Mengapa hewan-hewan di pulau papua memiliki banyak kesamaan dengan hewan-hewan yang hidup di kawasan australia

By On Sunday, August 28th, 2022 Categories : Tanya Jawab

Mengapa hewan-hewan di pulau papua memiliki banyak kesamaan dengan hewan-hewan yang hidup di kawasan australia – Apa kabar Agan semua, Selamat datang di situs Trend Wisata ini. Malam ini, saya dari situs trendwisata.com mau berbagi tanya dan jawab yang mantap yang menampilkan tentang Mengapa hewan-hewan di pulau papua memiliki banyak kesamaan dengan hewan-hewan yang hidup di kawasan australia. Kami persilakan teman menyimaknya berikut ini:

Lihat Foto

AFP PHOTO/STR

Seekor bird of paradise atau yang dikenal lokal sebagai burung cenderawasih, terlihat di Desa Malagufuk, Sorong, Papua, Rabu (23/8/2017). Papua adalah rumah bagi sepertiga hutan hujan yang tersisa di Indonesia, namun perburuan dan penggundulan hutan yang merajalela telah menghancurkan populasi burung di banyak hutan di Papua.

KOMPAS.com – Indonesia memiliki tiga kelompok fauna, yakni fauna asiatis, fauna peralihan, dan fauna australis.

Fauna Pulau Papua termasuk kelompok fauna Australis. Jenis hewannya memiliki kesamaan dengan hewan di Benua Australia.

Dilansir dari buku Geografi kara L. Iskandar, jenis fauna Pulau Papua antara lain sebagai berikut: burung cenderawasih, kakatua raja, kasuari gelambir ganda, nuri, ikan seleropages, ikan ceratodus, dan kanguru kecil.

1. Burung cenderawasih

Burung cenderawasih atau Paradisaeidae merupakan burung yang habitatnya tersebar di wilayah Indonesia Timur.

Burung dengan warna yang sangat indah ini memiliki 42 jenis yang 30 di antaranya berada di Indonesia.

Baca juga: Anggrek Hantu Gastrodia Bambu Bukan Lagi Endemik Jawa, Mengapa?

Beberapa jenis burung cenderawasih yang dapat ditemukan di Indonesia Timur adalah cenderawasih bidadari Halmahera, cenderawasih gagak, cenderawasih astrapia arfak, dan cenderawasih paradigalla ekor panjang.

2. Kakatua raja

Kakatua raja (Probosciger aterrimus) yang juga dikenal sebagai kakatua hitam besar adalah salah satu burung yang berasal dari Papua dan Australia.

Kakatua jenis ini memiliki paruh berwarna hitam yang sangat besar dengan belang warna merah di pipinya yang tampak sangat menonjol.

3. Kasuari gelambir ganda

Kasuari gelambir ganda adalah salah sau dari dua genus burung di dalam suku Casuariidae. Daerah sebaran burung ini adalah hutan tropis dan pegunungan di Papua.

Kasuari memiliki tanduk di atas kepalanya yang dapat membantunya berjalan di habitatnya yang berupa hutan lebat.

Baca juga: 3 Tanaman Begonia Baru Endemik Sulawesi, Ada yang Spesies Langka di Asia

4. Nuri kabare

Nuri kabare (Psittrichas fulgidus) merupakan burung endemik Papua. Burung nuri kabar memiliki tubuh yang besar dengan panjang mencapai 50 cm dan bobot hingga 800 gram.

Fauna kelas aves ini memiliki tampilan fisik yang garang. Bulunya yang tipis di sekitar kepala dengan warna hitam pekat membuatnya tampak seperti burung elang.

5. Kanguru papua

Papua memiliki hewan marsupial atau mamalia berkantung, yakni kanguru Papua. Papua memiliki dua spesies kanguru tanah, yakni Thylogale brunii dan Thylogale stigmata.

Habitat kanguru di Papua lebih kompleks karena bisa ditemukan di kawasan pantai, hutan dataran rendah, hingga puncak Jayawijaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Pulau Papua terbagi atas dua negara berbeda, yaitu Indonesia di bagian barat dan Papua Nugini di bagian timur. Pulau yang satu ini merupakan salah satu tempat di mana kita bisa menjumpai beragam fauna unik dengan warna yang cenderung beragam dan cerah.

Biasanya, hewan-hewan yang dijumpai di Papua kita kenal dengan sebutan hewan Australasia. Alasan utama penyebutan ini disebabkan oleh kemiripan ciri dari hewan yang ditemukan di Papua dengan yang ada di Australia.

