya bermula di ranah akademis dan kelompok hobi. Internet pertamakali dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serika pada 1969 sebagai sebuah proyek rahasia. Sebagai sebuah jaringan, Internet hanyalah teknologi yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lain.

Bersama dengan Internet, teknologi lain yang menjadi landasan bagi apa yang kita kenal sekarang sebagai “Internet” adalah the World Wide Web (www), yaitu medium publikasi elektronik global yang dapat diakses melalui jaringan Internet.

Teknologi terakhir ini ditemukan baru pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. The World Wide Web merupakan medium yang memungkinkan kita menikmatai beragam konten di dalamnya seperti gambar, foto, video, surat kabar, radio, hingga televisi.

Di Indonesia, kisah mengenai sejarah Internet umumnya merujuk pada disertasiMerlyna Lim yang ia pertahankan di Universitas Twente,Belada, @rchipelago Online: The Internet and Political Activism in Indonesia.

Video Rekomendasi

Lim menyebut, Internet di Indonesia awalnya muncul di ranah akademis. Jaringan Internet awalnya merupakan proyek penelitian yang dilakukan para peneliti di Universitas Indonesia.

Koneksi pertama Internet di Indonesia tecatat dilakukan oleh Joseph Luhukay pada tahun 1983 yang mengembangkan jaringan UINet (University of Indonesia Network) di kampus Universitas Indonesia.

Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia yang terhubung dengan jaringan Internet global ketika UINet yang dikembangkan Luhukay secara resmi terhubung dengan jaringan Internet global yang saat itu masih bernama UUNet pada tahun 1984.

Lihat Foto

KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Onno W. Purbo.

Lim juga mencatat, di luar dunia kampus, Onno Purbo dicatat sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam pengembangan jaringan Internet di Indonesia. Bersama teman-temannya penghobi aktivitas radio amatir, Onno mengembangkan jaringan komputer melalui frekuensi radio pada tahun 1993.

Motivasi Onno dan kawan-kawan pada waktu itu adalah mencari cara berkomunikasi secara murah di luar jaringan Telkom yang waktu itu memonopoli industri telekomunikasi di Indonesia.

Onno kemudian mempublikasikan sejumlah artikel tentang bagaimana membangun jaringan telekomunikasi murah melalui Internet.

Selanjutnya, perkembangan Internet di Indonesia yang semula merupakan aktivitas penelitian dan hobi bergeser ke ranah komersil ketika PT Indo Internet (Indonet) berdiri sebagai Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia pada September 1994.

Setelah Indonet, sampai akhir tahun 1990 berdirilah sejumlah ISP antara lain PT Rahardjasa Internet (Radnet) (1995), Wasantara Network yang dikembangkan PT Pos Indonesia (1996), IndosatNet (1996), dan Telkomnet (1998).

Pada tahun 1998, menurut data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) jumlah pelanggan ISP di seluruh Indonesia tercatat hanya 138.000 pelanggan dengan perkiraan pengguna Internet sebanyak 512.000 pengguna.

Namun, kemunculan sejumlah ISP bukan faktor signifikan yang membuat Internet tersebar luas di Indonesia. Sebabnya, ISP hanya diakses kelompok sosial tertentu di masyarakat yang memiliki komputer dan mampu membayar tagihan pulsa telepon.

Menurut Lim, aktor penting penyebaran akses Internet di tahun-tahun awal perkembangan Internet di Indonesia adalah merebaknya “warnet” (warung Internet) pada tahun 1996.

Kehadiran warnet membuat Internet semakin mudah diakses karena masyarakat cukup membayar biaya koneksi per jam tanpa perlu memiliki komputer atau membayar biaya koneksi telepon di rumah.

Internet dan Reformasi 1998

Di sekitar tahun 1998, sebelum dan sesudah jatuhnya rezim Orde Baru Soeharto, Internet semakin populer. Internet menjadi ruang perlawanan terhadap rezim orde baru yang sangat ketat mengawasi ruang-ruang media.

Di Internet, utamanya di mailing list, diskusi-diskusi politik dan diseminasi informasi yang tak mungkin dilakukan di media-media arus utama berlangsung sangat intens bahkan disebut sebagai salah faktor yang tak bisa dilepaskan perannya dalam penggulingan rezim Orde Baru.

