Ternyata pekerjaan rumah tangga itu kewajiban suami

By On Saturday, November 12th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Ternyata pekerjaan rumah tangga itu kewajiban suami – Apa kabar teman semua, Met Datang di situs trendwisata.com ini. Sore ini, kami dari website TrendWisata mau memberikan saran yang wokeh yang membahas Ternyata pekerjaan rumah tangga itu kewajiban suami. Ini dia teman menyimaknya berikut ini:

Daftar isi

  • 1 Pekerjaan rumah tangga sebenarnya tugas siapa?
  • 2 Benarkah istri tidak wajib melakukan pekerjaan rumah tangga?
  • 3 Apakah istri wajib bisa masak?
  • 4 Memasak itu kewajiban siapa?
  • 5 Dalam Islam Siapa
    yang wajib memasak?

Perlu dilakukan pembiasan sejak dini pada buah hati, terutama bagi kita yang memiliki anak laki-laki. Memberikan pengertian bahwa pekerjaan rumah tangga dan perawatan keluarga tidak berjenis kelamin. Maksudnya, hal tersebut adalah tugas suami dan istri yang pembagiannya wajib adil.

Apa hukumnya suami membantu pekerjaan istri?

Dengan demikian, hukum suami membantu pekerjaan rumah tangga adalah sangat dianjurkan dalam islam
karena perbuatan ini merupakan salah satu wujud akhlak dalam Islam yang mulia dan dicontohkan sendiri oleh Nabi Muhammad SAW .

Benarkah istri tidak wajib melakukan pekerjaan rumah tangga?

Tidak wajib bagi istri membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk khidmat lainnya untuk suaminya Karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta’), sedangkan pelayanan
lainnya tidak termasuk kewajiban.

Memasak tugas siapa dalam Islam?

Jadi, kesimpulannya adalah memasak itu tugas bersama, istri maupun suami, dalam berumah tangga. Jika istri rida untuk selalu memasak bagi suami dan keluarga, maka pahala melimpah baginya.

Apakah istri wajib bisa masak?

Meski pada hakikatnya seorang istri tidak memiliki kewajiban untuk mencuci dan memasak, tetap dianjurkan agar seorang istri
melakukannya untuk suami. Hal ini dikarenakan sebagai bentuk rasa kasih sayang seorang istri kepada suami.

Apa saja tugas istri di rumah?

12 Kewajiban Istri Terhadap Suami

  1. Istri Taat pada Suami.
  2. 2. Istri Melayani Suami.
  3. 3. Istri Menjaga Kehormatan Suami.
  4. 4. Istri Meminta Izin Suami.
  5. Istri Amanah pada Suami.
  6. 6. Istri Menyenangkan Suami.
  7. 7. Mengikuti Tempat Tinggal Suami.
  8. Bergaul dengan Baik.

Memasak itu kewajiban siapa?

Pada umumnya, banyak orang yang beranggapan bahwa mencuci dan memasak adalah kewajiban seorang istri. Sedangkan mencari nafkah merupakan kewajiban bagi suami. Akan tetapi, baik istri maupun suami, keduanya memiliki hak dan kewajiban masing-masing. Dalam Islam, Allah SWT sudah mengatur hak dan kewajiban suami dan istri.

Apakah istri wajib masak Menurut Islam?

Namun ternyata,
menurut Islam, tugas istri dalam keluarga tak ada mencuci atau memasak. Hal ini diungkapkan Ustadz Adi Hdayat dalam ceramahnya yang diunggah YouTube Dakwah Islam Bersama berjudul Tugas Seorang Istri Kepada Suami, 3 Maret 2021.

Dalam Islam Siapa yang wajib memasak?

Buya Yahya tidak sekadar berceramah tentang siapa yang berkewajiban melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak,
mencuci, menyapu, dan lain-lain.

Akan tetapi, Buya Yahya menggambarkan keharmonisan dan rasa cinta dalam keluarga yang bisa dilihat dari bagaimana pasangan suami
istri menangani pekerjaan rumah tangga.

Baca Juga: Macam-macam Manfaat Sinar Matahari untuk Tubuh Manusia, Salah Satunya Cegah
Covid-19

Selama ini masyarakat mengira bahwa kewajiban suami adalah mencari nafkah dan pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab
istri.

Lantas, seperti apa peranan suami dan istri dalam melakukan pekerjaan rumah tangga yang baik menurut
Islam?

Pada awalnya ada seorang jemaah wanita yang mengajukan pertanyaan kepada Buya Yahya.

Penanya terlebih dahulu menceritakan tentang temannya yang kaget setelah nikah karena istri seperti harus melakukan
seluruh pekerjaan rumah seperti yang disuruh suaminya sehingga ia merasa seperti asisten rumah tangga.

Baca Juga: Nonton Paradise Garden Episode 1 Via Vidio, Diperankan Vanesha Prescilla dan Jefri
Nichol

“Menanak nasi bukan tugas istri, mencuci baju bukan tugas istri,” ujar Buya Yahya seperti dilihat mantrapandeglang.com pada
Kamis, 29 Juli 20121 dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Assalamu’alaikum, wr, wb.

Saya pernah mendengar ceramah hikmah pernikahan dari seorang ustadz yang menjelaskan tentang kewajiban antara suami dan isteri, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan isi ceramaha dari ustadz tersebut, yaitu:

1. Benarkah kewajiban seorang isteri hanya ada 3, yaitu “melayani” suami, melahirkan dan menyusui?

2. Benarkah kewajiban seorang suami yang sebenarnya adalah mencari nafkah, mendidik anak dan bahkan mengurus
rumah tangga, sep: mencuci baju, mencuci piring, memasak, dll, kalaupun isteri yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu sifatnya hanya membantu saja.

