Tanda bayi sudah Kenyang makan MPASI

By On Wednesday, October 19th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Tanda bayi sudah Kenyang makan MPASI – Halo Agan semua, Makasih banyak dah mau berkunjung ke website TrendWisata ini. Di hari yang cerah ini, kami di web site trendwisata.com mau share tanya jawab yang oke banget yang akan menunjukkan tentang Tanda bayi sudah Kenyang makan MPASI. Ini dia om dan tante simak di bawah ini:

Ilustrasi tanda bayi kenyang (Sumber: Pixabay)

Ada berbagai tanda bayi kenyang yang perlu Mama-Mama
ketahui. Bisa jadi selama ini kita masih kebingungan buat memahami gimana sih ketika bayi sudah kenyang.

Berbeda ya dengan orang dewasa yang sudah bisa setop makan sendiri apabila sudah merasa kenyang. Sedangkan bayi kan belum bisa berbicara ya. Jadi, kita perlu mengetahui perilaku maupun gerak-geriknya saat dia sudah ingin berhenti makan.

Melihat si kecil lahap meminum ASI atau makan ketika dia sudah MPASI, tentunya membuat Mama-Mama menjadi senang bukan? Terlebih, ketika mengetahui bayi naik berat badannya dan nampak sehat.

Akan tetapi, jangan sampai juga kamu terus menyusui atau memberikannya MPASI tanpa sadar kalau ternyata bayi sudah kenyang. ASI maupun makanan yang dikonsumsi oleh bayi pun perlu dijaga porsinya.

Soalnya ketika bayi terlalu kekenyangan juga bisa berakibat buruk bagi saluran pencernaan si kecil. Makanya kita perlu mengetahui tanda bayi kenyang.

Apa sajakah? Berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Simak di sini ya!

Tanda Bayi Kenyang

Ilustrasi tanda bayi kenyang (Sumber:
Pixabay)

Sebagian Mama-Mama mungkin merasa khawatir produksi ASI-mu tidak maksimal, terutama bila si kecil masih dalam masa ASI eksklusif. Apalagi kalau kamu melihat si kecil terus-terusan menangis,
bisa saja kamu merasa kalau bayi masih lapar atau suplai ASI kamu belum mencukupi.

Padahal sebenarnya ada berbagai ciri-ciri yang bisa Mama-Mama lihat ketika bayi sudah kenyang. Berikut adalah di antaranya yang telah dirangkum dari laman Firstcry Parenting:

1. Bayi Menjauh dari Payudara atau Botol Susu

Ketika si kecil sudah mulai mendorong puting Mama-Mama ke arah luar menggunakan lidahnya atau mencoba memalingkan kepalanya dari payudara maupun botol, bisa jadi itu merupakan tanda dia sudah kenyang.

2. Fokus Bayi Mulai Teralihkan

Hal lainnya yang bisa dipelajari apabila bayi mulai fokus ke arah lain, alih-alih melanjutkan menyusu. Hal ini juga memungkinkan kalau dia sudah kenyang.

3. Bayi Memperlambat Menyusu

Ilustrasi tanda bayi kenyang (Sumber: Pixabay)

Tanda selanjutnya bayi yang sudah kenyang adalah dia menjadi melambatkan tempo saat menyusu atau jeda menyusui jadi lebih lama.

4. Bayi Mulai Tertidur

Beberapa bayi mungkin tertidur saat dia merasa kenyang dan puas. Kalau kamu melihat si kecil mulai mengantuk dan memejamkan matanya, artinya dia sudah cukup untuk menyusu.

5. Tubuh Bayi Merasa Nyaman

Setelah kenyang usai menyusui, tubuh bayi umumnya menjadi lebih rileks dan terlihat mengendur.

6. Tangan Bayi Menjadi
Terbuka

Coba deh kamu perhatikan, apakah tangan bayi menjadi lebih rileks dengan jari-jari yang terjulur dan lebih terbuka? Bisa jadi itu menandakan bahwa si kecil sudah kenyang.

7. Melepaskan Payudara

Tanda yang paling umum bayi sudah kenyang adalah dia sudah berhenti mengisap dan melepaskan payudara Mama-Mama.

8. Bersendawa

Sebagian besar bayi mungkin akan mengalami sendawa buat menandakan
kalau dia sudah kenyang usai diberikan ASI.

9. Cegukan

Selain sendawa, bayi juga bisa jadi mengalami cegukan sebagai tanda bahwa perut mereka telah penuh usai diberikan ASI atau MPASI.

Itu dia beberapa tanda bayi kenyang. Sebagai orang tua, penting ya Ma buat kita selalu memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup, utamanya pada 6 bulan pertama kehidupannya.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya!

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar memperkenalkan makanan padat kepada bayi saat mereka berusia 4 hingga 6 bulan. Memperkenalkan makanan padat pada bayi di bawah usia 4 bulan tidak disarankan, karena pada saat itu kebutuhan energi dan nutrisinya masih bisa tercukupi dengan minum ASI saja. Meskipun begitu, sebaiknya tetap memulai MPASI di usia 6 bulan, jika belum ada tanda-tanda bayi siap MPASI hingga usia 6 bulan.

