Setelah menyelesaikan pendidikan dari Sekolah juru rawat, Silas Papare kemudian menjadi

By On Wednesday, September 7th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Setelah menyelesaikan pendidikan dari Sekolah juru rawat, Silas Papare kemudian menjadi – Pa kabar bapak dan ibu semua, Terima Kasih sudah berkunjung ke halaman blog TrendWisata dotcom ini. Sekarang, kita di web trendwisata.com pengen share tanya dan jawab yang wokeh tentang Setelah menyelesaikan pendidikan dari Sekolah juru rawat, Silas Papare kemudian menjadi. Ayo ibu dan bapak menonton berikut ini:

Silas Papare

Tempat dan tanggal lahir : 
Serui, 18 Desember 1918
Agama : Kristen Protestan
 Isteri : Ny. Regina Aibui
Anak : 9 orang 
Meninggal : 7 – 3 – 1978. 
Pendidikan : – Volschool
Sekolah Juru Rawat
(Tamat 1935).

Silas Papare Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Ia lahir di Serui, Papua pada 18 Desember 1918 dan meninggal di Serui, Papua pada 7 Maret 1973 pada umur 54 tahun. Pada tahun 1935 Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat dan bekerja sebagai pegawai pemerintah Belanda. Kegigihannya dalam berjuang untuk kemerdekaan Papua membuatnya sering berurusan dengan aparat keamanan Belanda.

Perjuangan

29 September 1945, Silas Papare dengan bimbingan ex Digulis Harjono dan Suprapto membentuk Komite Indonesia Merdeka ( KIM ) untuk menghimpun kekuatan dan mengatur gerak langkah perjuangan selanjutnya. Tujuannya membela dan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 serta menangani pemulangan para tawanan.

Pada Desember 1945 bersama-sama dengan Marthen Indey, Cornelis Krey dapat mempengaruhi Batalyon Papua (bentukan tentara Sekutu) untuk berontak terhadap Belanda tujuannya untuk mewujudkan Kemerdekaan bagi Irian Barat Rencana tersebut dapat diketahui Belanda, sehingga mendatangkan bantuan dari Rabaul (Papua Timur). Akhirnya Silas Papare dan Marthen Indey ditangkap dan dipenjara di Holandia (Jayapura).

Pada tanggal 23 November 1946 Ia mendirikan Partai Kemerdekaan Irian dimana Silas Papare sebagai Ketua Umum. Karena Partai ini tidak disenangi Pemerintah Belanda, Silas Papare ditangkap dan dipenjarakan di Biak. Atas Undangan Pemerintah RI sebagai Partai Kemerdekaan Irian di Serui datang ke Yogyakarta untuk menjadi delegasi RI dalam koperasi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Silas Papare bersama-sama dengan teman-temannya membentuk Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta.

Di pengasingan

Saat menjalani masa tahanan di Jayapura, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur sulawesi yang diasingkan oleh Belanda di tempat tersebut. Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuat semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia. Hal tersebut membuat ia akhirnya mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibatnya Silas kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun kemudian ia berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.

Pada bulan Oktober 1949, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI. Akibatnya, beliau kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Pada tahun 1951 Silas Papare membentuk Kompi Irian 17 di Markas Besar Angkatan Darat untuk mendukung politik Pemerintah di forum Internasional dalam usaha pengembalian Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia. Guna mengenang jasa besarnya, nama Silas Papare di abadikan sebagai salah satu kapal selam perang, yakni KRI Silas Papare. KRI Silas Papare adalah sebuah Korvet kelas Parchim yang dibuat untuk Volksmarine / AL Jerman Timur pada akhir 70-an. Penamaan menurut Pakta Warsawa adalah Project 133. Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Oleh TNI AL kapal ini dimodifikasi dengan menambahkan kapasitas BBM untuk patroli lebih lama di laut.

Oleh Pemerintah Indonesia Silas Papare dianugerahi gelar pahlawan indonesia pada 14 September 1993 dengan dikeluarkannya Keppres No. 77/TK/1993.

Biografi Terkait :


buatlah puisi tentang sejarah Indonesia ( 4 bait )​


tuliskan iman Paulus dan silas!(kisah para rasul 16:19-40)jawaban terbaik+follow!!​


Tuliskan iman Paulus dan Silas!jwb cepatt​


konsep sejarah keberlanjutan dari masa kerajaan hindu-buddha hingga ke masa kerajaan Islam di Indonesia​


sebutkan ras & ciri cirinya yang terdapat di :a. asia utara dan asia tengahb. asia timur dan asia tenggarac. asia selatand. asia baratjelaskan yaa


setiap nomornya


Jelaskan tentang teori out of Nusantara


sebutkan dan jelaskan 3 kearifan lokal yg ada di sulawesi tengah​


Bikinin 3 sejarah kampung adat yang ada di jawabarat pake bahasa sunda dong plisss​