Hasilnya, kita dapat menjumpai setidaknya lima hewan ini yang bisa kita temukan di alam liar Papua maupun Australia. Penasaran bukan hewan apa saja itu? Yuk langsung simak dalam artikel berikut ini!

penampakan tubuh kasuari yang seperti dinosaurus (pixabay.com/SeaReeds)

Kasuari (Casuarius) merupakan jenis burung terbesar ketiga di dunia. Mereka tersebar mulai dari hutan dataran rendah Papua hingga daerah Queensland, Australia.

Asal penamaan hewan ini sendiri sebenarnya berasal dari bahasa masyarakat asli Papua. “Kasu” yang berarti tanduk dan “weri” yang berarti kepala. Sehingga secara sederhana kasuari dikenal sebagai burung dengan tanduk di kepalanya.

Dilansir San Diego Zoo, keistimewaan sekaligus hal paling menyeramkan dari kasuari terletak pada sepasang kakinya. Mereka memang tidak bisa terbang, tetapi kaki bercakar tiga dari kasuari memiliki kuku dapat tumbuh hingga 10 sentimeter.

Berkat bagian tubuh tersebut, burung ini dapat dengan mudah menyobek tubuh pemangsa dengan tendangannya. Selain itu, mereka juga termasuk pelari yang cepat. Tercatat kalau mereka mampu berlari hingga 50 km/jam, lho!

Baca Juga: Unik, 6 Hewan Ini Tampak Seperti Gabungan Dua Jenis Hewan Berbeda

Seekor induk walabi dan anaknya yang sedang beristirahat di sebuah taman. (pixabay.com/LoneWombatMedia)

Walabi (Notamacropus) merupakan “saudara” dari kangguru dengan postur tubuh yang jauh lebih kecil. Mereka terdiri atas 19 subspesies berbeda yang tersebar mulai dari Australia hingga Papua Nugini.

Menariknya, Britannica melansir bahwa seluruh subspesies hewan ini dinamakan sesuai dengan keadaan habitat tempatnya ditemukan. Misalnya, terdapat 11 jenis walabi batu yang hidup di antara wilayah berbatu Australia, walabi kelinci yang memiliki ukuran hanya sebesar kelinci, walabi semak yang ditemukan di padang rumput Australia dan Tasmania, dan walabi hutan yang merupakan hewan asli Papua Nugini.

penampakan seekor ekidna (pixabay.com/12805249)

Ekidna (Tachyglossidae) sekilas memang nampak seperti landak. Akan tetapi, ternyata mereka justru lebih dekat dengan platipus. Hewan ini tersebar di kawasan hutan lebat Australia, Tasmania, dan Papua dengan makanan utamanya berupa serangga.

San Diego Zoo menyebutkan kalau ekidna merupakan satu dari dua mamalia terunik di dunia dalam hal reproduksi. Mereka bersama dengan platipus tergolong sebagai hewan monotremes yang artinya mereka adalah satu-satunya mamalia yang bertelur, namun tetap menyusui.

Hal menarik lain dari hewan ini ada pada kemampuannya dalam menggali lubang. Kaki-kaki pendek dan cakar panjang ekidna ternyata mampu untuk menggali lubang dengan kecepatan yang cukup mengagumkan. Lubang-lubang galian ekidna ini berfungsi sebagai tempat berlindung lantaran mereka memiliki banyak predator alami di luar sana.

penampakan quol bertotol (pixabay.com/pen_ash)

Quol (Dasyurus) merupakan keluarga hewan karnivor yang masih berkerabat dengan tasmanian devil. Mereka memiliki penampilan unik lantaran punya wajah seperti tikus, telinga seperti lemur, dan ukuran tubuh seperti kucing rumahan. Total terdapat enam jenis quol, empat tersebar di Australia dan dua jenis ada di Papua Nugini.

Dilansir National Geographic, sebenarnya konsentrasi persebaran quol di Australia saat ini hanya ada di Pulau Tasmanian. Baru pada tahun 2018 kemarin sekitar belasan quol dibawa ke pulau utama Australia untuk dilepasliarkan kembali setelah sekitar 50 tahun menghilang dari pulau utama.

Sementara itu, bagi quol yang ada di Papua, disebutkan kalau mereka adalah satu dari sedikit jenis karnivor yang ada di pulau tersebut. Mereka pun hanya memakan serangga ataupun mamalia kecil di sekitarnya.

Baca Juga: 10 Potret Hewan Berwarna Merah Putih, seperti Bendera Indonesia

Baca Artikel Selengkapnya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

wisata terms:

Nabire cuki
Mengapa hewan-hewan di pulau papua memiliki banyak kesamaan dengan hewan-hewan yang hidup di kawasan australia | admin | 4.5