Waktu Tepat untuk MPASI

Seiring
bertambahnya umur bayi, kebutuhan energi dan nutrisinya tak lagi bisa dicukupi dengan ASI saja. Makanan padat kaya nutrisi dengan berbagai pilihan tekstur sudah boleh diberikan ketika usianya mencapai 4 hingga 6 bulan.

Periode ini, menurut IDAI, masuk dalam masa weaning ‘masa pergantian dari ASI ke MPASI’, di mana pemberian makanan khusus selain ASI baik jenis, jumlah, frekuensi maupun tekstur dan konsistensinya akan secara bertahap diberikan. Usia 6 bulan hingga 23 bulan
adalah masa rawan pertumbuhan anak, di mana bila tidak diberi makanan yang tepat baik kualitas maupun kuantitasnya dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi. Malnutrisi pada bayi sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Tanda-Tanda Bayi Siap untuk MPASI

Bayi berusia 4-6 bulan yang sudah siap makan, seringkali menunjukkan tanda-tanda kesiapan menerima makanan selain ASI, di antaranya:

  • Reflek ekstrusi (menjulurkan lidah) berkurang atau menghilang
  • Bayi
    mampu menahan kepala tetap tegak
  • Bayi dapat duduk dengan maupun tanpa bantuan, dan mampu menjaga keseimbangan badan ketika tangan meraih benda di dekatnya
  • Bayi menunjukkan keinginan membuka mulut
  • Bayi menunjukkan rasa lapar dengan memajukan tubuh ke depan atau ke arah makanan
  • Bayi akan menunjukkan rasa kenyang dengan menarik tubuh ke belakang atau menjauh dari makanan
  • Bayi dapat memindahkan makanan ke bagian belakang mulut untuk menelannya
  • Bayi
    dapat mengarahkan benda ke dalam mulut

Makanan Seperti Apa yang Bisa Diperkenalkan pada Bayi?

Ketika bayi sudah bisa mendorong makanan dan menggiring hingga ke bagian belakang mulut untuk ditelan, maka ia sudah siap untuk makan. Namun perlu diingat bahwa bayi tidak pernah makan sesuatu yang lebih kental dari ASI atau susu formula, sehingga ia mungkin perlu membiasakan diri. Pertama kali memperkenalkan makanan kepada bayi, Anda bisa mengencerkannya terlebih dahulu. Secara
bertahap, Anda bisa meningkatkan kekentalan tekstur makanan, yang bisa dilakukan setelah 1-2 minggu.

Pada awalnya, akan lebih mudah bagi bayi untuk makan makanan yang dihaluskan atau disaring. Bayi mungkin akan menunjukkan reaksi batuk atau muntah, namun di saat yang sama keterampilan oral bayi sedang berkembang sehingga Anda tidak perlu khawatir dan bisa perlahan meningkatkan tekstur kekentalan makanan.

Karena beberapa makanan berpotensi menyebabkan tersedak, sangat penting bagi
Anda tidak terburu-buru meningkatkan tekstur makanan, dan tidak memberikan makanan dalam potongan yang terlalu besar. Hindari memberikan makanan seperti sosis, kacang-kacangan, biji-bijian, atau makanan lain yang tidak dicincang kecil atau dihaluskan. Beri makanan porsi kecil dan selalu awasi serta amati perubahan pada bayi saat ia makan.

Mengingat nutrisi yang paling dibutuhkannya di usia 6 bulan adalah zat besi, maka pilihan utama adalah memberikan makanan yang kaya akan zat besi seperti
daging merah, daging unggas, telur, dan lain sebagainya.

Sangatlah penting bagi Anda untuk membiasakan bayi makan dengan proses makan – duduk, mengambil makanan dari sendok, istirahat di antara suapan makanan, dan berhenti saat kenyang. Pengalaman ini akan membantu anak belajar kebiasaan makanan yang sehat sepanjang hidupnya. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan dan kekhawatiran tentang MPASI, jangan ragu-ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter anak Anda.

Mau tahu informasi
seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!

Bagaimana mengetahui bayi sudah kenyang atau belum?

Dilansir dari National Health Service UK, berikut ini perilaku atau tanda saat bayi kenyang minum ASI:.

Mengacuhkan payudara atau botol..

Menutup mulut saat ditawarkan payudara atau botol..

Menyusu-berhenti-menyusu-berhenti berulang kali..

Pipi bayi tetap bulat, tidak berlubang, saat mengisap..

Apa tanda bayi sudah siap MPASI?

Bayi dikatakan sudah siap untuk belajar makan MPASI saat ia tampak dapat duduk sendiri dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan sama sekali. Lebih baik lagi jika saat duduk sendiri tersebut si kecil mampu menjaga keseimbangan tubuhnya, apalagi selama salah satu atau kedua tangannya berusaha meraih benda di sekitarnya.

Setelah makan MPASI bayi minum apa?

Idealnya, tawarkan bayi minum air putih setiap si kecil selesai makan, Moms. Memberikan air putih berlebihan saat makan bisa membuatnya kenyang air, sehingga si kecil jadi tidak berselera menghabiskan makanannya.

Berapa banyak porsi makan bayi 6 bulan?

Takaran Makan Bayi 6 bulan
Takaran pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan diberikan secara bertahap. Targetnya adalah pada usia 6-9 bulan, bayi dapat makan 3 sendok makan hingga ½ mangkuk ukuran 250 ml.

Tanda bayi sudah Kenyang makan MPASI | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x