Bikinin 3 kampung adat yang ada di jawabarat pake bahasa sunda dong plisss​


1. Sapa bae paraga drama ing dhuwur? Wangsulan : Ana ngendi kasatriyane Bima lan kepriye kahanan prajane? Wangsulan : 3 Ana ngendi kasatriyane Arjuna


lan kepriye kahanan prajane ? Wangsulan : 4. Ana ngendi kasatriyane Nakula lan kepriye kahanan prajane? Wangsulan : 5. Ana ngendi kasatriyane Sadewa lan kepriye kahanan prajane? Wangsulan : 6 Geneya Prabu Yudhistira nganakake pisowanan? 2 Wangsulan: 7. Sapa sing didhawuhi Prabu Yudhistira golek sisik melik?​

Lihat Foto

grid.id

Silas Papare, Mantan Mata-mata Amerika Asal Papua yang Jadi Pahlawan Nasional Atas Usahanya Bawa Bumi Cendrawasih Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi

KOMPAS.com – Silas Papare merupakan salah satu Pahlawan Nasional asal Papua yang gigih memperjuangkan pengembalian Papua ke NKRI.

Dalam Biografi Pahlawan Nasional Marthin Indey dan Silas Papare (1997) karya Onni Lumintang dan kawan-kawan, Silas Papare lahir di kampung Ariepi (Serui) Yapen Waropen pada 18 Desember 1918.

Semasa kecil Silas Papare berada di lingkungan keluarga yang sederhana, harmonis, dan taat beragama.

Si kecil Silas Papare dididik dengan nilai-nilai agama. Silas Papare masuk Sekolah Desa (Volkschool) saat berumur sembilan tahun dan bersekolah selama 3 tahun dengan bahasa pengantar adalah bahasa daerah.

Sekolah Desa tersebut ternyata untuk menghasilkan kaum tani dan kaum buruh terpelajar.

Baca juga: Biografi Sisingamangaraja XII, Pahlawan dari Sumatera Utara

Tamat sekolah, Silas Papare tidak langsung melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi. Namun membantu orangtuanya selama satu tahun.

Berkat masukan orangtuanya, akhirnya Silas Papare melanjutkan sekolah dan masuk ke sekolah juru rawat di Serui.

Bekerja dengan Belanda

Meski selama menjadi juru rawat, Silas Papare tidak didukung dengan pendidikan militer secara khusus, tetapi berkat penguasaan mendan yang bagus telah dipercaya Belanda sebagai tenaga inteljen.

Banyak prestasi yang diraih Silas Papare selama bekerja sebagai inteljen Belanda. Pada masa pendudukan Sekutu dan Belanda sesudah Perang Dunia ke II, Silas Papare diangkat menjadi tentara Sekutu dengan pangkat sersan Persteklas.

Sejak Sekutu meninggalkan Irian Jaya dan digantikan oleh Belanda, Silas Papare tidak lagi menjadi tentara dankembali sebagai tenaga medis. Akhri tahun 1945, Silas Papare diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Zending di Serui.

Baca juga: Biografi Eduard Douwes Dekker, Penentang Sistem Tanam Paksa

Dilansir dari buku Kumpulan Pahlawan Indonesia (2012) oleh Mirnawati, mendengar Indonesia telah merdeka, Silas Papare segera keluar dari pekerjaannya dan mengadakan perlawanan kepada Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan.

Desember 1945, Silas bersama pemuda Irian Barat tergabung dalam Batalyon Papua berencana mengadakan pemberontakan. Namun, informasi tersebut bocor dan gagal dilaksanakan.

Silas ditangkap dan dipenjara oleh Belanda. setelah bebas dia kembali merencanakan pemberontakan lagi, namum kembali gagal.

Ketika dipenjara ke Serui, Silas bertemu dengan Dr Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi Selatan yang juga diasingkan.

November 1946, Silas mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Hal tersebut membuat dirinya kembali ditahan Belanda.

Baca juga: Perang Pattimura Melawan Belanda

Berkat kelihaiannya, Silas berhasil melarikan diri ke Kota Yogyakarta dan membentuk Badan Perjuangan Irian pada Oktober 1949.

Cita-cita Silas Papare, yaitu mengakhiri kekuasaan Belanda di tanah leluhurnya dan mempertahankan kemerdekaannya.

Akhir hayat Silas Papare

15 Agustus 1962, Silas Papare dipercaya menjadi wakil delegasi RI dalam penandatangan persetujuan New York. Akhirnya 1 Mei 1963, Irian Barat resmi menjadi wilayah Republik Indonesia.

Tanggal 7 Maret 1978, Silas Papare meninggal dunia di Serui, Irian Jawa. Pemerintah mengeluarkan keppres No 77/TK/1993 untuk menganugerahi Silas Papare gelar Pahlawan Indonesia pada 14 September 1993.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Setelah menyelesaikan pendidikan dari Sekolah juru rawat, Silas Papare kemudian menjadi | admin | 4.5