Pada tahun 1998, di ujung pemerintahan Soeharto, Internet memegang peranan penting dalam pergolakan aktivis reformasi. Pada tahun itu Internet merupakah salah satu alat perjuangan penting dalam menurunkan rezim soeharto.

Lihat Foto

KOMPAS/EDDY HASBY

Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR, menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. Foto diambil pada 19 Mei 2008, dua hari sebelum Soeharto mengumumkan pengunduran diri pada 21 Mei 1998.

Internet mengurangi kekuasaan pemerintah dalam mengontrol informasi. Internet menjadi kekuatan politik dalam pergolakan demokrasi di Indonesia.

Internet menjadi ruang baru diskusi-diskusi politik yang praktis tidak bisa dilakukan pada medium offline. Diskusi-diskusi itu berlangsung dalam milis-milis. Ada banyak milis, tapi yang amat terkenal adalah “Apakabar” yang dibuat oleh salah seorang mantan staf kedutaan besar amerika di Jakarta John pada 7 Oktober 1990.

Milis menjadi ruang bebas bagi aneka pandangan yang menentang rezim soeharto. Pesan-pesan yang berkeliaran di Internet pun sangat lugas, sesuatu yang tidak mungkin dijumpai di media-media mainstream seperti “gantung Soeharto”, “hancurkan Soeharto”. Ajakan turun ke jalan untuk berunjuk rasa juga menyebar luas di Internet.

Kekuatan Internet semakin terasa ketika pada 15 Mei 1998, menteri penerangan mengeluarkan kebijakan “televisian pool”. Pengawasan ketat tidak hanya terjadi pada media-media cetak, tapi juga televisi.

Pemerintah menyensor siaran televisi. Kebijakan ini mengharuskan semua TV berita untuk me-rely siaran resmi TVRI. “From 15 May 1998, all broadcast materials became homogenous and were legalised by the logo of TVRI.”

Satu-satunya ruang publik yang bebas dari jangkauan pemerintah adalah Internet. Lim mencatat, sepanjang masa itu, informasi terkini tentang pergerakan mahasiswa jam per jam, menit per menit, dan detik per detik, hanya bisa leluasa diperoleh di milis-milis seperti “Apakabar”, “IndoProtest”, maupun milis-milis pro-reformasi lainnya.

Internet menjadi roda pendorong bergulirknya bola salju perlawanan mahasiswa terhadap rezim soeharto.

Setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, wartawan Boston Globe David L. Marcus yang meliput dinamika politik di di Jakarta dalam artikelnya yang tayang pada 23 Mei 2008 menulis bahwa Internet memiliki peran besar dalam menumbangkan rezim Orde Baru.

“As rebellion broke out across Indonesia this month, protester did not have tanks or guns. But they had powerful tool that was not available during the country’s previous uprising: The Internet,” tulis Marcus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, di mana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan dan untuk mengakses internet.

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988.
RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama pada awal pembangunan Internet Indonesia sekitar tahun 1992 hingga 1994. Mereka telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio”[1] pada bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB pada tahun 1989.

Pada sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP pertama yang beroperasi di Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet. Lokasi IndoNet masih di daerah kompleks dosen UI di Rawamangun. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx, dan klien surel pine serta chatting dengan conference pada server AIX.

Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui Departemen Pos dan Telekomunikasi menerbitkan izin pertama untuk ISP yang diberikan kepada Radnet pimpinan BRM Roy Rahajasa Yamin. Pada awal beroperasi, Radnet sudah dapat melayani koneksi melalui dial up dengan protokol PPP, sehingga client dengan sistem operasi semacam Windows sudah dapat berinternet menggunakan browser. Demikian juga untuk surel, dengan teknologi Radnet saat itu, client sudah dapat melakukan download email langsung ke komputernya dengan protokol POP3.

Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa milis.

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia di dalam internet terdapat hal-hal yang bermanfaat seperti informasi, artikel edukatif dan lain sebagainya

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa surel dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telepon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX

  1. ^ “Salinan arsip”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-12-09. Diakses tanggal 2009-12-19. 
  • Awal mula internet Indonesia Diarsipkan 2011-01-08 di Wayback Machine.

Diperoleh dari “https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah_Internet_Indonesia&oldid=21204148”

Sebutkan tokoh tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan internet di Indonesia | admin | 4.5