Ustadz tersebut mengatakan bahwa poin-poin di atas tadi terdapat dalam fikih nikah/rumah tangga yang sesungguhnya.

Jakaallah sebelumnya untuk jawaban yang diberikan.

Wassalam…

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa yang dikatakan oleh pak ustadz itu memang sedikit banyak ada benarnya. Sebab pada
dasarnya suami memang berkewajiban memberi nafkah kepada isterinya.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah memberi nafkah sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)

Nafkah adalah segala yang dibutuhkan oleh seorang manusia, baik bersifat materi maupun bersifat ruhani.

Dari segi materi, umumnya nafkah itu terdiri dari makanan, pakaian dan tempat
tinggal. Maka seorang isteri berhak untuk mendapatkan nafkah itu dengan tanpa harus ada kewajiban untuk mengolah, mengelola atau mengurusnya.

Jadi sederhananya, posisi isteri hanya tinggal buka mulut dan suami yang berkewajiban menyuapi makanan ke mulut isterinya. Tidak ada kewajiban isteri untuk belanja bahan mentah, memasak dan mengolah hingga menghidangkannya. Semua itu pada dasarnya kewajiban asasi seorang suami.

Seandainya suami tidak mampu melakukannya sendiri, tetap saja pada
dasarnya tidak ada kewajiban bagi isteri untuk melaksanakannya. Bahkan kalau pun suami harus menyewa pembantu atau pelayan untuk mengurus makan dan urusan dapur.

Bahkan memberi nafkah kepada anak juga bukan kewajiban isteri. Suami itulah yang punya kewajiban untuk memberi nafkah kepada anak-anaknya. Termasuk memberinya air susu ibu, bukan kewajiban isteri tetapi kewajiban itu pada dasarnya ada pada suami. Kalau perlu, suami mengeluarkan upah kepada isterinya untuk menyusui anaknya
sendiri.

Hubungan Suami Isteri: Tidak Selalu Hitam Putih

Namun apa yang kita bahas di atas hanyalah bilakalau kita bicara tentang hak dan kewajiban antara suami isteri secara hitam dan putih. Tanpa melihat sisi-sisi lain seperti pertimbangan moral, etika dan hubungan sosial. Jadi apa yang disampaikan pak ustadz itu pada hakikatnya memang benar, kalau dilihat hanya dari satu sisi saja.

Namun hubungan suami isteri tidak mungkin selamanya hanya didasarkan pada
hubungan hukum hitam putih yang kaku. Tentu ada sisi-sisi lain sepeti aspek rasa cinta, saling memiliki, saling tolong, saling merelakan hak dan saling punya keinginan untuk membahagiakan pasangannya.

Sehingga seorang isteri yang pada dasarnya tidak punya kewajiban atas semua hal itu, dengan rela dan ikhlas melayani suaminya, belanja untuk suami, masak untuk suami, menghidangkan makan di meja makan untuk suami, bahkan menyuapi makan untuk suami kalau perlu. Semua dilakukannnyasemata-mata
karena cinta dan sayangnya kepada suami.

Dengan semua hal itu, tentunya isteriakan menerima pahala yang besar dari apa yang dikerjakannya. Karena dengan bantuannya itu, suami akan menjadi senang dan ridha kepadanya.



Maka pasangan itu akan memanen kebaikan dan pahala dari Allah SWT. Suami mendapat pahala karena sudah melaksanakan kewajiabnnya, yaitu memberi hartanya untuk nafkah isterinya. Isteri mendapat pahala karena membantu meringankan beban suami. Meski hukumnya tidak
wajib.

Itulah hubungan cinta antara suami dan isteri, yang jauh melebihi sekedar hubungan hak dan kewajiban. Tentu saja ketika seorang isteri mengerjakan hal-hal yang pada dasarnya menjadi kewajiban suami, maka wajar bila suami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tulus.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Apakah benar pekerjaan rumah tangga kewajiban suami?

Adapun kesimpulan yang penulis dapatkan: Pertama, imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab dan kitabnya yang lain menyebutkan bahwa pekerjaan rumah tangga bukanlah tugas isteri, akan tetapi itu adalah kewajiban suami.

Pekerjaan rumah tangga apakah kewajiban istri?

Biasanya, dalam sebuah rumah tangga istri memiliki peran sebagai pengatur urusan rumah tangga. Sedangkan kewajiban suami terhadap istri dalam Islam adalah mencari nafkah. Konsekuensinya, istrilah yang melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga.

Apa saja tugas suami dalam rumah tangga?

Adapun kewajiban suami terhadap isteri yakni memberikan mahar kawin, nafkah yang layak sesuai kemampuan, pakain dan Tempat Tinggal, menggauli istri secara makruf (baik), menjaga istri dari dosa, memberikan cinta dan kasih sayang.

Apakah istri wajib mencuci pakaian suami?

Tugas seorang istri bukanlah memasak, mencuci baju dll, tetapi adalah taat kepada Allah SWT dengan cara mentaati suami. Mentaati suami disini juga disebutkan dalam Alquran, sepanjang suami memerintahkan dalam hal-hal kebaikan, wajib hukumnya untuk ditaati oleh seorang istri.

Ternyata pekerjaan rumah tangga itu kewajiban suami | admin | 4.5
shopee flash sale gratis ongkir
x